Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaPeristiwaPolkam

Gandeng Kampus Untuk Masa Depan Mimika, Pemkab Dan Unipa Menautkan Ilmu Dengan Pembangunan

7
×

Gandeng Kampus Untuk Masa Depan Mimika, Pemkab Dan Unipa Menautkan Ilmu Dengan Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID — Pagi baru saja menanjak di kawasan Pusat Pemerintahan SP3. Di tengah barisan aparatur sipil negara yang mengikuti apel gabungan, sebuah pesan penting tentang masa depan Mimika mengemuka: pembangunan tidak lagi hanya bertumpu pada kebijakan birokrasi, tetapi juga membutuhkan pijakan ilmu pengetahuan.

Pemerintah Kabupaten Mimika resmi memperkuat kolaborasi dengan Universitas Papua (UNIPA) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) guna mendukung pelaksanaan berbagai program strategis daerah.

Example 300x600

Bagi daerah yang terus bertumbuh dengan kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, dan budaya yang khas, kerja sama ini menjadi penanda bahwa pembangunan membutuhkan ruang dialog antara pemerintah dan kalangan akademisi.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa kemitraan tersebut akan menjadi dasar bagi pendampingan akademik dalam berbagai sektor pembangunan.

“Kerja sama ini untuk pendampingan terhadap setiap program yang dilakukan pemerintah di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, termasuk kajian-kajian ilmiah dan masalah yang berkaitan dengan hukum adat,” ujar Emanuel Kemong usai apel gabungan ASN di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Timika, Senin (20/7/2026).

Menurut Emanuel, nota kesepahaman yang telah ditandatangani masih bersifat umum. Tahapan berikutnya adalah merumuskan ruang lingkup kerja sama secara lebih rinci agar setiap program memiliki arah dan target yang jelas.

Salah satu agenda yang akan segera direalisasikan bersama UNIPA adalah penguatan masyarakat hukum adat. Selain itu, perguruan tinggi tersebut juga akan memberikan pendampingan dalam penyusunan konsep Sekolah Rakyat atau sekolah sepanjang hari yang direncanakan di Distrik Kokonao, sebuah wilayah pesisir yang selama ini menyimpan tantangan tersendiri dalam pemerataan akses pendidikan.

“Yang sudah berjalan sekarang berkaitan dengan masyarakat hukum adat. Nanti mereka akan datang untuk mempresentasikan, sedangkan kerja sama lainnya akan dilihat lagi seperti apa ruang lingkupnya,” kata Emanuel.

Kolaborasi antara Pemkab Mimika dan UNIPA sejatinya bukan hubungan yang lahir dalam ruang kosong. Selama ini, UNIPA telah terlibat dalam berbagai kajian akademik yang mendukung arah pembangunan daerah, termasuk penyusunan kajian daerah otonomi baru (DOB) yang menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan jangka panjang.

Di tengah dinamika pembangunan Papua, keterlibatan perguruan tinggi semakin dipandang sebagai kebutuhan strategis. Kehadiran akademisi memungkinkan setiap kebijakan didasarkan pada data, riset, dan analisis ilmiah sehingga pembangunan tidak hanya mengejar percepatan, tetapi juga ketepatan sasaran. Sinergi antara pemerintah dan kampus menjadi penting, terutama dalam isu-isu sensitif seperti penguatan masyarakat hukum adat, pendidikan berbasis kebutuhan lokal, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“MoU ini sifatnya baru kesepahaman saja. Nanti harus ada rincian-rincian lebih lanjut yang akan dibahas secara tersendiri,” pungkas Emanuel.

Di Mimika, kerja sama itu mungkin baru dimulai dari selembar nota kesepahaman. Namun dari lembar sederhana tersebut, tersimpan harapan besar bahwa ilmu pengetahuan dan kebijakan dapat berjalan beriringan, agar pembangunan tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat manusia, adat, dan masa depan daerah di tanah Papua.

Example 300250