Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Kabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Pemda Mimika Menata Masa Depan Kesehatan: Kebijakan PHBS Disiapkan, Kolaborasi Lintas Sektor Diuji

13
×

Pemda Mimika Menata Masa Depan Kesehatan: Kebijakan PHBS Disiapkan, Kolaborasi Lintas Sektor Diuji

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA  |LINTASTIMOR.ID — Kesehatan masyarakat tidak selalu dimulai dari ruang perawatan rumah sakit. Ia tumbuh dari kebiasaan sederhana di rumah, dari lingkungan yang terjaga kebersihannya, dari kesadaran menjaga tubuh, hingga dari keputusan bersama untuk menjadikan hidup sehat sebagai bagian dari kebudayaan sehari-hari.

Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kesadaran itu kini hendak diperkuat melalui sebuah langkah kebijakan. Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menyiapkan landasan penyelenggaraan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sebuah upaya yang menempatkan kebiasaan masyarakat sebagai bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan.

Example 300x600

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan awal penyelenggaraan program PHBS yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di Timika, Kamis (8/10/2026). Forum ini menjadi bagian dari penyusunan Rancangan Kebijakan Penyelenggaraan PHBS Kabupaten Mimika Tahun 2026.

Di balik pembahasan rancangan kebijakan itu, terdapat pekerjaan yang lebih luas daripada sekadar menyusun dokumen pemerintahan: menyatukan pemahaman, memperjelas tanggung jawab, dan membangun komitmen agar perilaku hidup sehat tidak berhenti sebagai imbauan.

Sebab, kebijakan kesehatan baru menemukan maknanya ketika mampu menjangkau kehidupan masyarakat—ketika prinsip yang dibicarakan dalam forum pemerintah dapat diterapkan di rumah tangga, sekolah, tempat kerja, dan lingkungan tempat warga menjalani kesehariannya.

Dari meja kebijakan menuju kebiasaan masyarakat

Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, yang mewakili Bupati Mimika untuk membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kebijakan daerah sebagai pedoman bersama dalam penyelenggaraan PHBS.

Bagi pemerintah daerah, kebijakan diperlukan agar pelaksanaan program memiliki arah yang jelas, koordinasi yang terbangun, serta pembinaan yang dapat dijalankan secara terencana.

Fransiskus mengingatkan bahwa upaya memperkuat PHBS membutuhkan landasan yang mampu menyatukan berbagai unsur, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Diperlukan kebijakan daerah yang mampu menjadi pedoman bersama dalam melaksanakan koordinasi, pembinaan, pengetahuan dan informasi terkait PHBS.”

Pernyataan itu menempatkan kebijakan sebagai titik awal untuk menyelaraskan langkah. Namun, keselarasan tidak cukup dibangun melalui kesamaan pemahaman di dalam forum. Ia membutuhkan pembagian peran yang jelas, koordinasi yang berjalan, serta kesediaan setiap sektor untuk mengambil bagian dalam pelaksanaannya.

Mimika memiliki masyarakat dengan kondisi dan kebutuhan kesehatan yang beragam. Karena itu, rancangan kebijakan PHBS perlu disusun dengan mempertimbangkan keadaan nyata di daerah, bukan semata-mata memenuhi kebutuhan administratif.

Fransiskus meminta para peserta memberikan masukan untuk memperkuat substansi rancangan sebelum memasuki tahapan berikutnya.

“Pembahasan ini merupakan tahapan penting. Kita berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan sehingga menghasilkan rumusan yang sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan masyarakat.”

Pesan tersebut menggarisbawahi arti penting partisipasi dalam penyusunan kebijakan. Sebuah rumusan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan bahasa dan ketepatan ketentuan, tetapi juga oleh kemampuannya menjawab persoalan yang hendak diselesaikan.

Di sinilah tantangan pemerintah daerah berada: memastikan bahwa kebijakan yang dirancang memiliki hubungan nyata dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diterjemahkan menjadi tindakan yang terukur.

Ketika persoalan kesehatan menuntut kerja bersama

Kabupaten Mimika masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan. Malaria, tuberkulosis atau TBC, stunting, penyakit tidak menular, hingga persoalan kesehatan lingkungan menjadi bagian dari masalah yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Persoalan tersebut tidak selalu dapat dijawab melalui pengobatan setelah seseorang jatuh sakit. Upaya pencegahan, peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku, dan pemberdayaan masyarakat juga memegang peranan penting.

Di titik inilah PHBS memperoleh relevansinya.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat menempatkan individu, keluarga, dan masyarakat bukan hanya sebagai penerima layanan kesehatan, melainkan juga sebagai pelaku yang berperan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup.

Ketua Panitia kegiatan, Nelly Pangaribuan, menjelaskan bahwa penguatan PHBS perlu dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif, pemberdayaan masyarakat, serta pembinaan pada berbagai tatanan kehidupan.

Rumah tangga menjadi salah satu ruang penting untuk membangun kebiasaan sehat. Satuan pendidikan, tempat kerja, dan lingkungan masyarakat juga memerlukan perhatian agar pesan kesehatan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi perilaku yang dilakukan secara konsisten.

“PHBS menempatkan individu, keluarga dan masyarakat sebagai pelaku utama dalam membangun sekaligus membudayakan kebiasaan hidup sehat.”

