Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupHiburanKabupaten MappiKabupaten MimikaKesehatanNasionalOtomotifPeristiwaPolkamTeknologi

Johannes Rettob Bangun Fondasi Prestasi dari Kampung, Setiap Kampung Ditargetkan Miliki Lapangan Olahraga

94
×

Johannes Rettob Bangun Fondasi Prestasi dari Kampung, Setiap Kampung Ditargetkan Miliki Lapangan Olahraga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Di tengah derasnya pembangunan yang terus bergerak di Kabupaten Mimika, sebuah gagasan besar tengah disiapkan dari akar rumput. Bukan dimulai dari stadion megah atau arena pertandingan berkelas nasional, melainkan dari lapangan-lapangan sederhana di kampung-kampung yang kelak diharapkan melahirkan atlet-atlet masa depan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Mimika, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik. Ia adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat, berkarakter, disiplin, dan berprestasi. Karena itu, pembangunan olahraga kini ditempatkan sejajar dengan pembangunan sumber daya manusia yang menjadi fondasi kemajuan daerah.

Example 300x600

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa pembinaan olahraga harus dimulai dari tingkat paling bawah, yakni kampung dan distrik, melalui peran aktif Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Saya sudah pesan kepada KONI ║ ║ bahwa pembinaan olahraga harus ║ ║ dimulai dari kampung hingga ke ║ ║ distrik.” ║ ║ ║ ║ — Johannes Rettob ║ ╚════════════════════════════════════╝

Menurut Johannes, untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga di seluruh wilayah Mimika, pemerintah akan membentuk kepengurusan KONI dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) hingga ke tingkat distrik.

Kepengurusan tersebut nantinya akan dipimpin langsung oleh kepala distrik sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mengembangkan potensi olahraga masyarakat.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Di distrik-distrik nanti akan ║ ║ dibentuk KONI daerah yang ║ ║ diketuai oleh kepala distrik. ║ ║ Kepala distrik juga akan ║ ║ merangkap sebagai Ketua KORMI, ║ ║ dan selanjutnya akan kita ║ ║ evaluasi secara berkala.” ║ ║ ║ ║ — Johannes Rettob ║ ╚════════════════════════════════════╝

Johannes menilai, keberhasilan program pembinaan olahraga tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Karena itu, pembangunan fasilitas olahraga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pembinaan atlet sejak usia dini.

Menurutnya, ketika ruang-ruang olahraga tersedia di kampung-kampung, anak-anak akan memiliki tempat untuk bermain, berlatih, dan mengasah bakat mereka. Dari lapangan sederhana itulah bibit-bibit atlet dapat tumbuh dan berkembang.

Lebih jauh, Johannes menegaskan bahwa pembangunan dari kampung menuju kota tidak boleh dimaknai sebatas pembangunan fisik semata. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk membangun karakter masyarakat melalui olahraga, budaya, kesenian, dan penguatan mental sosial.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Membangun dari kampung ke kota ║ ║ bukan hanya soal fisik. Mental ║ ║ masyarakat, olahraga, budaya, ║ ║ dan kesenian juga harus dibangun ║ ║ dari kampung menuju kota.” ║ ║ ║ ║ — Johannes Rettob ║ ╚════════════════════════════════════╝

Karena itu, Bupati Mimika telah meminta seluruh kepala distrik untuk mendorong pembangunan fasilitas olahraga di setiap kampung sebagai sarana pembinaan sekaligus ruang interaksi positif bagi masyarakat.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Saya sudah sampaikan kepada ║ ║ para kepala distrik bahwa setiap ║ ║ kampung harus memiliki lapangan ║ ║ olahraga, bagaimana pun caranya. ║ ║ Dengan begitu masyarakat akan ║ ║ lebih termotivasi untuk ║ ║ berolahraga dan mengembangkan ║ ║ bakat yang mereka miliki.” ║ ║ ║ ║ — Johannes Rettob ║ ╚════════════════════════════════════╝

Secara kontekstual, langkah membangun olahraga dari kampung merupakan pendekatan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pertumbuhan. Banyak atlet besar Indonesia lahir dari daerah dengan fasilitas terbatas, tetapi memiliki ruang untuk berlatih dan pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, penyediaan lapangan olahraga di kampung-kampung dapat menjadi investasi strategis yang bukan hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang sehat, produktif, dan terhindar dari berbagai pengaruh negatif.

Pada akhirnya, sebuah lapangan olahraga mungkin hanya terlihat sebagai hamparan tanah atau rumput di sudut kampung. Namun dari tempat sederhana itulah mimpi-mimpi besar sering kali mulai berlari, tumbuh, dan menemukan jalannya menuju panggung prestasi. Sebab masa depan olahraga Mimika sesungguhnya tidak dibangun dari gemerlap kota, melainkan dari semangat anak-anak kampung yang diberi ruang untuk bermimpi. :::

Example 300250