Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaHukum & KriminalNasionalPeristiwaPolkam

Wakapolda Papua Tengah Perkuat Samapta Demi Kamtibmas Presisi

8
×

Wakapolda Papua Tengah Perkuat Samapta Demi Kamtibmas Presisi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE |LINTASTIMOR.ID— Di tengah dinamika keamanan yang terus bergerak mengikuti denyut kehidupan masyarakat Papua Tengah, penguatan kapasitas aparat bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia menjadi ikhtiar untuk memastikan setiap langkah pengabdian Polri tetap hadir lebih cepat, lebih sigap, dan lebih dekat dengan masyarakat.

Komitmen itu mengemuka ketika Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav R. Urbinas, membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Samapta dan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polda Papua Tengah di Hotel Carmel, Kabupaten Nabire, Kamis (30/7/2026). Forum tersebut dihadiri para pejabat utama Polda Papua Tengah beserta jajaran terkait sebagai ruang menyatukan langkah menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Example 300x600

Menurut Gustav, Rakernis bukan hanya forum administrasi kelembagaan, melainkan ruang strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas, memperkuat koordinasi, sekaligus menyusun arah kebijakan yang lebih adaptif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Rakernis ini merupakan momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas, menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat di wilayah hukum Polda Papua Tengah,” ujar Gustav.

Rakernis Direktorat Samapta Tahun Anggaran 2026 mengangkat tema “Penguatan Fungsi Samapta yang Presisi Guna Mendukung Terpeliharanya Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Wilayah Hukum Polda Papua Tengah.” Sementara Direktorat Pamobvit mengusung tema “Sosialisasi Objek Vital Nasional dan Objek Vital Tertentu di Wilayah Hukum Polda Papua Tengah.”

Bagi Gustav, kedua fungsi tersebut memegang posisi yang saling melengkapi. Samapta berada di garis depan sebagai kekuatan preventif yang hadir melalui patroli, pengamanan kegiatan masyarakat, hingga respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan. Di sisi lain, Pamobvit menjadi garda yang memastikan objek-objek strategis negara tetap aman sehingga roda pemerintahan, perekonomian, dan pelayanan publik dapat berjalan tanpa hambatan.

“Fungsi Samapta merupakan salah satu ujung tombak Polri yang dituntut selalu siap siaga, cepat merespons perkembangan situasi, serta mampu memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Sementara fungsi Pamobvit memiliki peran strategis dalam memastikan keamanan objek vital nasional maupun objek vital tertentu sehingga aktivitas pemerintahan, perekonomian, dan pelayanan publik dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Dalam arahannya, Wakapolda memberikan lima penekanan kepada seluruh peserta Rakernis. Mulai dari peningkatan profesionalisme dan integritas personel sesuai nilai-nilai Polri Presisi, optimalisasi patroli preventif dan pengamanan kegiatan masyarakat, peningkatan kompetensi personel dalam pengamanan objek vital, penguatan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, pengelola objek vital dan seluruh pemangku kepentingan, hingga pelaksanaan tugas secara profesional, humanis, responsif, dan akuntabel.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan Rakernis sebagai ruang pembelajaran bersama yang melahirkan inovasi dan solusi nyata atas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

“Jadikan Rakernis ini sebagai sarana bertukar pengalaman, menyampaikan inovasi, dan merumuskan solusi terhadap berbagai kendala pelaksanaan tugas di lapangan,” pesannya.

Di tengah perkembangan situasi keamanan yang menuntut respons cepat dan pendekatan yang semakin humanis, penguatan fungsi Samapta dan Pamobvit menjadi fondasi penting bagi terwujudnya stabilitas daerah. Kehadiran personel yang profesional, adaptif, dan mampu membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat akan menjadi modal utama dalam menjaga ruang publik tetap aman sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Pada akhirnya, keamanan bukan semata lahir dari kewenangan dan kekuatan, melainkan dari kesiapsiagaan yang dibangun dengan integritas, kolaborasi, dan pengabdian. Dari ruang Rakernis di Nabire, harapan itu kembali diteguhkan: bahwa setiap langkah Polri adalah ikhtiar menjaga rasa aman agar kehidupan masyarakat Papua Tengah terus berjalan dengan damai dan bermartabat.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe