Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwaPolkam

Wapres Gibran Bermalam, Flores Menanti Negara

16
×

Wapres Gibran Bermalam, Flores Menanti Negara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAUMERE |LINTASTIMOR.ID — Malam turun di Maumere ketika perjalanan panjang Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka belum benar-benar berakhir. Setelah menyusuri sejumlah titik terdampak gempa dan melihat langsung kondisi warga, Gibran mengakhiri rangkaian kunjungan Kamis (20/8/2026) di Istana Keuskupan Maumere.

Di tempat itu, Wapres bertemu dan berfoto bersama Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu. Istana Keuskupan menjadi tempat Gibran bermalam sebelum kembali melanjutkan perjalanan menembus wilayah Flores yang masih menyimpan jejak kuat bencana.

Example 300x600

Kunjungan tersebut berlangsung setelah Gibran meninjau sejumlah lokasi pengungsian serta fasilitas publik yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Pertemuan dengan Uskup Maumere berlangsung dalam suasana sederhana. Namun, di balik sebuah foto bersama, tersimpan pesan yang lebih luas: di tengah situasi darurat, penanganan bencana tidak hanya membutuhkan kerja pemerintah, tetapi juga jejaring kemanusiaan yang tumbuh dari masyarakat dan lembaga-lembaga yang berada dekat dengan warga.

“Di tengah rumah-rumah yang retak dan kehidupan yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran negara menjadi penting bukan sekadar untuk melihat kerusakan, melainkan untuk memastikan bahwa mereka yang terdampak tidak berjalan sendirian.”

Kehadiran Gibran di Sikka merupakan bagian dari respons pemerintah pusat terhadap bencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores. Sebelumnya, gempa tersebut menyebabkan korban jiwa, warga mengungsi, serta kerusakan rumah dan fasilitas publik di sejumlah kabupaten. Data awal yang dilaporkan pada fase tanggap darurat menunjukkan dampak signifikan di Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, dan wilayah Flores lainnya.

Di Sikka, perhatian pemerintah juga diarahkan pada kelompok rentan, termasuk anak-anak yang berada di lokasi pengungsian. Dalam kunjungannya Kamis, Gibran turut meninjau fasilitas yang digunakan sebagai posko pengungsian dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam membantu proses pemulihan masyarakat terdampak.

Dari Maumere, perjalanan belum selesai.

Pada Jumat pagi (21/8/2026), Gibran dijadwalkan bertolak menuju Flores bagian barat. Agenda tersebut diarahkan untuk melihat langsung tingkat kerusakan serta perkembangan penanganan dan kondisi para penyintas di wilayah terdampak lainnya.

Pergerakan itu menjadi penting karena karakter bencana Flores tidak berhenti pada satu titik. Pulau ini terbentang panjang dengan akses antarwilayah yang tidak selalu mudah. Karena itu, pemulihan membutuhkan lebih dari sekadar distribusi bantuan: diperlukan koordinasi, akses, pemulihan fasilitas dasar, serta kepastian bahwa masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan tetap terjangkau.

“Dari Maumere menuju Flores bagian barat, perjalanan Wapres bukan sekadar perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lain. Ia adalah perjalanan untuk memastikan bahwa setiap luka akibat gempa memiliki tempat dalam peta perhatian negara.”

Malam di Istana Keuskupan Maumere pun menjadi semacam jeda sebelum perjalanan berikutnya. Di luar sana, banyak keluarga masih menata kembali hidup mereka dari puing, tenda pengungsian, dan rasa takut yang belum sepenuhnya reda.

Gempa boleh berhenti mengguncang tanah, tetapi pemulihan baru saja dimulai. Dan di antara reruntuhan yang perlahan dibersihkan, ukuran sebenarnya dari kehadiran negara bukanlah seberapa sering ia datang, melainkan seberapa lama ia bertahan bersama rakyat sampai mereka kembali mampu berdiri.

 

 

Example 300250