Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupNasionalPeristiwa

Saat Salat Jumat, Kateman Diingatkan Bahaya Karhutla

1
×

Saat Salat Jumat, Kateman Diingatkan Bahaya Karhutla

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KATEMAN |LINTASTIMOR.ID— Ketika suara azan Jumat memanggil warga untuk meninggalkan sejenak kesibukan dunia, pesan tentang keselamatan lingkungan turut disampaikan. Di antara halaman rumah ibadah dan langkah masyarakat menuju masjid, aparat kepolisian mengingatkan satu ancaman yang sering bermula dari bara kecil: kebakaran hutan dan lahan.

Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, Kepolisian Sektor (Polsek) Kateman melalui jajaran Bhabinkamtibmas menggencarkan sosialisasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat di sejumlah tempat ibadah di wilayah Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir.

Example 300x600

Sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Tagaraja Aipda M. Agung SP, Bhabinkamtibmas Desa Air Tawar Brigadir Ichsan Syahputra, serta Bhabinkamtibmas Desa Sungai Teritib Brigadir Ariyanto Ardi.

Pesan pencegahan disampaikan di Masjid Al-Ikhlas Sungai Guntung, Kelurahan Tagaraja, Majelis Taklim Al-Ikhlas Desa Air Tawar, serta Masjid Istiqomah Kelurahan Bandar Sri Gemilang.

Di tempat-tempat itu, aparat menyampaikan pesan yang sederhana, tetapi menentukan: jangan biarkan api menjadi awal dari bencana.

“Api tidak pernah bertanya seberapa kecil ia dinyalakan. Ketika bertemu lahan yang kering, ia dapat tumbuh menjadi bencana yang sulit dikendalikan.”

Dari Rumah Ibadah, Pesan Menjaga Alam

Masyarakat diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki kerawanan terhadap kebakaran.

Imbauan serupa diberikan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas memancing.

Mereka diminta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi, sehingga tidak menjadi sumber pemicu kebakaran.

Pesan tersebut menyentuh kebiasaan-kebiasaan kecil yang terkadang dianggap sepele. Padahal, dalam kondisi lingkungan yang rentan, satu bara dapat menjadi titik awal kobaran yang meluas.

Ketika Asap Mengganggu Pernapasan

Selain mengingatkan soal pencegahan, masyarakat juga diberikan pesan mengenai kesehatan apabila terjadi pencemaran udara akibat karhutla.

Warga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah apabila kondisi udara terdampak asap.

Dengan demikian, pencegahan karhutla tidak hanya berkaitan dengan menjaga lahan dan hutan, tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat yang dapat terdampak ketika asap menyelimuti permukiman.

Tanggung Jawab yang Tidak Bisa Dipisahkan

Kapolsek Kateman Kompol Backtiar, S.H., M.H., melalui jajaran Bhabinkamtibmas mengajak seluruh masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan.

Pencegahan karhutla, dalam pesan yang disampaikan aparat, merupakan tanggung jawab bersama.

Secara kontekstual, pendekatan pencegahan melalui ruang-ruang sosial masyarakat seperti tempat ibadah memiliki nilai strategis karena pesan lingkungan dapat disampaikan langsung kepada warga dalam suasana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di wilayah yang memiliki lahan gambut dan potensi kerawanan kebakaran, pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan tindakan setelah api muncul. Kesadaran untuk tidak membakar lahan, memastikan puntung rokok padam, melaporkan titik api, serta menjaga kesehatan ketika udara tercemar menjadi rangkaian tindakan masyarakat yang dapat menentukan seberapa cepat sebuah ancaman dapat dihentikan.

Pesan itu akhirnya kembali pada hal paling sederhana: api harus dicegah sebelum membesar.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena api yang kecil dapat menjadi bencana besar dan merugikan masyarakat serta lingkungan,” demikian imbauan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Di Kateman, pesan itu mengalir dari rumah-rumah ibadah menuju kehidupan masyarakat—menyentuh kebiasaan, kesadaran, dan tanggung jawab bersama.

Sebab menjaga hutan tidak selalu dimulai dari langkah besar; terkadang ia bermula dari satu tangan yang memilih memadamkan bara sebelum api menemukan jalan menjadi bencana.

Example 300250
Penulis: YantiEditor: Agustinus Bobe