Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkam

Kabasarnas Turun Langsung Evakuasi Tiga Korban Gempa

21
×

Kabasarnas Turun Langsung Evakuasi Tiga Korban Gempa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BORONG |LINTASTIMOR.ID — Di tengah lanskap Manggarai Timur yang masih menyimpan jejak kepanikan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7, suara baling-baling helikopter menjadi tanda bahwa pertolongan sedang bergerak. Dari Posko Utama Satar Kampas, tiga korban yang membutuhkan penanganan medis segera dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas menuju Labuan Bajo.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, turun langsung bersama Potensi SAR dalam operasi tersebut. Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 yang disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, dikerahkan setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi mengenai tiga korban yang mengalami patah tulang atau fraktur dan dislokasi akibat gempa.

Example 300x600

Ada seorang anak perempuan berusia lima tahun di antara mereka.

Di tengah situasi darurat, waktu menjadi sesuatu yang tidak boleh terbuang. Setiap menit menentukan seberapa cepat korban memperoleh pertolongan medis. Helikopter kemudian bergerak menuju Posko Utama Satar Kampas dan tiba pada pukul 10.28 WITA.

“Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi tiga korban, salah satunya seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Ketiganya mengalami fraktur dan dislokasi tulang,” terang Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Dari Satar Kampas, ketiga korban segera diterbangkan menuju Labuan Bajo. Helikopter Dauphin Basarnas mendarat dengan selamat di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA.

Sesaat setelah roda helikopter menyentuh landasan, operasi penyelamatan memasuki tahap berikutnya. Seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, dengan pendampingan dokter dan tim medis.

Bagi Tim SAR, evakuasi tidak berhenti ketika korban berhasil keluar dari lokasi bencana. Keselamatan harus diteruskan hingga korban memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan.

“Kami berharap seluruh Tim SAR Gabungan terus bersiaga penuh dalam penanganan dan evakuasi korban, terutama mereka yang membutuhkan penanganan medis lanjutan pascagempa M 7,7 ini,” kata Mohammad Syafii.

Ia menegaskan, kehadiran Basarnas bersama Potensi SAR harus terus dirasakan masyarakat yang terdampak bencana, terutama di wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo.

“Mari kita pastikan Basarnas bersama Potensi SAR selalu hadir untuk masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo,” lanjut Kabasarnas.

Ketiga korban tersebut merupakan warga Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Ketika Kecepatan Menjadi Bagian dari Pertolongan

Evakuasi melalui udara memperlihatkan satu hal penting dalam penanganan bencana: geografis yang sulit tidak boleh berubah menjadi jarak bagi pertolongan. Ketika korban mengalami fraktur dan dislokasi, kebutuhan terhadap penanganan medis segera menjadi bagian penting dari operasi SAR. Karena itu, pengerahan helikopter bukan sekadar perpindahan korban dari satu tempat ke tempat lain, melainkan upaya memotong waktu antara lokasi bencana dan fasilitas kesehatan.

Gempa telah mengguncang tanah. Namun di atas ketakutan itu, manusia kembali menunjukkan naluri paling sederhana sekaligus paling mulia: datang ketika yang lain membutuhkan pertolongan.

Di Manggarai Timur, pada pagi yang masih menyisakan luka, baling-baling helikopter membawa tiga korban menjauh dari titik bencana—sekaligus membawa pesan bahwa di tengah reruntuhan, harapan selalu menemukan jalan untuk pulang.

Example 300250