TIMIKA, LINTASTIMOR.ID – Di tengah geliat pembangunan dan harapan menjadikan Mimika sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah, Bupati Mimika, Johannes Rettob, melontarkan peringatan tegas kepada jajarannya: regulasi yang menghambat investasi harus segera dievaluasi.
Bagi , investasi bukan sekadar urusan angka dan proyek pembangunan. Di balik setiap investor yang datang, ada harapan tentang lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan masa depan daerah yang lebih hidup. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak menjadi tembok yang memperumit niat para pelaku usaha untuk membangun di Mimika.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah aturan daerah yang dinilai membuat investor kesulitan masuk dan mengembangkan usaha di Kabupaten Mimika.
Kondisi itu, kata dia, perlu segera dibenahi melalui kebijakan yang lebih ramah investasi, termasuk dalam pelayanan pajak dan retribusi daerah.
╔════════════════════════════════╗
“Kita harus evaluasi aturan-aturan yang memberatkan investasi. Orang mau bangun di Mimika harus kita bantu, jangan dipersulit.”
— Johannes Rettob
╚════════════════════════════════╝
Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (22/5/2026). Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika sebelumnya juga telah memberikan berbagai kemudahan dan insentif kepada investor maupun wajib pajak agar proses investasi lebih sederhana dan menarik bagi dunia usaha.
Tak hanya berbicara soal investasi, juga meminta organisasi perangkat daerah pengelola pendapatan untuk lebih kreatif menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, masih banyak sumber pendapatan yang belum dimaksimalkan secara optimal.
Ia menilai peningkatan pendapatan daerah tidak selalu harus dilakukan melalui pungutan besar yang memberatkan masyarakat maupun pelaku usaha. Sebaliknya, sistem yang ringan namun menjangkau lebih banyak wajib pajak justru dapat memberikan hasil yang lebih efektif bagi daerah.
Selain itu, Bupati Mimika meminta Badan Pendapatan Daerah bersama bagian hukum aktif menyiapkan regulasi yang mampu mendorong pertumbuhan investasi sekaligus memperkuat pendapatan daerah.
Secara kontekstual, pernyataan mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak daerah berkembang di Indonesia, termasuk Papua Tengah, yakni bagaimana menciptakan iklim investasi yang sehat tanpa mengabaikan tata kelola dan kepentingan masyarakat lokal. Di tengah persaingan antar daerah menarik investor, kemudahan regulasi kini menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.
Di Mimika, investasi bukan hanya tentang gedung yang berdiri atau angka pendapatan yang meningkat. Lebih dari itu, ia menjadi ujian tentang seberapa siap pemerintah membuka jalan bagi pembangunan tanpa membiarkan birokrasi berubah menjadi penghalang bagi masa depan daerahnya sendiri.


















