Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupOtomotifPeristiwaPolkam

Trotoar Terdesak Parkir, Pelajar Nabire Bertaruh Ruang di Jalan Pepera

6
×

Trotoar Terdesak Parkir, Pelajar Nabire Bertaruh Ruang di Jalan Pepera

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE | LINTASTIMOR.ID — Pagi hingga siang di Jalan Pepera, Nabire, Papua Tengah, semestinya menjadi ruang bagi warga untuk bergerak dengan aman. Di trotoar, pejalan kaki membutuhkan jalur yang lapang. Bagi para pelajar berseragam sekolah, ruang itu bahkan menjadi bagian dari perjalanan sehari-hari menuju tempat menuntut ilmu.

Namun, ketika sejumlah mobil mengambil ruang di bahu jalan dan area yang semestinya mendukung keselamatan pejalan kaki, perjalanan sederhana itu menghadapi risiko yang tidak seharusnya diabaikan.

Example 300x600

Pantauan LINTASTIMOR.ID, Selasa, 27 Oktober 2026, memperlihatkan sejumlah kendaraan roda empat terparkir di sepanjang Jalan Pepera. Kendaraan-kendaraan tersebut menggunakan ruang di sisi jalan yang dibutuhkan untuk menunjang kelancaran mobilitas masyarakat.

Di antara kendaraan yang terparkir dan lalu lintas yang terus bergerak, sejumlah pejalan kaki, termasuk siswa berseragam sekolah, terlihat harus mengambil ruang lebih dekat ke badan jalan untuk melanjutkan perjalanan.

Di situlah persoalan muncul. Ruang yang semestinya memberi rasa aman justru menyempit, sementara kendaraan roda dua dan roda empat terus melintas. Pejalan kaki dan pengguna kendaraan bermotor akhirnya berada dalam ruang pergerakan yang berdekatan, sehingga potensi konflik lalu lintas meningkat.

Bagi pelajar, kondisi semacam ini bukan perkara kecil. Mereka membutuhkan jalur yang aman untuk berjalan kaki, bukan situasi yang memaksa mereka lebih berhati-hati saat melewati kendaraan yang berhenti atau terparkir.

Ketika ruang pejalan kaki menyempit

Jalan Pepera menjadi salah satu ruas yang menunjang mobilitas masyarakat Nabire. Aktivitas warga, pergerakan kendaraan, dan perjalanan pelajar bertemu di ruang jalan yang sama. Dalam situasi seperti itu, penataan parkir bukan sekadar urusan menempatkan kendaraan, melainkan juga menyangkut pembagian ruang secara tertib dan keselamatan setiap pengguna jalan.

Trotoar memiliki fungsi penting sebagai fasilitas bagi pejalan kaki. Keberadaannya membantu memisahkan pergerakan orang dari kendaraan bermotor. Karena itu, fungsi trotoar perlu dijaga agar masyarakat, terutama anak-anak sekolah, tidak kehilangan ruang berjalan yang aman.

Begitu pula dengan bahu jalan. Penggunaannya untuk parkir perlu memperhatikan ketentuan lalu lintas, kondisi ruas jalan, serta dampaknya terhadap keselamatan dan kelancaran pergerakan pengguna jalan lainnya.

Apabila kendaraan yang terparkir mempersempit ruang gerak pejalan kaki atau mengganggu arus lalu lintas, penanganan perlu dilakukan melalui evaluasi dan pengawasan yang konsisten.

Keselamatan tidak boleh menunggu kecelakaan

Kondisi di Jalan Pepera menjadi alasan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meninjau kembali pengaturan parkir di kawasan tersebut. Penataan yang baik perlu memastikan kebutuhan parkir tetap terakomodasi tanpa mengorbankan hak pejalan kaki atas ruang yang aman.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi berwenang mengambil langkah konkret, mulai dari memeriksa kondisi lapangan, mengevaluasi lokasi parkir, hingga melakukan penertiban apabila ditemukan pelanggaran.

Penyediaan lokasi parkir yang memadai juga penting agar pengendara memiliki alternatif tempat untuk memarkir kendaraan. Dengan demikian, penertiban tidak hanya menyelesaikan persoalan di satu titik, tetapi turut mendorong tata kelola lalu lintas yang lebih teratur.

Pendekatan tersebut perlu disertai pengawasan berkala dan sosialisasi kepada masyarakat. Ketertiban jalan tidak dapat bergantung pada tindakan sesaat; ia membutuhkan aturan yang jelas, pelaksanaan yang konsisten, serta kesadaran bersama untuk menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari instansi terkait mengenai penggunaan bahu jalan sebagai area parkir di sepanjang Jalan Pepera maupun rencana penanganannya.

Nabire membutuhkan jalan yang ramah bagi semua

Persoalan parkir di Jalan Pepera pada akhirnya mengajukan pertanyaan sederhana tentang bagaimana ruang publik dikelola: apakah jalan hanya menjadi tempat kendaraan bergerak dan berhenti, atau juga ruang yang menjamin keselamatan orang-orang yang berjalan kaki?

Pemerintah Kabupaten Nabire bersama instansi terkait diharapkan meninjau langsung kondisi tersebut dan mengambil langkah sesuai kewenangannya. Keselamatan pelajar dan pejalan kaki perlu menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan penataan lalu lintas.

Sebab, kota yang tertib tidak hanya diukur dari kendaraan yang dapat melintas dengan lancar. Kota juga dinilai dari seberapa aman seorang anak berjalan menuju sekolah, seberapa leluasa warga menggunakan trotoar, dan seberapa sungguh-sungguh ruang publik dijaga untuk kepentingan bersama.

Di Jalan Pepera, kebutuhan itu hadir setiap hari. Trotoar harus kembali menjalankan fungsinya, bahu jalan perlu ditata sesuai peruntukannya, dan keselamatan pejalan kaki tidak boleh tersisih oleh persoalan parkir.

NABIRE | LINTASTIMOR.ID

Catatan redaksi: Naskah ini disusun berdasarkan pantauan lapangan pada 27 Oktober 2026. Belum terdapat keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penanganan parkir di lokasi tersebut. Penilaian atas dugaan pelanggaran tetap memerlukan pemeriksaan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Example 300250