Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupHiburanNasionalPeristiwaPolkam

Bupatu Belu Lepas Pramuka Menuju Panggung Pengabdian Bangsa

26
×

Bupatu Belu Lepas Pramuka Menuju Panggung Pengabdian Bangsa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID -Langit Kota perbatasan RI – RDTL  di Lapangan Umum Atambua, Jumat (24/7/2026), seolah menjadi saksi ketika puluhan tunas bangsa berdiri tegak dalam balutan seragam cokelat. Di hadapan mereka, bukan hanya perjalanan menuju arena perkemahan yang sedang dimulai, melainkan sebuah ikhtiar panjang untuk belajar tentang kepemimpinan, kedisiplinan, dan arti mengabdi kepada negeri. Sebanyak 77 anggota Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Belu resmi dilepas untuk mengikuti Jambore Daerah (Jamda) X Nusa Tenggara Timur dan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.

Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Belu. Di hadapan para peserta, pembina, dan orang tua, ia menitipkan pesan yang sederhana, namun sarat makna: menjadi duta daerah berarti membawa kehormatan yang harus dijaga dengan sikap dan tindakan.

Example 300x600

“Jadilah pribadi yang bangga sebagai utusan Kabupaten Belu. Jaga nama baik daerah dengan kedisiplinan, perilaku yang santun, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta menjaga kesehatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan jambore,” pesan Willybrodus Lay dengan nada yang meneguhkan semangat para peserta.

Pesan itu bukan sekadar nasihat seremonial. Ia menjadi bekal moral bagi para anggota Pramuka yang akan bertemu dengan ribuan peserta dari berbagai kabupaten, provinsi, hingga penjuru Indonesia. Di sana, setiap langkah, setiap sapaan, dan setiap tindakan akan menjadi cermin karakter yang mereka bawa dari Belu.

Keikutsertaan dalam Jambore Daerah X NTT dan Jambore Nasional XII diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya karakter para peserta. Melalui berbagai kegiatan kepanduan, mereka akan mengasah keterampilan, membangun disiplin, memperluas persahabatan, serta menumbuhkan semangat persatuan dalam bingkai kebhinekaan Indonesia.

Di tengah derasnya perubahan zaman yang kian dipengaruhi teknologi digital, gerakan Pramuka tetap memiliki relevansi sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda. Jambore bukan hanya agenda berkumpul dan berkemah, melainkan laboratorium kepemimpinan yang menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap bangsa. Dari ruang-ruang seperti inilah, calon pemimpin masa depan ditempa melalui pengalaman nyata, bukan sekadar teori.

Dari Lapangan Umum Atambua, langkah 77 Pramuka Belu kini mengarah menuju panggung pembelajaran yang lebih luas. Mereka membawa nama daerah, harapan masyarakat, dan semangat untuk kembali dengan pengalaman yang akan memperkaya diri sekaligus menginspirasi generasi berikutnya. Sebab, perjalanan seorang Pramuka sejatinya bukan hanya tentang sampai di lokasi jambore, melainkan tentang pulang dengan karakter yang lebih kokoh untuk mengabdi kepada bangsa.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe