Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaKesehatanNasionalPolkamTeknologi

Merawat Mimika dari Hal-Hal Sederhana: Dinkes Gandeng Seluruh Elemen Masyarakat Perkuat PHBS

50
×

Merawat Mimika dari Hal-Hal Sederhana: Dinkes Gandeng Seluruh Elemen Masyarakat Perkuat PHBS

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Perubahan besar sering kali lahir dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan kesadaran. Dari tangan yang rajin dicuci, lingkungan yang dijaga tetap bersih, hingga kepedulian sederhana terhadap kesehatan keluarga. Di Kabupaten Mimika, ikhtiar itu kini dirajut bersama oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam sebuah gerakan kolektif memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Di tengah tantangan kesehatan yang masih membayangi sejumlah wilayah, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memilih membangun fondasi yang paling mendasar: mengubah perilaku dan menumbuhkan kesadaran. Sebab kesehatan bukan hanya urusan rumah sakit dan tenaga medis, melainkan juga lahir dari kebiasaan masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Example 300x600

Melalui kegiatan promosi kesehatan, Dinas Kesehatan Mimika menghadirkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan pemerintah distrik, kepala kampung, lurah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, kader Posyandu hingga tenaga kesehatan. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa perjuangan membangun masyarakat sehat membutuhkan langkah yang dilakukan bersama.

Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Mimika, Marience Aruan, menegaskan bahwa keterlibatan seluruh unsur masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

╔══════════════════════════════════════╗
║ “Melalui kegiatan ini kami ingin ║
║ membangun komitmen bersama agar ║
║ seluruh unsur masyarakat ikut ║
║ berperan dalam mengajak warga ║
║ menerapkan perilaku hidup bersih ║
║ dan sehat.” ║
╚══════════════════════════════════════╝

Menurut Marience, membangun budaya hidup sehat tidak mungkin hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Dibutuhkan dukungan para tokoh yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima, dipahami, dan diterapkan secara nyata.

Ia menjelaskan, para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan menjadi perpanjangan tangan edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, informasi mengenai pola hidup sehat dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat kampung dan komunitas terkecil.

Langkah ini menjadi semakin relevan karena Mimika masih menghadapi sejumlah persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama, seperti malaria, tuberkulosis (TBC), dan stunting. Dalam banyak kasus, keberhasilan menekan angka penyakit tidak hanya bergantung pada layanan pengobatan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk mencegah risiko sejak awal melalui perilaku hidup sehat.

Secara kontekstual, pendekatan kolaboratif yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta kader kesehatan merupakan strategi yang efektif dalam membangun perubahan sosial. Di wilayah dengan karakter masyarakat yang beragam seperti Mimika, pesan kesehatan akan lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh figur-figur yang memiliki kedekatan budaya dan sosial dengan warga.

Dinas Kesehatan Mimika berharap sinergi yang terbangun antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan dapat memperkuat upaya pencegahan penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk menjadikan hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari budaya sehari-hari.

Pada akhirnya, kesehatan bukan sekadar angka statistik yang dicatat dalam laporan tahunan. Ia tumbuh dari kesadaran yang hidup di setiap rumah, setiap keluarga, dan setiap kampung—sebuah ikhtiar sederhana yang, ketika dilakukan bersama, mampu mengubah masa depan Mimika menjadi lebih sehat dan lebih bermartabat.

Example 300250