PUNCAK |LINTASTIMOR.ID— Di Beoga, ketika pegunungan berdiri sebagai saksi dan jalan-jalan panjang menghubungkan aparat dengan warga, pesan tentang keamanan kembali ditegaskan: ketenangan tidak lahir dari kewaspadaan semata, tetapi dari kepercayaan yang dirawat bersama.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menyambangi Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Rabu (19/8/2026). Kunjungan kerja itu bukan sekadar pemeriksaan rutin. Ia datang untuk melihat langsung denyut keamanan di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan dinamika gangguan kamtibmas, sekaligus memastikan kesiapan personel TNI-Polri yang bertugas.
Di tengah masyarakat, Kapolda memilih ruang dialog. Ia berbicara dengan warga, mendengar, sekaligus menyampaikan pesan bahwa keamanan tidak semestinya hanya diletakkan di pundak aparat. Masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menjaga ruang hidupnya tetap damai.
“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, komunikasi antara masyarakat dan aparat harus terus dibangun. Jika ada persoalan, mari kita selesaikan dengan komunikasi dan kebersamaan, sehingga situasi di Beoga tetap aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang.”
Pesan itu menjadi inti kunjungan Kapolda: membangun keamanan dari kedekatan, bukan sekadar dari jarak pengamanan. Hubungan yang sehat antara aparat dan masyarakat dinilai penting untuk menumbuhkan kepercayaan sekaligus memperkuat daya cegah terhadap potensi gangguan keamanan.
Kapolda berharap kebersamaan tersebut terus dipelihara. Masyarakat didorong ikut menciptakan lingkungan yang aman agar aktivitas sosial, ekonomi, dan pembangunan dapat berlangsung tanpa dibayangi rasa khawatir.
“Harapan kami, masyarakat dan aparat bisa terus bersinergi. Dengan komunikasi yang baik, saling menghormati dan saling menjaga, kita dapat menciptakan Beoga yang aman, damai dan semakin maju.”
Setelah berdialog dengan masyarakat, Kapolda juga memberikan perhatian kepada personel TNI-Polri. Ia meninjau fasilitas dan melihat langsung kesiapan Polsek Beoga, sembari mengingatkan setiap anggota agar tetap siaga, solid, dan peka membaca perubahan situasi di lapangan.
“Saya hadir di sini untuk memberikan motivasi kepada seluruh aparat keamanan, meninjau fasilitas serta melihat langsung kesiapan personel Polsek Beoga. Ini merupakan bentuk perhatian terhadap kesiapan satuan dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mengantisipasi setiap perkembangan situasi keamanan di wilayah Distrik Beoga.”
Dalam wilayah dengan tantangan keamanan yang tidak sederhana, Kapolda menekankan pentingnya soliditas TNI-Polri. Koordinasi, deteksi dini, pencegahan, serta pendekatan humanis harus berjalan beriringan.
Aparat, kata dia, tidak boleh menunggu gangguan terjadi untuk kemudian bergerak. Setiap perkembangan harus dibaca sedini mungkin melalui komunikasi dan koordinasi yang kuat.
“Kita harus selalu siap, peka terhadap perkembangan situasi dan saling mendukung. Jangan menunggu gangguan terjadi baru bertindak. Deteksi dini, komunikasi dan koordinasi harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari.”
Secara kontekstual, kunjungan ini memperlihatkan bahwa pendekatan keamanan di wilayah seperti Beoga tidak cukup hanya bertumpu pada kesiapsiagaan personel. Kondisi geografis, dinamika sosial, serta kebutuhan masyarakat menuntut kehadiran aparat yang mampu menggabungkan ketegasan dengan pendekatan humanis. Di titik inilah komunikasi menjadi instrumen penting: bukan hanya untuk meredam potensi konflik, tetapi juga membangun kepercayaan sebagai fondasi keamanan jangka panjang.
Kunjungan Kapolda Papua Tengah sekaligus menjadi penanda bahwa negara berupaya hadir hingga ke wilayah yang memiliki tantangan geografis dan keamanan cukup tinggi. Beoga tidak hanya membutuhkan aparat yang siap menghadapi ancaman, tetapi juga membutuhkan ruang perjumpaan yang membuat masyarakat merasa didengar dan dilindungi.
Sebab pada akhirnya, keamanan bukan semata tentang seberapa kuat aparat berjaga di sebuah wilayah. Keamanan tumbuh ketika masyarakat dan aparat saling percaya, ketika kewaspadaan berjalan bersama kemanusiaan, dan ketika setiap orang merasa memiliki tanggung jawab menjaga tanah tempat mereka hidup.
Di Beoga, pesan itu sederhana tetapi tegas: damai tidak datang dengan sendirinya; ia harus dijaga bersama, setiap hari.


















