Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupHiburanKesehatanNasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Mendagri Tito Tegaskan Negara Hadir Melindungi Korban Gempa

14
×

Mendagri Tito Tegaskan Negara Hadir Melindungi Korban Gempa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MANGGARAI TIMUR |LINTASTIMOR.ID  — Di tengah suasana peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Kabupaten Manggarai Timur menjadi tempat pesan tentang kehadiran negara disampaikan dengan nada yang berbeda. Senin (17/8/2026), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berdiri bersama masyarakat, memimpin upacara kemerdekaan, sekaligus membawa pesan bahwa negara tidak boleh berjarak ketika rakyat sedang menghadapi bencana.

Kehadiran Tito di Manggarai Timur merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi bencana gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur.

Example 300x600

Di tengah masyarakat terdampak, kehadiran pemerintah pusat menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya pekerjaan pemerintah daerah. Negara hadir melalui koordinasi dan langkah bersama untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi darurat seorang diri.

Tito mengatakan dirinya bersyukur dapat hadir bersama masyarakat Manggarai Timur pada momentum peringatan HUT ke-81 RI.

“Saya bersyukur dapat hadir bersama masyarakat Manggarai Timur. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa nasionalisme dan mengingat kembali nilai-nilai yang menjadi fondasi berdirinya negara,” ujar Tito.

Kemerdekaan dan Makna Perlindungan

Dalam amanatnya, Tito mengajak masyarakat merefleksikan kembali nilai-nilai penting yang terkandung dalam setiap alinea Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Menurut dia, salah satu nilai fundamental yang terkandung di dalamnya adalah penolakan terhadap penjajahan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Nilai tersebut, kata Tito, tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Ia menjadi prinsip yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, terdapat filosofi mengenai keinginan kuat untuk merdeka serta deklarasi kemerdekaan yang kemudian dituangkan dalam naskah Proklamasi.

Namun, bagi Tito, ada satu nilai lain yang memiliki relevansi kuat dengan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Yakni tujuan pembentukan negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Tujuan pembentukan negara salah satunya adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk melindungi masyarakat dari bencana,” kata Tito.

Kalimat tersebut membawa makna kemerdekaan keluar dari ruang seremoni. Di tengah masyarakat yang sedang menghadapi dampak gempa, perlindungan negara memperoleh bentuk yang konkret: hadir, melihat, mendengar, dan mempercepat penanganan.

Pesan Presiden dari Tengah Masyarakat

Tito menjelaskan, kehadirannya di Manggarai Timur merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar sejumlah menteri, pimpinan lembaga, dan wakil menteri turun langsung ke daerah terdampak.

Mereka tidak hanya ditugaskan untuk meninjau lokasi bencana, tetapi juga hadir dalam momentum upacara 17 Agustus bersama masyarakat.

“Oleh karena itulah Bapak Presiden menugaskan sejumlah menteri, pimpinan lembaga, dan wakil menteri untuk berangkat, hadir di tengah-tengah masyarakat, hadir di upacara 17 Agustus untuk menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam,” ujar Tito.

Pesan tersebut menjadi penting karena peringatan kemerdekaan berlangsung ketika sebagian masyarakat NTT masih berada dalam situasi pascabencana gempa.

Di satu sisi, Merah Putih berkibar sebagai simbol kemerdekaan. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan negara untuk hadir dalam bentuk yang nyata.

Nasionalisme di Tengah Bencana

Secara kontekstual, kehadiran pejabat pemerintah pusat di daerah terdampak bencana pada momentum HUT ke-81 RI memperlihatkan bahwa nasionalisme tidak hanya berkaitan dengan simbol dan seremoni kenegaraan. Dalam situasi bencana, nasionalisme juga diuji melalui kemampuan negara memberikan perlindungan dan mempercepat pemulihan bagi masyarakat. Karena itu, kehadiran pemerintah di Manggarai Timur memiliki makna ganda: memperingati kemerdekaan sekaligus menegaskan kembali tanggung jawab konstitusional negara terhadap keselamatan rakyat.

Bagi masyarakat Manggarai Timur, pesan itu hadir bersamaan dengan peringatan kemerdekaan: Indonesia telah merdeka selama 81 tahun, tetapi tugas negara untuk melindungi rakyat tidak pernah selesai.

Dari Manggarai Timur, Tito membawa kembali pesan tentang arti kemerdekaan yang berakar pada kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan perlindungan.

Sebab, kemerdekaan paling nyata bukan hanya ketika Merah Putih berkibar di tiang tertinggi, melainkan ketika negara berdiri di samping rakyat yang sedang tertimpa bencana dan berkata dengan tindakan: kalian tidak sendiri.

Example 300250