Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaPeristiwaPolkam

Dari Beranda Perbatasan, Kadin Belu Dipanggil Menyalakan Mesin Ekonomi Baru

35
×

Dari Beranda Perbatasan, Kadin Belu Dipanggil Menyalakan Mesin Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID— Siang itu, langit gedung Betelalenok menggantung teduh di atas Kota Atambua. Di dalam gedung yang menjadi saksi berbagai peristiwa penting daerah perbatasan itu, satu per satu nama dipanggil. Sebanyak 25 pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Belu periode 2026–2031 resmi dilantik, Selasa (21/7/2026).

Bukan saja seremoni pergantian kepengurusan. Di ruang itu, harapan tentang masa depan ekonomi Belu seperti kembali dipantik—tentang perdagangan yang bergerak lebih hidup, investasi yang menemukan rumahnya, serta pelaku usaha kecil yang memperoleh ruang untuk bertumbuh.

Example 300x600

Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H, hadir dengan pesan yang tegas namun sarat optimisme. Menurut dia, Belu tidak boleh terus memandang dirinya sebagai daerah di ujung negeri. Sebaliknya, posisi geografis sebagai wilayah perbatasan harus dibaca sebagai kekuatan strategis.

“Belu memiliki posisi yang sangat strategis sebagai daerah perbatasan. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk mengembangkan perdagangan, investasi, pariwisata, dan sektor-sektor produktif lainnya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Willybrodus Lay.

Pernyataan itu menggema di tengah tantangan ekonomi daerah yang terus berubah. Di perbatasan Indonesia dan Timor-Leste, Belu sesungguhnya menyimpan banyak kemungkinan. Lalu lintas manusia dan barang, kedekatan budaya, hingga potensi sektor jasa dan pariwisata menjadikan daerah ini memiliki modal yang tidak dimiliki banyak kabupaten lain.

Pelantikan 25 pengurus KADIN tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah. KADIN diharapkan tampil bukan sekadar organisasi pengusaha, melainkan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat investasi, mendorong pertumbuhan UMKM, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Di tengah dinamika ekonomi nasional, keberadaan KADIN menjadi semakin penting. Daerah perbatasan seperti Belu membutuhkan aktor-aktor ekonomi yang mampu membaca peluang dan menjembatani kepentingan investasi dengan kebutuhan masyarakat lokal. Penguatan UMKM, hilirisasi produk unggulan, serta pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan perbatasan dapat menjadi mesin pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

Secara kontekstual, Belu saat ini berada pada momentum yang menjanjikan. Kebijakan pemerintah pusat yang semakin memberi perhatian pada pembangunan kawasan perbatasan membuka peluang besar bagi daerah untuk memperkuat infrastruktur ekonomi dan menarik investor. Jika dikelola secara tepat, Belu berpotensi berkembang bukan hanya sebagai beranda terdepan negara, tetapi juga sebagai simpul perdagangan dan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Di Gedung Betelalenok sore itu, pelantikan pun berakhir. Namun pekerjaan sesungguhnya baru saja dimulai. Sebab, di sebuah daerah yang berdiri di garis batas negara, setiap langkah membangun ekonomi bukan semata tentang angka pertumbuhan, melainkan tentang menghadirkan harapan agar masyarakat di beranda negeri dapat hidup lebih sejahtera, bermartabat, dan percaya bahwa masa depan juga tumbuh dari perbatasan.

Example 300250