Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MappiKabupaten MimikaPeristiwaPolkam

Paskah Menyatukan Mimika: Dari Jalanan, Harmoni Lintas Iman Menggema

178
×

Paskah Menyatukan Mimika: Dari Jalanan, Harmoni Lintas Iman Menggema

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Di bawah langit Papua yang hangat, langkah-langkah itu bergerak serempak. Bukan sekadar pawai, melainkan irama kebersamaan yang menautkan perbedaan menjadi satu cerita: tentang iman, harapan, dan persaudaraan.

Perayaan Paskah di berlangsung semarak melalui pawai yang melibatkan berbagai kalangan umat Kristiani. Kegiatan yang digelar oleh ini dipusatkan di Gedung Eme Neme Yauware, Selasa (7/4/2026).

Example 300x600

Pawai diawali dengan parade anak-anak Sekolah Minggu dari yang tampil penuh sukacita. Tawa mereka, lambaian tangan kecil, dan warna-warni atribut Paskah menjadi pembuka suasana yang hangat dan menghidupkan.

Pawai yang Lebih dari Sekadar Perayaan

Sepanjang jalur pawai, kebersamaan terasa nyata. Peserta berjalan tertib sambil menampilkan berbagai simbol Paskah—salib, ornamen kebangkitan, hingga pesan-pesan kasih yang disampaikan dalam diam namun mengena.

Bupati Mimika, , dalam sambutannya menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan ritual, melainkan momen kebangkitan yang membawa harapan baru bagi kehidupan.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
“Kita harus terus menjaga keharmonisan. Pawai Paskah ini menjadi simbol kebersamaan lintas umat beragama di Kabupaten Mimika.”
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama.

Harmoni yang Dijaga Bersama

Selain pesan persatuan, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung, khususnya di jalan raya—sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman.

Apresiasi pun disampaikan kepada , , serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Analisis: Paskah sebagai Ruang Sosial Kebangsaan

Pawai ini menunjukkan bahwa perayaan keagamaan di daerah seperti Mimika tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga ruang sosial yang memperkuat kohesi masyarakat. Di tengah keberagaman yang kompleks, kegiatan semacam ini menjadi instrumen efektif dalam merawat toleransi dan mencegah potensi gesekan sosial. Kehadiran pemerintah dan elemen lintas agama mempertegas bahwa harmoni bukan sekadar slogan, melainkan praktik yang terus dijaga bersama.

Di jalanan Mimika, Paskah tak hanya dirayakan—ia dihidupi.

Dan dalam setiap langkah yang beriringan, tersimpan harapan sederhana: bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpisah, melainkan alasan untuk saling menjaga.

Example 300250