ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID — Di tengah ikhtiar memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari pinggiran negeri, sebuah pertemuan hangat berlangsung di Ruang Kerja Bupati Belu, Kamis (6/8/2026). Tak cuma audiensi seremonial, perjumpaan antara Pemerintah Kabupaten Belu dan PT Pegadaian menjadi penanda lahirnya komitmen baru untuk memperluas literasi keuangan, memperkuat investasi yang aman, sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang lebih nyata bagi masyarakat.
Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H menerima audiensi Deputi Bisnis Area Kupang PT Pegadaian, I Nyoman Mas Aryana, bersama Pimpinan Cabang PT Pegadaian Atambua, Hadi Tihing.
Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama strategis yang berfokus pada penguatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui edukasi investasi logam mulia.
Dalam suasana dialog yang berlangsung akrab, Bupati Belu menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Pegadaian Cabang Atambua yang selama ini hadir sebagai mitra masyarakat dalam memberikan solusi keuangan bagi warga yang menghadapi berbagai kebutuhan mendesak.
“Pemerintah Kabupaten Belu mengapresiasi peran PT Pegadaian yang selama ini telah membantu masyarakat. Ke depan, kami berharap program CSR Pegadaian dapat terus disinergikan dengan program pembangunan daerah agar manfaatnya semakin tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Willybrodus Lay.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan semata, melainkan berkembang menjadi gerakan edukasi yang membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola keuangan secara bijak. Investasi logam mulia dipandang sebagai salah satu instrumen yang relatif aman untuk membantu keluarga membangun ketahanan ekonomi dalam jangka panjang.
Bagi PT Pegadaian, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi ruang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif, sekaligus mendorong lahirnya budaya investasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan memiliki arti strategis. Ketika program CSR dipadukan dengan edukasi literasi keuangan, manfaatnya tidak hanya menyentuh kebutuhan jangka pendek masyarakat, tetapi juga membangun kapasitas ekonomi keluarga yang lebih tangguh. Sinergi semacam ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Audiensi ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol kemitraan yang terus diperkuat, kemudian dilanjutkan sesi foto bersama dalam suasana penuh kehangatan.
Pada akhirnya, pembangunan tidak hanya bertumpu pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kuatnya kemitraan. Ketika pemerintah dan dunia usaha berjalan beriringan, harapan masyarakat untuk hidup lebih sejahtera menemukan jalannya sendiri.


















