Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaNasionalOtomotifPeristiwaPolkam

Hari Pertama Ganjil Genap, Delapan Kendaraan Salah Jalur

50
×

Hari Pertama Ganjil Genap, Delapan Kendaraan Salah Jalur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA |LINTASTIMOR.ID— Pagi pertama penerapan sistem antrean berdasarkan nomor polisi di SPBU SP2 Mimika belum sepenuhnya berjalan mulus. Di antara barisan kendaraan yang menunggu giliran mengisi bahan bakar, delapan kendaraan tercatat masuk ke jalur yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Namun, bagi pemerintah, kekeliruan itu bukan alasan untuk menjatuhkan sanksi. Pada hari pertama pelaksanaan, Senin (7/9/2026), petugas memilih mengarahkan pengemudi agar memahami kembali pola antrean yang telah ditetapkan.

Example 300x600

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani, mengatakan kondisi tersebut masih wajar karena kebijakan baru mulai diterapkan.

“Ini masih hari pertama. Ada pengemudi yang mungkin belum terbiasa dengan pembagian jalur. Karena itu, kami arahkan kembali agar mereka mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.”

Sabelina Fitriani, Kepala Disperindag Mimika

Sosialisasi Mulai Menunjukkan Hasil

Sabelina menjelaskan, sistem tersebut sebelumnya telah disosialisasikan kepada para pengemudi selama kurang lebih satu minggu. Sosialisasi dilakukan agar masyarakat memahami mekanisme antrean sebelum aturan mulai dijalankan.

Menurut dia, hasil pemantauan awal menunjukkan antrean kendaraan di SPBU SP2 mulai lebih teratur. Para pengemudi juga dinilai mulai memahami pola pengisian yang diterapkan.

“Dari pemantauan kami, kondisi antrean sudah mulai tertata. Artinya, sosialisasi yang dilakukan sebelumnya mulai dipahami oleh para pengguna kendaraan.”

Sabelina Fitriani

Meski demikian, Disperindag masih akan melakukan pemantauan secara berkala. Petugas akan ditempatkan untuk membantu mengarahkan kendaraan sekaligus memastikan pengemudi tidak salah masuk jalur.

Truk Minta Pilihan Lokasi Lain

Dalam penerapannya, pemerintah juga menerima sejumlah masukan dari pengemudi truk. Mereka meminta adanya pilihan lokasi pengisian lain agar kendaraan berukuran besar tidak terpusat di SPBU SP2.

Sabelina mengatakan usulan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, keberadaan kendaraan besar perlu diperhitungkan dalam penataan antrean karena membutuhkan ruang yang lebih luas.

“Kami menerima masukan dari pengemudi, termasuk terkait kendaraan truk. Semua itu akan kami lihat dan evaluasi berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan.”

Sabelina Fitriani

Pemerintah Belum Menarik Kesimpulan

Sabelina menegaskan bahwa penerapan sistem ini masih dalam tahap pemantauan. Pemerintah akan melihat efektivitasnya dalam mengendalikan antrean sebelum menentukan kebijakan lanjutan.

Penerapan sistem antrean berdasarkan nomor polisi memperlihatkan bahwa perubahan kebiasaan membutuhkan waktu, terutama ketika aturan baru harus diterjemahkan langsung di tengah kepadatan kendaraan. Karena itu, ketertiban tidak hanya bergantung pada pembagian jalur, tetapi juga pada kejelasan informasi, kesiapan petugas, dan evaluasi terhadap kondisi lapangan.

“Kita tidak bisa langsung menyimpulkan setelah satu hari. Kami akan pantau perkembangannya, kemudian melihat apa yang perlu diperbaiki.”

Sabelina Fitriani

Disperindag Mimika mengimbau seluruh pengemudi memperhatikan ketentuan yang berlaku dan mengikuti arahan petugas saat berada di area SPBU.

Pemerintah berharap penataan antrean tersebut dapat memperlancar pelayanan BBM sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan SP2.

Sebab, di balik setiap barisan kendaraan yang menunggu, ada kebutuhan yang harus dilayani—dan ketertiban hanya akan berarti jika membuat perjalanan menuju pelayanan menjadi lebih lancar.

Example 300250