DILI |LINTASTIMOR.ID— Di tengah derasnya arus transformasi digital yang membawa kemudahan sekaligus ancaman baru, Pemerintah Timor-Leste memilih memperkuat benteng perlindungan bagi generasi mudanya. Kamis (6/8/2026), di Istana Pemerintah, Dili, langkah itu diwujudkan melalui pertemuan Menteri Presidensi Dewan Menteri Agio Pereira dengan perwakilan Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police/AFP), sebagai bagian dari penguatan kerja sama menghadapi kejahatan eksploitasi daring terhadap anak.
Pertemuan tersebut mempertemukan Menteri Presidensi Dewan Menteri Agio Pereira dengan Superintendent Detective Darren Boyd-Skinner dari Australian Federal Police (AFP), bersama pejabat senior Program Pengembangan Kepolisian Timor-Leste Australia (Timor-Leste Police Development Program/TLPDP).
Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan sinergi dalam mencegah, menyelidiki, dan menangani secara efektif tindak eksploitasi online terhadap anak-anak di Timor-Leste.
Suasana dialog berlangsung konstruktif. Kedua pihak menyoroti tantangan yang terus berkembang di ruang digital, terutama kebutuhan memperkuat kapasitas institusi nasional agar mampu memberikan perlindungan yang lebih efektif kepada anak-anak dari berbagai bentuk kejahatan siber.
“Perlindungan anak di era digital hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah Timor-Leste berkomitmen memperkuat koordinasi antarlembaga dan membangun mekanisme yang semakin efektif dalam menghadapi tantangan kejahatan digital,” tegas Menteri Agio Pereira.
Diskusi juga menekankan pentingnya pendekatan terpadu yang melibatkan institusi keamanan, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan sosial, hingga mekanisme pendampingan bagi para korban. Menurut kedua pihak, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam membangun sistem perlindungan anak yang tangguh di era digital.
Selain membahas kebijakan, pertemuan turut mengevaluasi berbagai bentuk kerja sama teknis yang telah berjalan maupun yang akan dikembangkan. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas penyelidikan digital, pengelolaan barang bukti elektronik, hingga pertukaran pengalaman internasional dalam menangani kasus eksploitasi daring terhadap anak.
Sementara itu, Australian Federal Police kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Timor-Leste melalui pelatihan khusus, bantuan teknis, serta transfer pengetahuan guna memperkuat kemampuan aparat nasional dalam menghadapi kejahatan digital yang semakin kompleks.
Secara kontekstual, kerja sama ini mencerminkan meningkatnya kesadaran bahwa eksploitasi anak di ruang digital telah menjadi ancaman lintas negara yang tidak lagi dapat ditangani secara parsial. Kolaborasi internasional, penguatan kapasitas aparat, serta sistem perlindungan yang adaptif menjadi elemen penting untuk memastikan ruang digital tetap aman bagi anak-anak di masa depan.
Pada akhirnya, perlindungan terhadap anak bukan sekadar tanggung jawab hukum, melainkan cermin peradaban sebuah bangsa. Ketika negara, aparat, dan mitra internasional berjalan dalam satu langkah, harapan akan ruang digital yang lebih aman bagi setiap anak pun menjadi semakin nyata.


















