Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkamTeknologi

MyRoxy Resmi Dibuka, Ekonomi Belu Mendapat Energi Baru

35
×

MyRoxy Resmi Dibuka, Ekonomi Belu Mendapat Energi Baru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID— Pusat Kota Atambua kembali menyalakan denyut barunya. Di tengah geliat perdagangan yang terus tumbuh di wilayah perbatasan, MyRoxy Superstore resmi membuka pintunya melalui Grand Opening yang digelar di pelataran MyRoxy Superstore, Rabu (16/9/2026).

Pembukaan itu tidak sekadar menandai hadirnya pusat perbelanjaan baru. Lebih jauh, kehadiran MyRoxy membawa pesan tentang tumbuhnya kepercayaan dunia usaha terhadap Kabupaten Belu sekaligus membuka ruang baru bagi perputaran ekonomi masyarakat.

Example 300x600

Saat membacakan sambutan Bupati Belu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu, Vincensius Kurniawan Laka, ST., menyebut investasi tersebut sebagai bagian penting dari geliat ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Belu, katanya, menyambut kehadiran MyRoxy sebagai mitra dalam memperkuat aktivitas perdagangan sekaligus menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen MyRoxy atas kepercayaannya menanamkan modal di Rai Belu. Ini adalah penggerak ekonomi yang membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal,” ujar Vincensius.

Pernyataan tersebut menempatkan investasi tidak semata sebagai masuknya modal dan berdirinya bangunan komersial baru. Bagi pemerintah daerah, investasi diharapkan memiliki mata rantai manfaat yang lebih panjang—dari terbukanya lapangan pekerjaan hingga bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

Harapan itu kemudian diarahkan lebih jauh kepada UMKM. Pemerintah Kabupaten Belu meminta MyRoxy tidak berhenti sebagai ruang perdagangan modern, tetapi ikut menjadi etalase bagi produk-produk unggulan daerah.

Pemerintah berharap tersedia ruang pamer khusus bagi produk lokal, mulai dari kain tenun ikat, kerajinan tangan hingga kuliner khas Belu. Ruang tersebut diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan produk masyarakat dengan konsumen yang lebih luas.

“Dengan adanya ruang tersebut, produk lokal kita bisa bersaing di pasar modern dan dikenal lebih luas. Ini adalah bentuk sinergi antara retail modern dan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Gagasan itu memperlihatkan bahwa modernisasi perdagangan dan pemberdayaan UMKM tidak harus berjalan di dua jalur berbeda. Kehadiran ritel modern justru dapat menjadi pintu masuk bagi produk lokal untuk memperoleh ruang tampil, pasar baru, dan kesempatan berkompetisi di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Belu juga menyatakan komitmennya untuk terus mempermudah proses perizinan investasi. Kebijakan tersebut diarahkan agar modal yang masuk ke daerah tidak berhenti pada aktivitas bisnis, tetapi mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Di sisi lain, Dewan Direksi MyRoxy Superstore Atambua, Idwan Hardi, menegaskan bahwa kehadiran MyRoxy dibangun dengan semangat memberikan pelayanan dan pilihan kepada masyarakat. Konsep tersebut diwujudkan melalui keberagaman barang, harga yang bersaing, serta pelayanan yang mengutamakan kenyamanan konsumen.

“MyRoxy hadir bukan untuk mematikan usaha kecil, tetapi untuk memberikan pilihan berbelanja yang lebih baik dan nyaman bagi keluarga. Kami juga berterima kasih kepada Pemkab Belu yang telah mendukung proses perizinan sehingga kami bisa beroperasi dengan baik,” ungkap Idwan.

Pernyataan Idwan sekaligus menegaskan posisi MyRoxy dalam lanskap perdagangan Atambua: hadir sebagai pusat belanja modern, tetapi tetap membawa pesan bahwa keberadaannya diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan pelaku usaha kecil.

Dalam kesempatan tersebut, Idwan juga menyampaikan terima kasih kepada Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr., yang memimpin Misa Syukur sekaligus memberkati gedung. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pekerja dan pihak yang terlibat dalam proses pembangunan MyRoxy Superstore Atambua.

Grand Opening tersebut dihadiri Forkompinda Kabupaten Belu, jajaran manajemen MyRoxy, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para pelaku usaha.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan besarnya perhatian terhadap perkembangan sektor perdagangan modern di Atambua. Sebagai kota transit strategis antara Indonesia dan Timor Leste, pertumbuhan pusat-pusat perdagangan turut menjadi bagian dari dinamika ekonomi kawasan perbatasan.

Ketika Etalase Modern Bertemu Produk Lokal

Dalam konteks ekonomi daerah, tantangan berikutnya bukan sekadar bagaimana menghadirkan pusat perdagangan modern, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut menciptakan hubungan yang saling menguatkan dengan ekonomi masyarakat. Karena itu, ruang bagi tenun ikat, kerajinan, dan kuliner lokal menjadi penting agar modernisasi perdagangan tidak hanya menghadirkan pilihan konsumsi, tetapi juga membuka jalan bagi produk Belu untuk tumbuh di rumahnya sendiri.

Kini, pintu MyRoxy Superstore telah terbuka. Masyarakat Belu mendapatkan pilihan berbelanja yang lebih lengkap dan dekat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah. Di balik cahaya toko dan ramainya aktivitas perdagangan, tersimpan harapan yang lebih sederhana sekaligus lebih besar: agar setiap langkah baru dalam ekonomi Belu akhirnya bermuara pada semakin banyaknya kesempatan bagi masyarakatnya untuk tumbuh bersama.

 

Example 300250