Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Dari Wania Imipi, Mimpi Sepak Bola Mimika Disemai Sejak Dini

114
×

Dari Wania Imipi, Mimpi Sepak Bola Mimika Disemai Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA| LINTASTIMOR.ID — Di tengah riuh sorak anak-anak dan derap langkah kecil yang berlari di atas rumput Stadion Wania Imipi, sebuah harapan perlahan ditanam. Bukan sekadar festival, tetapi awal dari perjalanan panjang membangun masa depan sepak bola Mimika.

Di sela pembukaan Grassroot Football Festival 2026, Ketua KONI Mimika bersama jajaran berdiskusi dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga—sebuah percakapan singkat yang mencerminkan keseriusan membina generasi muda dari akar rumput.

Example 300x600

Ketua KONI Mimika, , menegaskan bahwa pembinaan usia dini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak jika Mimika ingin berbicara banyak di pentas sepak bola.

┌──────────────────────────────────────────────┐
│ “Anak-anak usia dini ini adalah masa depan │
│ sepak bola Mimika bahkan Indonesia. Jika │
│ pembinaan dilakukan dengan baik sejak │
│ sekarang, maka ke depan kita akan memiliki │
│ pemain berkualitas yang mampu bersaing di │
│ tingkat nasional maupun internasional.” │
└──────────────────────────────────────────────┘

Kegiatan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga bersama Mimika ini, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk menyiapkan fondasi sepak bola yang berkelanjutan.

Ia menekankan, usia 10 hingga 12 tahun adalah fase krusial—di mana bakat mulai dibentuk, disiplin ditanamkan, dan karakter pemain mulai diarahkan.

Di lapangan yang sama, Sekretaris Umum KONI Mimika, , melihat lebih dari sekadar pertandingan. Ia menyebut festival ini sebagai ruang belajar yang hidup bagi anak-anak.

┌──────────────────────────────────────────────┐
│ “Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya │
│ belajar teknik bermain sepak bola, tetapi │
│ juga nilai disiplin, kerja sama tim, dan │
│ sportivitas. Ini yang paling penting dalam │
│ pembinaan usia dini.” │
└──────────────────────────────────────────────┘

Menurutnya, keberhasilan tim besar tidak pernah lahir dari proses instan. Ia tumbuh dari latihan yang berulang, kompetisi yang konsisten, dan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak.

Karena itu, Antonius Kemong kembali menegaskan pentingnya kolaborasi—antara pemerintah daerah, sekolah sepak bola (SSB), organisasi olahraga, hingga sektor swasta.

┌──────────────────────────────────────────────┐
│ “Pembinaan jangka panjang harus didukung │
│ bersama. Tanpa kolaborasi, program ini sulit │
│ berjalan konsisten dan berkesinambungan.” │
└──────────────────────────────────────────────┘

Harapan pun disematkan agar kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menjaring talenta-talenta muda dari berbagai distrik di Mimika.

┌──────────────────────────────────────────────┐
│ “Kalau kita ingin berbicara prestasi di masa │
│ depan, maka kita harus mulai dari sekarang. │
│ Pembinaan usia dini adalah kunci utama.” │
└──────────────────────────────────────────────┘

Di Stadion Wania Imipi, hari itu, bola-bola kecil yang ditendang anak-anak bukan sekadar permainan. Ia adalah simbol—bahwa mimpi besar selalu dimulai dari langkah pertama yang sederhana.

Example 300250