TIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Persatuan, persaudaraan, dan pelestarian budaya menjadi pesan utama dalam pelantikan Badan Pengurus Kerukunan Keluarga Besar Kalwedo Maluku Barat Daya (KKB Kalwedo MBD) Kabupaten Mimika periode 2026–2031. Kepengurusan yang dipimpin Pdt. Victor Warint, S.Th., itu resmi dilantik pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Gedung Eme Neme Yauware, Timika.
Sambutan Bupati Mimika, Johannes Rettob, dibacakan oleh Fransiskus Bokeyau, S.Pd., Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Dalam sambutan tersebut, Bupati menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan hanya seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk memperkuat ikatan kekeluargaan, merawat nilai-nilai luhur leluhur, sekaligus meneguhkan peran organisasi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kerukunan keluarga memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.”
Pesan itu menempatkan KKB Kalwedo MBD tidak hanya sebagai wadah berkumpulnya masyarakat asal Maluku Barat Daya, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan solidaritas, mempererat persaudaraan, dan membangun kepedulian di tengah kehidupan sosial.
Bupati berharap organisasi tersebut menjadi tempat bagi anggotanya untuk saling menopang, baik dalam suasana suka maupun duka. Lebih dari itu, nilai-nilai kebersamaan diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka mengenal asal-usul, mencintai identitas budaya, dan menjaga warisan leluhur.
Kepengurusan periode 2026–2031 pun diharapkan mampu membangun organisasi yang solid, terbuka, dan merangkul seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang.
Dengan semangat tersebut, KKB Kalwedo MBD diharapkan benar-benar menjadi rumah bersama bagi keluarga besar Maluku Barat Daya yang menetap dan berkarya di Kabupaten Mimika.
Merawat harmoni di tengah keberagaman
Di tengah kemajemukan masyarakat Mimika, persatuan menjadi fondasi penting untuk menjaga kehidupan yang aman dan damai. Kabupaten ini dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, adat istiadat, serta latar belakang budaya yang berbeda.
Karena itu, Bupati mengajak keluarga besar Kalwedo untuk turut mengambil bagian dalam memelihara keamanan, ketertiban, toleransi, dan keharmonisan sosial.
Perbedaan, sebagaimana ditekankan dalam sambutannya, semestinya menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan bersama, bukan alasan untuk membangun sekat di antara sesama.
“Pemerintah Kabupaten Mimika senantiasa mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kerukunan keluarga, untuk bersama-sama menyukseskan pembangunan daerah.”
Ajakan tersebut menegaskan bahwa pembangunan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Partisipasi masyarakat melalui gagasan, tenaga, kontribusi sosial, dan semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemajuan daerah.
Dalam konteks itu, organisasi kerukunan memiliki ruang pengabdian yang luas. Selain memperkuat ikatan internal anggotanya, organisasi juga dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarkelompok masyarakat.
Pengurus didorong menghadirkan program nyata
Bupati juga berharap pengurus baru KKB Kalwedo MBD mampu menerjemahkan semangat persatuan ke dalam program kerja yang konkret dan bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.
Sejumlah bidang yang menjadi perhatian meliputi kegiatan sosial kemasyarakatan, pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pengurus diminta menjalankan amanah dengan integritas, mengutamakan kepentingan bersama, dan menjaga kepercayaan anggota. Organisasi juga diharapkan dikelola secara kompak, komunikatif, dan bertanggung jawab sehingga keberadaannya dapat dirasakan melalui kerja nyata.
Pesan tersebut sejalan dengan motto KKB Kalwedo MBD, “Bersatu, Bersaudara, Membangun Bersama.”
Motto itu bukan hanya rangkaian kata, melainkan nilai yang diharapkan menjadi pedoman dalam setiap langkah organisasi: menyatukan keluarga besar, merawat persaudaraan, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Di akhir sambutannya, Bupati Johannes Rettob menyampaikan selamat kepada seluruh badan pengurus KKB Kalwedo MBD Kabupaten Mimika periode 2026–2031. Ia berharap para pengurus memperoleh hikmat, kekuatan, dan penyertaan Tuhan dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab organisasi.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah organisasi kerukunan tidak hanya diukur dari susunan kepengurusan atau kemeriahan pelantikan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga persaudaraan, merawat identitas budaya, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Di tengah keberagaman Mimika, semangat bersatu dan bersaudara diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan bersama untuk membangun daerah yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera.


















