MAPPI |LINTASTIMOR.ID— Di balik setiap angka dalam laporan keuangan, ada tanggung jawab negara yang harus dapat dijelaskan. Karena itu, ketelitian administrasi bukan sekadar pekerjaan di balik meja, melainkan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Semangat tersebut menjadi pijakan Seksi Pengawasan (Siwas) Polres Mappi ketika menggelar supervisi administrasi internal di Mapolres Mappi, Rabu (19/8/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kelengkapan administrasi, tertib pertanggungjawaban, serta transparansi pengelolaan anggaran di setiap jajaran.
Kepala Seksi Pengawasan Polres Mappi, Ipda Melania E. Wawi, S.IP., memimpin langsung pemeriksaan. Satu demi satu dokumen pertanggungjawaban keuangan dari sub-satuan kerja diperiksa, termasuk berkas pendukung realisasi anggaran.
Supervisi tersebut menjadi bagian dari fungsi kontrol internal Polri. Pemeriksaan berkala dilakukan agar setiap sub-satker mampu menyajikan laporan keuangan secara akuntabel, sesuai ketentuan, sekaligus meminimalkan kekeliruan administratif.
“Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, ada beberapa sub-satker yang kami temukan belum taat administrasi. Karena itu, kami koreksi untuk segera dibenahi,” ujar Melania.
Menurut dia, pemeriksaan administrasi keuangan tidak semata-mata bertujuan menemukan kekurangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi instrumen pengendalian agar penggunaan anggaran tetap berjalan sesuai rencana pendistribusian anggaran atau rendisgar.
“Setiap aktivitas pemanfaatan anggaran negara wajib memenuhi administrasi pertanggungjawaban keuangan sebagai instrumen transparansi, akuntabilitas publik, dan kepatuhan regulatif,” tegas Melania.
Seluruh berkas pendukung realisasi anggaran menjadi sasaran pemeriksaan. Proses supervisi dilakukan secara teliti untuk memastikan setiap penggunaan anggaran memiliki dasar administrasi dan pertanggungjawaban yang jelas.
Administrasi sebagai Benteng Akuntabilitas
Dalam tata kelola institusi publik, administrasi keuangan merupakan salah satu lapis penting pengawasan. Ketika setiap rupiah anggaran memiliki dokumen pertanggungjawaban yang lengkap dan sesuai ketentuan, ruang bagi kekeliruan dapat dipersempit sekaligus memperkuat akuntabilitas organisasi.
Karena itu, temuan ketidaktaatan administrasi dalam supervisi tersebut menjadi bagian dari proses koreksi internal. Pembenahan sejak awal memungkinkan setiap sub-satker bekerja lebih tertib dan memastikan pelaksanaan anggaran tetap berada pada jalur yang telah direncanakan.
Siwas Polres Mappi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal tertib administrasi di lingkungan Polres Mappi. Pengawasan internal diharapkan tidak berhenti sebagai pemeriksaan dokumen, tetapi menjadi budaya kerja yang menopang profesionalitas dan kebersihan institusi.
Sebab pada akhirnya, kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui tindakan besar di lapangan, tetapi juga melalui ketelitian kecil dalam setiap lembar pertanggungjawaban yang dapat dipertanggungjawabkan.


