Pernyataan tersebut membawa perhatian pada satu hal mendasar: kesehatan masyarakat tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada tenaga medis.

Puskesmas tetap memiliki peran penting dalam pelayanan dan pembinaan kesehatan. Namun, upaya membangun masyarakat yang lebih sehat membutuhkan dukungan dari sektor lain, termasuk unsur pemerintahan dan lingkungan sosial tempat perilaku masyarakat terbentuk.

Pencegahan penyakit, misalnya, tidak cukup hanya melalui penyampaian informasi. Pesan kesehatan perlu didukung pembinaan yang berkesinambungan, keterlibatan masyarakat, serta koordinasi antarpihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab.

Dengan demikian, PHBS bukan semata-mata program kesehatan. Ia juga merupakan pekerjaan bersama untuk membangun lingkungan yang mendukung kehidupan masyarakat yang lebih sehat.

Kebijakan harus keluar dari dokumen

Penyusunan rancangan kebijakan PHBS menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memperjelas bagaimana setiap sektor dapat mengambil bagian dalam pelaksanaan program.

Menurut Nelly, pertemuan tersebut diarahkan untuk mendorong tersedianya kebijakan daerah tentang PHBS sebagai salah satu indikator program promosi kesehatan. Pembahasan juga mencakup penyelarasan rancangan dan penegasan peran lintas sektor sebelum proses penetapan.

“Pertemuan ini dilaksanakan untuk mendorong tersedianya kebijakan daerah tentang PHBS sebagai salah satu indikator program promosi kesehatan melalui penyelarasan rancangan dan penegasan peran lintas sektor sebelum proses penetapan.”

Penegasan itu menunjukkan bahwa penyusunan kebijakan tidak berhenti pada perumusan gagasan. Ada kebutuhan untuk menyepakati arah pelaksanaan, memastikan siapa melakukan apa, dan merancang tindak lanjut yang dapat dijalankan.

Dinas Kesehatan Mimika menargetkan pertemuan tersebut menghasilkan catatan dan masukan dari peserta, kesepakatan pembahasan, pembagian peran lintas sektor, serta rencana tindak lanjut.

Seluruh hasil itu akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan sebelum memasuki proses penetapan.

Tahapan ini penting karena kebijakan yang baik perlu memiliki pijakan pelaksanaan yang jelas. Tanpa pembagian tanggung jawab dan koordinasi yang memadai, program berisiko berhenti pada kegiatan sosialisasi atau menjadi agenda yang hanya bergerak ketika pertemuan dilaksanakan.

Sebaliknya, ketika peran masing-masing sektor dirumuskan dengan baik, pelaksanaan program memiliki peluang lebih besar untuk berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Ukuran keberhasilannya pun tidak cukup hanya dilihat dari tersusunnya dokumen. Perlu ada perhatian terhadap bagaimana kebijakan diterapkan, bagaimana masyarakat memperoleh pembinaan, dan bagaimana pelaksanaan program dievaluasi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dengan kata lain, pekerjaan penting dimulai ketika rumusan kebijakan beralih menjadi tanggung jawab nyata.

Membangun budaya sehat, merawat masa depan mimika

Fransiskus Bokeyau mengingatkan bahwa membangun masyarakat yang sehat membutuhkan proses panjang dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Perubahan perilaku tidak dapat diharapkan berlangsung seketika. Ia membutuhkan pengetahuan, keteladanan, pembinaan, dan komitmen yang dipelihara dari waktu ke waktu.

Karena itu, pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan perlu bergerak dalam semangat yang sama. Masing-masing memiliki peran untuk membangun lingkungan yang mendukung perilaku hidup bersih dan sehat.

“Semangat membangun hidup bersih dan sehat harus menjadi komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat Mimika yang sehat dan sejahtera.”

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan bukan hanya urusan penanganan penyakit, melainkan bagian dari pembangunan manusia dan kualitas kehidupan masyarakat.

Ketika kebiasaan sehat tumbuh dalam keluarga, ketika lingkungan pendidikan memberikan ruang bagi pembiasaan hidup bersih, dan ketika berbagai sektor bekerja dengan arah yang sama, upaya kesehatan memiliki fondasi sosial yang lebih kuat.

Namun, cita-cita itu memerlukan kesinambungan. Kebijakan harus diikuti pelaksanaan, pelaksanaan membutuhkan koordinasi, dan koordinasi perlu disertai evaluasi agar hambatan dapat dikenali serta diperbaiki.

Bagi Mimika, penyusunan kebijakan PHBS merupakan langkah awal untuk memperkuat fondasi tersebut. Forum yang berlangsung di Timika itu menjadi ruang untuk menyelaraskan pemahaman dan menyusun arah kerja bersama sebelum rancangan memasuki tahapan penetapan.

Pada akhirnya, keberhasilan PHBS tidak hanya akan ditentukan oleh seberapa baik sebuah kebijakan dirumuskan, tetapi juga oleh seberapa jauh kebijakan itu mampu mendorong perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, masyarakat yang sehat tidak dibangun dalam satu pertemuan. Ia tumbuh melalui kebiasaan yang dipelihara, tanggung jawab yang dijalankan, dan kerja bersama yang tidak terputus.

Di Mimika, ikhtiar itu sedang dirumuskan: menata kebijakan hari ini, memperkuat budaya hidup sehat, dan membuka jalan menuju masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

Example 300250