Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Tambahan DAU Jadi Napas Baru NTT

33
×

Tambahan DAU Jadi Napas Baru NTT

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KUPANG |LINTASTIMOR.ID— Di tengah ruang fiskal daerah yang sedang tidak mudah, kabar tentang tambahan dana dari Pemerintah Pusat datang seperti ruang bernapas yang tiba-tiba terbuka. Bagi Nusa Tenggara Timur, tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) bukan semata angka dalam lembar anggaran, melainkan dukungan untuk memastikan pelayanan publik dan pembangunan tetap bergerak.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan, Pemerintah Pusat memberikan tambahan DAU kepada daerah di tengah kondisi fiskal yang sedang menghadapi tantangan. Untuk Provinsi NTT sendiri, tambahan tersebut mencapai Rp17,415 miliar.

Example 300x600

Dukungan itu tidak hanya diterima Pemerintah Provinsi NTT. Seluruh kabupaten/kota se-NTT juga memperoleh tambahan DAU dengan besaran yang berbeda-beda. Jika diakumulasikan, total tambahan dana untuk seluruh wilayah NTT mencapai Rp1,094 triliun.

Angka tersebut merupakan sekitar lima persen dari total tambahan dana sebesar Rp20,5 triliun yang diberikan kepada 490 pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Bagi Melki Laka Lena, tambahan anggaran tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar bertambahnya kapasitas fiskal daerah. Ia melihatnya sebagai bentuk perhatian Pemerintah Pusat terhadap daerah yang sedang menghadapi tekanan ruang fiskal.

Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh masyarakat NTT, Melki menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas dukungan tersebut.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto atas perhatian dan kepeduliannya kepada daerah,” kata Melki.

Menurut dia, tambahan DAU tersebut memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk menjaga pelayanan publik sekaligus melanjutkan program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Di tengah keterbatasan fiskal, ruang tambahan itu menjadi penting. Pemerintah daerah membutuhkan kemampuan untuk mempertahankan layanan dasar sekaligus memastikan agenda pembangunan tidak berhenti hanya karena tekanan anggaran.

Melki menegaskan bahwa makna dukungan tersebut tidak berhenti pada persoalan nominal.

“Bagi saya, ini bukan hanya soal tambahan anggaran. Ini tentang perhatian pemerintah pusat kepada daerah. Tentang gotong royong. Tentang memastikan pembangunan tetap berjalan, bahkan ketika tantangan fiskal sedang berat,” ujarnya.

Pernyataan itu menggambarkan cara Pemerintah Provinsi NTT memaknai tambahan DAU sebagai bagian dari hubungan fiskal dan gotong royong antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam situasi ketika ruang fiskal daerah menghadapi tekanan, dukungan tambahan dapat menjadi instrumen untuk menjaga agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan program pembangunan tidak kehilangan momentum.

Kado Fiskal Menjelang Kemerdekaan

Ada alasan lain yang membuat tambahan DAU tersebut terasa istimewa bagi NTT. Dukungan itu datang hanya beberapa hari menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Karena itu, Melki menyebut tambahan dana tersebut sebagai hadiah istimewa bagi NTT dari Presiden Prabowo Subianto.

“Dan karena datang hanya beberapa hari menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, izinkan saya menyebutnya: ini kado istimewa untuk NTT dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Melki.

Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan beserta jajaran Kementerian Keuangan, serta Menteri Dalam Negeri dan jajaran Kementerian Dalam Negeri.

“Terima kasih, Bapak Presiden. Terima kasih kepada Menteri Keuangan dan jajaran Kementerian Keuangan, serta Menteri Dalam Negeri dan jajaran Kemendagri,” katanya.

Melki memastikan dukungan tersebut akan dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat NTT.

“Dukungan ini akan kami jaga dan gunakan sebaik-baiknya untuk rakyat NTT,” tegasnya.

Tambahan DAU sebesar Rp17,415 miliar bagi Provinsi NTT, serta akumulasi Rp1,094 triliun untuk seluruh kabupaten/kota di provinsi itu, kini menempatkan pemerintah daerah pada satu pekerjaan penting: memastikan ruang fiskal tambahan tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi pelayanan dan pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Sebab, pada akhirnya, angka dalam anggaran hanya akan memiliki arti ketika berubah menjadi sesuatu yang nyata dalam kehidupan rakyat—pelayanan yang tetap hadir, pembangunan yang terus bergerak, dan harapan yang tidak terhenti hanya karena ruang fiskal sedang sempit.

Menjelang 81 tahun Indonesia merdeka, kado itu bukan sekadar angka dalam kas daerah, melainkan pesan bahwa di tengah keterbatasan, pembangunan NTT tidak boleh kehilangan napas.

Example 300250