Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalPeristiwaPolkam

Lurah Fatukbot Turun Langsung Awasi Pangkalan BBM, Pastikan Minyak Tanah Dibagi Adil Untuk Warga

134
×

Lurah Fatukbot Turun Langsung Awasi Pangkalan BBM, Pastikan Minyak Tanah Dibagi Adil Untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AATAMBUA | LINTASTIMOR.ID  – Di tengah keluhan warga tentang kelangkaan minyak tanah yang sempat mencuat dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Kelurahan Fatukbot memilih tidak hanya menunggu laporan di balik meja. Mereka turun langsung ke lapangan, menyusuri pangkalan demi pangkalan, memastikan setiap tetes minyak tanah benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Langkah pengawasan itu dilakukan setelah rapat koordinasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perizinan, Asisten II Setda Belu, serta Bagian Ekonomi. Dari ruang rapat, keputusan kemudian bergerak ke lapangan melalui inspeksi mendadak dan pengawasan langsung terhadap seluruh pangkalan minyak tanah yang berada di wilayah Kelurahan Fatukbot.

Example 300x600

Lurah Fatukbot, Emerentiana Moru, SST, kepada Redaksi Lintastimor.id, Selasa (9/6/2026), mengatakan bahwa pengawasan dilakukan untuk mencegah penimbunan, menghindari praktik pelayanan melalui kurir, dan memastikan distribusi minyak tanah berlangsung secara adil bagi seluruh warga.

╔════════════════════════════════════╗
║ “Tujuannya agar tidak terjadi ║
║ penimbunan, tidak ada pelayanan ║
║ kurir, dan seluruh masyarakat ║
║ mendapat pelayanan secara adil.” ║
╚════════════════════════════════════╝

Menurut Emerentiana, di Kelurahan Fatukbot terdapat 12 pangkalan minyak tanah yang tersebar di tiga wilayah, yakni empat pangkalan di Tubakiaon, empat di Motabuik, dan empat di Asuulun.

Namun dari jumlah tersebut, hanya sebagian yang masih aktif beroperasi. Berdasarkan hasil pemantauan pada Senin (8/6/2026), terdapat empat pangkalan yang sudah tidak beroperasi. Dua di antaranya memilih tidak melanjutkan usaha setelah mengurus izin, satu pangkalan tidak diketahui keberadaannya, sementara satu lainnya tidak lagi menerima pasokan minyak dari agen.

Saat ini, pangkalan yang masih aktif melayani masyarakat berada di Tubakiaon sebanyak dua pangkalan, Motabuik satu pangkalan, dan Asuulun dua pangkalan.

Pengawasan yang dilakukan pemerintah kelurahan bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada 29 Mei 2026, tim kelurahan bersama Bhabinkamtibmas telah melakukan pemantauan serupa. Kegiatan kedua kembali dilakukan pada Senin kemarin dengan melibatkan aparat dan pegawai kelurahan.

Dalam setiap pengawasan, pemerintah kelurahan menekankan agar distribusi minyak tanah dilakukan secara merata dengan batas pembelian lima liter per orang dan harga tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp4.000 per liter.

╔════════════════════════════════════╗
║ “Harapan kami saat minyak turun, ║
║ pangkalan membagi secara merata ║
║ kepada masyarakat, maksimal lima ║
║ liter per orang dan dijual sesuai ║
║ HET Rp4.000 per liter.” ║
╚════════════════════════════════════╝

Dari hasil pemantauan terbaru, pemerintah kelurahan menemukan bahwa rata-rata pangkalan telah melayani warga Fatukbot dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.

Meski demikian, masih ditemukan kendala di lapangan. Beberapa warga datang membawa hingga tiga jeriken untuk membeli minyak tanah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi kesempatan warga lain untuk mendapatkan jatah yang sama.

Karena itu, pemerintah kelurahan kembali menegaskan aturan bahwa satu kepala keluarga hanya diperbolehkan membeli satu jeriken, sehingga distribusi dapat menjangkau lebih banyak warga. Sementara bagi pemilik warung kecil, pembelian masih dapat dilayani hingga 20 liter untuk kebutuhan usaha.

Secara kontekstual, langkah pengawasan yang dilakukan Kelurahan Fatukbot menunjukkan bahwa persoalan kelangkaan minyak tanah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga menyangkut tata kelola distribusi di tingkat bawah. Ketika pengawasan diperkuat dan aturan ditegakkan secara konsisten, peluang terjadinya penimbunan maupun ketimpangan akses dapat ditekan sehingga manfaat subsidi benar-benar dirasakan masyarakat.

Di tengah keterbatasan pasokan dan tingginya kebutuhan rumah tangga, keadilan distribusi menjadi kunci. Sebab bagi banyak keluarga, minyak tanah bukan sekadar bahan bakar, melainkan denyut kecil yang menjaga dapur tetap menyala dan kehidupan sehari-hari terus berjalan.

Example 300250