Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaHukum & KriminalNasionalPeristiwa

Identitas Wanita Misterius di Balik Kematian Yanto Benu

4
×

Identitas Wanita Misterius di Balik Kematian Yanto Benu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KUPANG |LINTASTIMOR.ID — Sebuah nama kini telah berada di tangan penyidik, tetapi belum juga dibuka ke hadapan publik. Perempuan berusia 30-an tahun yang terakhir diketahui bersama Yanto Kristo Benu sebelum pria itu ditemukan tewas di sebuah kamar penginapan di Kabupaten Kupang, masih menjadi bagian dari rangkaian misteri yang sedang dirajut polisi.

Polres Kupang telah mengantongi identitas perempuan tersebut. Namun, penyidik memilih menahannya untuk sementara, sembari menunggu sejumlah hasil pemeriksaan ilmiah yang diharapkan dapat membantu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sebelum Yanto mengembuskan napas terakhir.

Example 300x600

Perempuan itu diketahui check in bersama Yanto di Wilma Penginapan 1, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Polisi hanya menyebut usianya berada di kisaran 30-an tahun dan bekerja di sektor swasta.

Kasatreskrim Polres Kupang, Randy, mengatakan perempuan tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk memberikan keterangan kepada penyidik.

“Perempuan itu bekerja di sektor swasta dan sudah dewasa, berusia 30-an tahun. Yang bersangkutan juga sedang dalam tahap pengambilan keterangan,” jelas Randy.

Keterangan tersebut memperlihatkan bahwa polisi belum menarik kesimpulan apa pun dari keberadaan perempuan itu di lokasi kejadian. Pemeriksaan masih diarahkan untuk menyusun rangkaian peristiwa secara utuh, termasuk mencocokkan keterangan saksi dengan bukti-bukti yang telah diamankan dari tempat kejadian perkara.

Polisi juga belum membuka identitas perempuan tersebut kepada publik. Menurut Randy, identitas itu akan disampaikan melalui konferensi pers setelah hasil pemeriksaan sampel dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri diterima penyidik.

Langkah itu ditempuh agar hasil pemeriksaan laboratorium tidak berdiri sendiri, melainkan dapat disandingkan dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan para saksi.

“Identitasnya akan kami umumkan melalui konferensi pers setelah hasil pemeriksaan sampel dari Puslabfor Mabes Polri keluar,” kata Randy.

Menurut dia, pencocokan berbagai hasil pemeriksaan tersebut penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa yang menimpa Yanto.

Sebab hingga kini, penyebab kematian pria berusia 32 tahun asal Jalan Beringin, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, itu belum terungkap.

Penyidik masih menunggu hasil uji patologi anatomi di Laboratorium Kupang serta pemeriksaan toksikologi di Puslabfor Bareskrim Polri.

Dua pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya polisi memastikan penyebab kematian korban, terutama ketika fakta-fakta di lokasi kejadian belum cukup untuk menjawab seluruh pertanyaan yang muncul.

Randy menyebut, selain menunggu hasil laboratorium, penyidik juga terus memperdalam keterangan dari orang-orang yang dianggap mengetahui rangkaian peristiwa sebelum Yanto ditemukan meninggal dunia.

“Untuk penyebab kematian korban, kami masih menunggu hasil uji patologi anatomi dan toksikologi. Sementara jumlah saksi yang sudah diperiksa sebanyak enam orang,” pungkas Randy.

Jejak Terakhir Sebelum Kematian

Sebelumnya, polisi mengungkap bahwa Yanto sempat check in bersama seorang perempuan sebelum ditemukan tewas di dalam kamar penginapan.

Berdasarkan keterangan saksi, perempuan tersebut disebut tidak ikut menginap. Namun, keberadaannya tetap menjadi bagian dari informasi yang sedang ditelusuri penyidik karena ia diketahui berada bersama korban sebelum peristiwa kematian itu terungkap.

Sejumlah barang bukti juga telah menjadi bagian dari pemeriksaan, di antaranya kondom, dompet dan barang lainnya yang ditemukan dalam rangkaian penyelidikan.

Barang-barang tersebut belum dapat berdiri sebagai kesimpulan tersendiri. Polisi masih harus menghubungkannya dengan hasil pemeriksaan laboratorium, olah TKP, serta keterangan enam saksi yang telah diperiksa.

Menunggu Jawaban dari Bukti

Dalam kasus kematian yang masih menyisakan pertanyaan, identitas seseorang yang berada bersama korban memang dapat menjadi bagian penting dari konstruksi penyelidikan. Namun, keberadaan seseorang di lokasi sebelum korban ditemukan meninggal tidak serta-merta membuktikan keterlibatan dalam kematian tersebut.

Karena itu, langkah polisi menunggu hasil patologi anatomi dan toksikologi, sekaligus mencocokkannya dengan bukti TKP dan keterangan saksi, menjadi penting agar kesimpulan perkara tidak dibangun hanya dari dugaan atau potongan informasi.

Kini, penyelidikan bergerak dalam ruang yang sunyi: satu nama telah diketahui, enam saksi telah dimintai keterangan, sejumlah barang telah diamankan, sementara jawaban paling penting—apa yang menyebabkan Yanto Kristo Benu meninggal—masih menunggu kepastian dari hasil pemeriksaan ilmiah.

Di balik pintu kamar penginapan tempat Yanto ditemukan tak bernyawa, masih tersisa satu pertanyaan yang belum menemukan jawaban: apakah jejak-jejak yang ditinggalkan malam itu akhirnya mampu mengungkap kebenaran tentang kematian Yanto?

Example 300250
Penulis: Redaksi LintasTimor.idEditor: Agustinus Bobe