MEDAN | LINTASTIMOR.ID – Di balik hamparan perkebunan dan aktivitas industri yang menggerakkan roda perekonomian, terdapat tanggung jawab sosial yang tidak boleh terpisah dari kehidupan masyarakat. Pembangunan tidak hanya diukur dari hasil produksi dan capaian usaha, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Komitmen itulah yang ditunjukkan PTPN IV Regional 2. Hingga Kuartal III 2026, perusahaan perkebunan milik negara tersebut telah menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp7,82 miliar yang menjangkau 16 kabupaten/kota di Pulau Sumatra.
Bantuan tersebut menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan sarana ibadah, pendidikan, penghijauan, ketahanan pangan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Muhammad Ridho Nasution, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan TJSL dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kondisi lingkungan di setiap daerah.
Artinya, program sosial perusahaan tidak semata-mata berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga diarahkan agar memiliki manfaat nyata dan sesuai dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Program TJSL merupakan salah satu upaya PTPN IV Regional 2 untuk tumbuh bersama masyarakat. Kita ingin bantuan yang disalurkan memiliki relevansi dengan kebutuhan di lapangan, sehingga dukungan tidak terpusat pada satu sektor tertentu,” kata Ridho kepada awak media, Kamis (5/11/2026).
Besarnya alokasi bantuan tersebut memperlihatkan jangkauan program yang tersebar di berbagai wilayah. Kabupaten Simalungun menjadi penerima alokasi terbesar dengan nilai Rp2,8 miliar, disusul Kabupaten Langkat sebesar Rp1,6 miliar dan Kota Medan sebesar Rp936 juta.
Sementara itu, Kabupaten Asahan menerima Rp274 juta, Kabupaten Batu Bara Rp106 juta, Kabupaten Deli Serdang Rp96 juta, Kabupaten Karo Rp45 juta, Kota Pematangsiantar Rp401 juta, Kabupaten Labuhanbatu Rp287 juta, serta Kabupaten Labuhanbatu Utara Rp75 juta.
Penyaluran bantuan juga menjangkau Kabupaten Mandailing Natal sebesar Rp350 juta, Kabupaten Padang Lawas Rp49 juta, Kabupaten Padang Lawas Utara Rp15 juta, Kabupaten Pasaman Barat Rp241 juta, Kabupaten Rokan Hilir Rp49 juta, dan Kabupaten Serdang Bedagai Rp331 juta.
Sebaran tersebut menggambarkan upaya perusahaan menghadirkan kontribusi sosial lintas wilayah, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di sekitar kegiatan operasionalnya.
Namun, kontribusi PTPN IV Regional 2 tidak berhenti pada bantuan sosial. Aktivitas perusahaan juga menjadi bagian dari pergerakan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan usaha.
Ridho menegaskan, keberlanjutan perusahaan memiliki hubungan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, perusahaan berupaya memperluas kontribusi agar pertumbuhan usaha berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Perusahaan sadar masa depan usaha berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi lingkungan di sekitarnya. Karena itulah PTPN IV Regional 2 selalu ingin berkontribusi lebih besar lagi untuk masyarakat,” ujar Ridho.
Pandangan serupa disampaikan Corporate Communication PTPN IV Regional 2, Maktal Kunto Aji. Menurutnya, sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjalankan kegiatan usaha secara produktif sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat.
Kehadiran perusahaan, kata Aji, diharapkan tidak hanya terlihat melalui aktivitas perkebunan, tetapi juga dirasakan melalui berbagai program sosial dan kesempatan ekonomi yang terbuka bagi warga setempat.
“Kehadiran PTPN IV Regional 2 diharap dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Melalui TJSL, kami mendukung kebutuhan sosial yang beragam. Di sisi lain, kegiatan operasional Perusahaan juga memberi ruang bagi masyarakat setempat untuk terlibat, baik sebagai tenaga kerja maupun berbagai usaha,” kata Aji.
Ia menjelaskan, hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat dibangun melalui partisipasi, komunikasi, serta kepercayaan yang dipelihara dalam jangka panjang. Atas dasar itu, PTPN IV Regional 2 terus berupaya menjaga hubungan kemitraan sekaligus memastikan setiap program sosial berjalan efektif.
Bagi perusahaan, keberhasilan pembangunan bukan hanya tentang bagaimana sumber daya perkebunan dikelola untuk menghasilkan nilai ekonomi, melainkan juga bagaimana hasil dari kegiatan usaha tersebut dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sosial.
Melalui program TJSL dan aktivitas perekonomian lokal, PTPN IV Regional 2 berharap dapat terus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan nasional. Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mengelola sumber daya perkebunan secara berkelanjutan, memberikan kontribusi kepada negara, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“PTPN IV Regional 2 memohon doa dan dukungan dari semua kalangan untuk bisa berkontribusi dan bermanfaat lebih besar lagi untuk bangsa dan negara,” ujar Aji mengakhiri.
Pada akhirnya, nilai sebuah perusahaan tidak hanya tercermin dari besarnya produksi, luasnya wilayah operasional, atau capaian finansial. Lebih dari itu, keberadaannya juga diukur dari jejak manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat dan lingkungan tempat perusahaan bertumbuh.


















