Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupHiburanNasionalPeristiwaPolkam

Kita Semua Akan Menjadi Lansia”: Dari Pelataran Plaza Perizinan Belu, Willybrodus Lay Menyalakan Martabat Usia Senja

110
×

Kita Semua Akan Menjadi Lansia”: Dari Pelataran Plaza Perizinan Belu, Willybrodus Lay Menyalakan Martabat Usia Senja

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID —Pagi di pelataran Plaza Perizinan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, perbatasan RI – RDTL , Sabtu (23/5/2026), tidak hanya dipenuhi irama senam dan langkah jalan sehat. Di antara tawa para orang tua, semangat para siswa, dan denting musik yang menyatu dengan udara Atambua, ada satu pesan yang terasa lebih dalam dari sekadar seremoni: usia tua bukan akhir perjalanan, melainkan mahkota kehidupan yang harus dihormati.

Dalam suasana hangat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 bertema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, Bupati Belu Wilybrodus Lay, S .H hadir bersama jajaran pimpinan daerah, Ketua TP PKK dan seluruh anggota, instansi terkait, hingga para lansia yang pagi itu menjadi pusat penghormatan masyarakat.

Example 300x600

Dengan nada tenang namun menyentuh, Willybrodus Lay membuka acara di hadapan ratusan warga yang memadati plaza.

╔════════════════════════════════╗
❝ Kita semua akan menuju masa tua.
Bukan hanya Bapak-Ibu yang hadir di sini,
kami yang berdiri di panggung ini pun
suatu saat akan menjadi lansia. ❞
Willybrodus Lay
╚════════════════════════════════╝

Kalimat itu seketika mengubah suasana. Peringatan HLUN tidak lagi terasa sekadar agenda tahunan pemerintah, tetapi menjadi ruang refleksi bersama tentang penghormatan terhadap umur, pengalaman hidup, dan kemanusiaan.

Acara yang digelar melalui kolaborasi Dinas Sosial PMD, Dinas Kesehatan, dan berbagai instansi terkait ini menghadirkan beragam pelayanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat. Pemeriksaan kesehatan gratis hingga donor darah menjadi bagian dari kepedulian nyata terhadap kualitas hidup para lansia di Kabupaten Belu.

Namun pagi itu tidak hanya berbicara tentang kesehatan. Ia juga berbicara tentang kebersamaan lintas generasi. Para lansia bergerak mengikuti senam Zumba dengan penuh semangat, sementara para siswa SMP, komunitas AMJ Line Dance, unsur TNI-Polri, BPJS Kesehatan, Bank NTT, serta pimpinan OPD membaur tanpa sekat dalam suasana yang hidup dan manusiawi.

Di sela kegiatan, Bupati Belu kembali menegaskan harapannya agar Plaza Perizinan tetap menjadi ruang publik yang sehat dan tertata. Ia meminta para pelaku UMKM tidak mendirikan tenda di badan jalan agar kawasan utama plaza tetap terbuka bagi aktivitas masyarakat seperti olahraga, jalan santai, dan kegiatan sosial lainnya.

╔════════════════════════════════╗
❝ Semoga peringatan Hari Lansia ini
dapat dilaksanakan setiap tahun dan
menjadi agenda rutin kita di tempat ini.
Selamat Hari Lanjut Usia Nasional,
sukses selalu, dan salam sehat untuk
kita semua. ❞
╚════════════════════════════════╝

Secara kontekstual, peringatan HLUN di Belu tahun ini memperlihatkan perubahan cara pandang pemerintah daerah terhadap lansia. Lansia tidak lagi ditempatkan sebagai kelompok yang hanya menerima bantuan sosial, tetapi sebagai bagian penting dari denyut sosial masyarakat yang tetap aktif, sehat, dan bermartabat. Di tengah tantangan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia, pendekatan yang menempatkan lansia sebagai subjek pembangunan menjadi langkah penting menuju daerah yang lebih inklusif dan berkeadilan sosial.

Menjelang siang, musik, tawa, dan langkah kaki perlahan mereda di pelataran plaza. Tetapi pesan yang tertinggal justru semakin kuat: suatu hari nanti, setiap manusia akan tiba di usia senja. Dan cara sebuah daerah memperlakukan para lansianya hari ini, sesungguhnya adalah cermin tentang bagaimana masa depan kemanusiaan sedang dibangun.

Example 300250