Oleh : Alumni SDK Lotas,
Aginda Leoninji Tastan
Puisi untuk anak-anak SDK Lotas • Peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026
Di pagi yang bening, ketika matahari menyentuh bumi Lotas, kami berdiri dengan seragam sederhana, membawa mimpi di dalam dada, dan Merah Putih yang berkibar seperti cinta yang tak pernah lelah.
Kami masih anak-anak, langkah kami mungkin belum jauh, tangan kami mungkin belum kuat, dan suara kami mungkin belum lantang.
Namun, di dalam hati kecil ini, ada Indonesia yang sedang tumbuh, ada cita-cita yang sedang bersemi, ada masa depan yang menunggu untuk kami jemput dengan ilmu.
Wahai, para pemuda Indonesia!
Dahulu, pada dua puluh delapan Oktober, para pemuda menyatukan suara, menembus batas suku dan bahasa, menautkan perbedaan menjadi saudara.
Mereka berikrar tentang satu tanah air, satu bangsa yang mereka cintai, dan satu bahasa yang mempersatukan seluruh anak negeri.
Kini, semangat itu sampai kepada kami, anak-anak SDK Lotas di bumi pertiwi.
Kami mungkin belum mengangkat senjata, tetapi setiap hari kami berjuang melawan malas dan keputusasaan.
Kami mungkin belum memimpin bangsa, tetapi kami belajar menjadi manusia yang jujur, disiplin, dan berbudi mulia.
Buku adalah sahabat perjalanan kami, guru adalah pelita di persimpangan, dan sekolah adalah taman harapan tempat benih masa depan ditanam.
Ibu Pertiwi, dengarlah janji kami!
Kami akan belajar dengan tekun, menghormati guru dan orang tua, menyayangi teman tanpa membeda-bedakan, serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.
Kami tidak ingin menjadi generasi yang hanya pandai mengucapkan janji, tetapi lupa menghidupkannya dalam tindakan.
Kami ingin menjadi generasi yang tangannya ringan menolong, lisannya santun berkata, pikirannya terang oleh ilmu, dan hatinya teguh membela kebenaran.
Sebab Indonesia bukan hanya peta, bukan hanya bendera yang berkibar, bukan hanya lagu yang kita nyanyikan.
Indonesia adalah rumah bersama, tempat kita belajar menghargai sesama, tempat perbedaan tumbuh menjadi kekuatan, dan tempat harapan menemukan masa depan.
Dari Lotas, suara kami berangkat, menyusuri bukit, lembah, dan lautan, menuju seluruh penjuru Nusantara.
Kami anak-anak Indonesia! Kami pewaris cita-cita bangsa! Kami penjaga persatuan dan persaudaraan!
Satu tanah air, Indonesia!
Satu bangsa, Indonesia!
Satu bahasa persatuan, Bahasa Indonesia!
Hari ini kami masih kecil, tetapi mimpi kami setinggi langit. Hari ini kami masih belajar, tetapi tekad kami tak boleh surut.
Kelak, ketika kami tumbuh dewasa, biarlah ilmu menjadi kekuatan, kejujuran menjadi kehormatan, dan cinta tanah air menjadi jalan untuk mengabdi kepada bangsa.
Wahai Merah Putih, berkibarlah! Di halaman sekolah, di bumi Lotas, di seluruh pulau Nusantara.
Biarlah angin membawa pesan kami kepada setiap anak negeri:
Kami adalah tunas Indonesia, yang tumbuh dari tanah persaudaraan, disiram ilmu dan kasih sayang, untuk memekarkan masa depan.
Lotas, 28 Oktober 2026, kami mengucapkan janji dengan bangga:
Berbeda bukan alasan untuk berpisah. Bersatu bukan berarti harus sama. Kita boleh datang dari mana saja, tetapi Indonesia adalah rumah kita bersama!
Selamat Hari Sumpah Pemuda.
Dari anak-anak SDK Lotas, untuk Indonesia yang kami cintai.


















