Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Pemkab Mimika dan Karang Taruna Satukan Langkah: Dari Kota Tambang Menuju Kebangkitan Pemuda hingga Kampung-Kampung

81
×

Pemkab Mimika dan Karang Taruna Satukan Langkah: Dari Kota Tambang Menuju Kebangkitan Pemuda hingga Kampung-Kampung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID– Di tengah denyut Kota Timika yang terus bertumbuh dengan segala dinamika sosialnya, sebuah ruang rapat di Kantor Distrik Mimika Baru, Selasa (26/5/2026), menjelma menjadi titik temu antara harapan dan tanggung jawab. Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Karang Taruna duduk satu meja, membahas rancangan Peraturan Bupati (Perbup) dan pembentukan kepengurusan Karang Taruna hingga ke 18 distrik, 19 kelurahan, dan 133 kampung.

Bukan sekadar rapat administratif biasa. Pertemuan itu seperti menyalakan kembali api lama tentang pentingnya pemuda hadir di tengah masyarakat—bukan hanya sebagai penonton pembangunan, tetapi sebagai penjaga denyut sosial di akar rumput.

Example 300x600

Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menegaskan bahwa Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus mitra pemerintah dalam menjawab persoalan sosial masyarakat.

╔══════════════════════════════════════════╗
“Karang Taruna memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat distrik, kelurahan, maupun kampung. Organisasi ini bukan hanya tempat berhimpunnya pemuda, tetapi juga mitra pemerintah dalam menjawab persoalan sosial kemasyarakatan.”
╚══════════════════════════════════════════╝

Menurut Bokeyau, penyusunan draf Perbup menjadi fondasi penting agar organisasi kepemudaan tersebut memiliki arah yang jelas, legitimasi kuat, dan pola kerja yang tertata. Ia menyambut baik rencana pembentukan pengurus hingga ke tingkat distrik, kelurahan, dan kampung agar pembinaan generasi muda tidak berhenti di pusat kota semata.

Sementara itu, Ketua Umum Karang Taruna Timika, Vinsensius Apoka, menyebut rapat koordinasi tersebut merujuk pada aturan baru mengenai Karang Taruna yang diharapkan mampu memperjelas posisi organisasi dalam struktur pembinaan pemerintah daerah.

╔══════════════════════════════════════════╗
“Dengan adanya pembahasan draf ini, kami harap bisa terwujud kebijakan daerah yang mengatur secara jelas Karang Taruna berada di dinas mana dan fokus pada dinas teknis tertentu.”
╚══════════════════════════════════════════╝

Di balik kalimat formal itu, tersimpan kegelisahan panjang tentang banyaknya persoalan sosial yang tumbuh diam-diam di tengah cepatnya perkembangan Mimika. Apoka menegaskan bahwa Karang Taruna siap menjadi garda sosial pemerintah daerah, terutama di wilayah dengan intensitas persoalan sosial tertinggi.

╔══════════════════════════════════════════╗
“Meski tidak selalu terlihat, tetapi fokus pada kasus sosial yang ada, kami siap turun membentuk Karang Taruna di tingkat distrik, kelurahan, dan kampung.”
╚══════════════════════════════════════════╝

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyin Temorubun, mengingatkan agar semangat rapat tidak berhenti sebagai tumpukan dokumen dan notulen belaka. Ia berharap Karang Taruna hadir nyata di tengah masyarakat, membantu sosialisasi kebijakan pemerintah hingga mendampingi pelaku usaha dan warga di kawasan perkotaan yang terus berkembang.

Menurutnya, Mimika Baru kini menjadi wajah urban Kabupaten Mimika dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Dalam situasi itu, keterlibatan aktif pemuda menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam edukasi pengelolaan sampah dan penataan usaha masyarakat.

╔══════════════════════════════════════════╗
“Mari kita bekerja bersama, konsisten, sehingga masyarakat percaya dan program-program pemerintah bisa masuk dengan baik.”
╚══════════════════════════════════════════╝

Secara kontekstual, langkah penyusunan Perbup dan pembentukan Karang Taruna hingga ke kampung-kampung menunjukkan kesadaran baru Pemerintah Kabupaten Mimika bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur dan investasi ekonomi. Di tengah pertumbuhan wilayah yang cepat, pemerintah mulai menempatkan pemuda sebagai kekuatan sosial yang mampu menjaga stabilitas masyarakat, merawat solidaritas warga, sekaligus menjadi jembatan antara kebijakan negara dan realitas kehidupan rakyat di lapangan.

Rapat koordinasi itu pun berakhir bukan dengan tepuk tangan yang gemuruh, melainkan dengan kesadaran sunyi bahwa masa depan Mimika tidak hanya ditentukan oleh tambang, gedung, atau jalan-jalan baru—tetapi juga oleh seberapa kuat generasi mudanya tumbuh, bergerak, dan tetap peduli pada sesama hingga ke sudut-sudut kampung paling jauh.

Example 300250