Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupHiburanKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Polwan Mappi Dituntut Berdampak, Bukan Sekadar Berseragam

15
×

Polwan Mappi Dituntut Berdampak, Bukan Sekadar Berseragam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAPPI |LINTASTIMOR.ID— Pagi itu, Aula Rupatama Polres Mappi tidak sekadar menjadi ruang perayaan. Di antara seragam cokelat dan suasana syukuran Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 Tahun 2026, terselip pesan tentang sebuah tanggung jawab: bahwa kehadiran seorang Polwan harus mampu meninggalkan jejak kebaikan yang dirasakan masyarakat.

Selasa (1/9/2026), sekitar 60 orang berkumpul dalam syukuran yang dimulai pukul 10.00 WIT tersebut. Hadir Kapolres Mappi Kompol Suparmin, S.IP., M.H., para pejabat utama, perwira dan personel Polres Mappi, Polwan serta Bhayangkari Cabang Mappi.

Example 300x600

Tema “Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat” atau “One Police Woman, Extraordinary Impact” menjadi napas utama perayaan. Bukan semata slogan, tema itu menjadi penanda bahwa perjalanan 78 tahun Polwan harus diterjemahkan ke dalam kualitas pelayanan, perlindungan dan pengayoman yang nyata.

Rangkaian kegiatan diawali pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan Kapolres, pemotongan tumpeng/kue, foto bersama, ramah tamah dan makan bersama.

Namun, di balik seremoni sederhana itu, Kapolres Mappi menyampaikan pesan yang jauh lebih besar: bertambahnya usia Polwan harus berjalan beriringan dengan bertambahnya kedewasaan, kemampuan dan tanggung jawab.

“Tema Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat tentunya memiliki konsekuensi dan tanggung jawab bagi kita semua. Setiap Polwan diharapkan mampu memberikan dampak yang positif dan signifikan, baik bagi masyarakat maupun bagi institusi Kepolisian.”

Kompol Suparmin, S.IP., M.H., Kapolres Mappi

Suparmin berharap kehadiran Polwan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan semakin menunjukkan kualitas serta tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas.

Saat ini, Polres Mappi memiliki 11 personel Polwan. Jumlah itu diharapkan terus bertambah sehingga setiap Polsek nantinya dapat memiliki personel Polwan, terutama untuk mendukung penanganan persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Persoalan yang menyentuh perempuan dan anak membutuhkan pelayanan yang profesional sekaligus pendekatan yang mampu menghadirkan rasa aman. Dalam ruang seperti itulah keberadaan Polwan menjadi penting—bukan hanya sebagai bagian dari struktur organisasi kepolisian, tetapi juga sebagai wajah pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Karena itu, seluruh Polwan diminta tidak berhenti belajar. Pengetahuan, keterampilan dan profesionalisme harus terus diasah agar tugas kepolisian dapat dijalankan secara semakin matang dan bertanggung jawab.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya koordinasi ketika personel menghadapi persoalan dalam pelaksanaan tugas.

“Apabila dalam pelaksanaan tugas terdapat permasalahan, jangan mengambil keputusan sendiri tanpa melakukan koordinasi. Segera berkomunikasi dan meminta arahan kepada senior Polwan, Wakapolres maupun Kapolres.”

Kompol Suparmin, S.IP., M.H.

Menurutnya, seluruh fungsi kepolisian memiliki peran penting dan saling mendukung. Tidak ada fungsi yang dianggap tidak penting dalam menjalankan tugas institusi.

“Tidak ada fungsi yang tidak penting. Seluruh personel harus saling menopang dan bekerja sama dalam melaksanakan tugas.”

Kompol Suparmin, S.IP., M.H.

Ketika Pengabdian Harus Terasa

Pesan Kapolres tersebut memperlihatkan bahwa profesionalisme kepolisian tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan prosedur, tetapi juga dari kecakapan berkoordinasi, mengambil keputusan secara tepat dan bekerja dalam satu kesatuan.

Bagi Mappi, kebutuhan terhadap personel Polwan di setiap Polsek memiliki arti strategis. Kehadiran mereka dapat memperkuat pelayanan, khususnya dalam menghadapi persoalan perempuan dan anak yang membutuhkan penanganan profesional, sensitif dan berorientasi pada perlindungan.

Dengan demikian, tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” tidak berhenti sebagai rangkaian kata dalam sebuah perayaan. Ia merupakan tantangan agar setiap Polwan mampu menghadirkan perubahan, sekecil apa pun, yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Menutup arahannya, Kapolres Mappi mengajak seluruh Polwan memperkuat komitmen, memperbanyak belajar dan latihan, serta meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng/kue, foto bersama, ramah tamah dan makan bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.50 WIT dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.

Sebab pada akhirnya, usia hanya mencatat perjalanan waktu. Tetapi pengabdianlah yang menentukan seberapa berarti sebuah seragam di mata masyarakat.

Example 300250