Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupHiburanKabupaten MimikaNasionalPolkam

Ketika Kalwedo Menyatukan Hati Dalam Persaudaraan

10
×

Ketika Kalwedo Menyatukan Hati Dalam Persaudaraan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Pagi itu, Gedung SD Koperapoka I di Jalan Ahmad Yani bukan sekadar menjadi tempat berkumpul. Di ruang sederhana itu, suara-suara keluarga Kalwedo bertemu, membawa harapan yang sama: menemukan seorang pemimpin yang mampu menjaga rumah besar persaudaraan tetap berdiri kokoh di tanah Mimika.

Pada 25 Agustus 2026, suasana pemilihan Ketua Kerukunan Keluarga Besar Kalwedo (KKBK) Kabupaten Mimika terasa lebih dari sekadar pergantian kepengurusan.

Example 300x600

Ada harapan yang dititipkan.

Ada kepercayaan yang diberikan.

Dan ada tanggung jawab yang akhirnya jatuh kepada Pdt. Victor Warint, S.Th.

Victor terpilih sebagai Ketua KKBK Kabupaten Mimika periode 2026–2031 setelah bersaing dengan tiga kandidat lainnya, yakni Yoksan Talalus, S.H., Tommy Wonsera, dan Selvanus Erlely.

Ketika namanya ditetapkan sebagai ketua terpilih, kemenangan itu tidak ia letakkan sebagai kebanggaan pribadi. Ia menerimanya sebagai amanah yang lahir dari kepercayaan keluarga besar Kalwedo.

“Kepercayaan ini bukan sekadar amanah untuk memimpin, tetapi juga panggilan untuk menjaga persaudaraan. Karena itu, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Kalwedo yang telah memberikan kepercayaan ini,” kata Victor.

Kalimat itu mengalir sederhana, tetapi menyimpan makna yang lebih dalam.

Sebab sebuah organisasi kerukunan tidak hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, rapat, atau program kerja. Di dalamnya ada hubungan darah, tanah asal, pengalaman hidup, dan rasa saling memiliki yang dibawa para perantau ketika menapakkan kaki di tempat baru.

Di Mimika, keluarga besar Kalwedo tumbuh menjadi bagian dari masyarakat yang hidup bersama dengan berbagai suku, agama, dan latar belakang.

Karena itu, Victor ingin kepengurusan KKBK periode 2026–2031 tidak berhenti pada penguatan hubungan internal. Ia mendorong komunikasi yang lebih luas dengan berbagai sektor dan elemen masyarakat.

Menurutnya, kekuatan sebuah kerukunan bukan terletak pada banyaknya orang yang berhimpun, melainkan pada kemampuan mereka menjaga satu sama lain ketika menghadapi persoalan.

“Marilah kita saling mendukung. Kita jaga hubungan kekeluargaan Kalwedo, sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat lainnya di Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Pesan itu menjadi penting di tengah kehidupan Mimika yang terus bergerak dengan keberagaman.

Bagi Victor, persaudaraan tidak boleh menjadi tembok yang memisahkan satu kelompok dari kelompok lainnya. Sebaliknya, identitas budaya dan kekeluargaan harus menjadi jembatan untuk membangun kehidupan bersama.

Dari Rumah Kerukunan Menuju Ruang Kebersamaan

Kepemimpinan baru KKBK juga diarahkan untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Victor memandang organisasi kerukunan sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Karena itu, komunikasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kepengurusan lima tahun mendatang.

Koordinasi tersebut terutama diarahkan untuk mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Mimika.

Di titik ini, kerukunan tidak hanya berbicara tentang siapa berasal dari mana.

Ia berbicara tentang bagaimana setiap orang memilih untuk hidup berdampingan.

Mimika telah menjadi rumah bagi banyak orang. Mereka datang dari berbagai pulau, membawa bahasa, adat, tradisi, iman, serta pengalaman masing-masing. Namun, ketika semua berada di tanah yang sama, kehidupan menuntut sebuah kemampuan yang lebih besar: menghormati perbedaan dan merawat persaudaraan.

Victor ingin KKBK mengambil bagian dalam ruang kebersamaan itu.

Kepengurusan baru diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya warga asal Maluku Barat Daya, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas, kepedulian, dan kontribusi sosial bagi masyarakat Mimika.

Menjaga Persaudaraan, Merawat Kepercayaan

Lima tahun ke depan tentu bukan perjalanan yang pendek.

Akan ada program yang harus dijalankan. Akan ada persoalan yang perlu dibicarakan. Akan ada perbedaan pendapat yang membutuhkan kedewasaan untuk diselesaikan.

Namun, semua itu dapat menjadi bagian dari perjalanan sebuah organisasi ketika komunikasi tetap dijaga dan persaudaraan ditempatkan sebagai fondasi.

Di Gedung SD Koperapoka I, mandat kepemimpinan itu telah diberikan.

Victor kini membawa sebuah amanah yang bukan hanya tertulis dalam struktur kepengurusan, tetapi juga melekat pada kepercayaan keluarga besar Kalwedo.

Di balik jabatan ketua, ada tanggung jawab untuk mendengar.

Di balik organisasi, ada kewajiban untuk merangkul.

Dan di balik keberagaman, ada panggilan untuk menjaga persaudaraan.

Dalam perspektif iman yang menjadi bagian dari perjalanan Victor sebagai seorang pendeta, persaudaraan bukan sekadar ikatan sosial. Ia juga merupakan panggilan untuk menghadirkan kasih dalam kehidupan bersama.

Sebab ketika manusia memilih untuk saling menopang, di sanalah sebuah komunitas menemukan kekuatannya.

Dan ketika perbedaan tidak lagi menjadi alasan untuk menjauh, melainkan kesempatan untuk saling mengenal, sebuah kerukunan dapat tumbuh menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya.

KKBK Mimika kini memasuki babak baru.

Bukan hanya tentang siapa yang memimpin selama lima tahun, tetapi tentang bagaimana sebuah keluarga besar menjaga rumah persaudaraannya tetap hangat—di tengah keberagaman Mimika yang terus berkembang.

Karena kepemimpinan pada akhirnya bukan tentang berdiri paling depan, melainkan tentang kesediaan berjalan bersama dan memastikan tidak ada saudara yang ditinggalkan.

Example 300250