PUNCAK JAYA |LINTASTIMOR.ID — Di layar kecil sebuah telepon genggam, disiplin seorang anggota kepolisian juga sedang diuji. Senin, 10 Agustus 2026, Lapangan Apel Markas Polres Puncak Jaya menjadi ruang pemeriksaan ketika satu per satu personel diminta menyerahkan telepon seluler mereka kepada Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam).
Pemeriksaan itu dipimpin Wakapolres Puncak Jaya AKP Misken Darius bersama jajaran Propam. Sasarannya jelas: mencegah personel kepolisian terseret ke dalam praktik judi online yang bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat menggerus integritas aparat penegak hukum dari dalam.
Satu per satu telepon genggam diperiksa. Aplikasi, situs, maupun aktivitas yang berkaitan dengan perjudian daring menjadi perhatian petugas.
Tidak ada ruang yang dibiarkan luput dari pengawasan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari pengawasan internal Polres Puncak Jaya untuk memastikan setiap personel tetap berada dalam koridor aturan dan kode etik kepolisian.
Ketika pengawasan dimulai dari saku sendiri
Bagi institusi penegak hukum, pemberantasan judi online tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan terhadap masyarakat. Pengawasan justru harus dimulai dari lingkungan internal.
Sebab, sulit meminta masyarakat percaya pada penegakan hukum apabila aparat yang berdiri di garis depan justru tidak mampu menjaga dirinya sendiri dari praktik yang hendak diberantas.
Wakapolres Puncak Jaya AKP Misken Darius menegaskan pengawasan terhadap personel akan dilakukan secara rutin dan tegas.
“Kami akan terus melakukan pengawasan secara rutin dan tegas terhadap segala bentuk pelanggaran, termasuk judi online. Polisi harus menjadi contoh dalam menaati hukum, bukan justru menjadi bagian dari pelanggaran.”
Pernyataan itu menjadi pesan yang tidak hanya ditujukan kepada personel yang diperiksa. Ia juga membawa makna lebih luas tentang bagaimana institusi kepolisian menjaga kepercayaan publik melalui disiplin dari dalam.
Misken mengingatkan seluruh anggota agar senantiasa menjaga integritas dan nama baik institusi Polri.
Telepon seluler yang sehari-hari berada dalam genggaman setiap anggota, dalam konteks pemeriksaan tersebut, menjadi salah satu pintu pengawasan. Teknologi yang sama yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan bekerja dapat pula menjadi ruang bagi aktivitas yang bertentangan dengan hukum.
Memberantas judol dimulai dari internal
Pemeriksaan telepon seluler personel menjadi relevan di tengah upaya kepolisian memberantas perjudian daring. Penegakan hukum terhadap masyarakat idealnya berjalan beriringan dengan pembenahan internal, sehingga perang terhadap judi online tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi komitmen yang juga berlaku bagi aparat.
Secara kelembagaan, langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengawasan internal memiliki posisi penting dalam menjaga kredibilitas penegakan hukum. Ketika anggota diawasi dengan standar yang sama seperti masyarakat yang mereka layani, pesan yang dibangun menjadi lebih kuat: aturan bukan hanya untuk ditegakkan kepada orang lain, tetapi juga untuk ditaati oleh mereka yang mengenakan seragam.
“Integritas tidak dimulai ketika seorang polisi berhadapan dengan masyarakat. Integritas dimulai ketika ia sendirian, ketika tidak ada yang melihat, dan ketika sebuah pilihan masih berada di ujung jarinya.”
Karena itu, pemeriksaan yang berlangsung di Lapangan Apel Markas Polres Puncak Jaya bukan semata pemeriksaan perangkat elektronik.
Ia adalah bagian dari upaya menjaga batas antara kewenangan dan godaan, antara seragam dan perilaku, antara hukum yang diucapkan dan hukum yang benar-benar dijalankan.
Polres Puncak Jaya menegaskan pemberantasan judi online tidak boleh hanya menjadi slogan penegakan hukum ke luar institusi. Pengawasan terhadap anggota merupakan bagian penting untuk membuktikan konsistensi tersebut.
Di layar ponsel yang diperiksa, mungkin hanya ada aplikasi dan jejak digital. Tetapi di baliknya terdapat sesuatu yang jauh lebih besar: pertaruhan atas integritas sebuah institusi.
“Polri Bersih, Tanpa Judol. Bersama Kita Lawan Judi Online.”
Sebab pada akhirnya, perang melawan judi online tidak hanya dimenangkan dengan menangkap pelaku. Ia juga dimulai dari keberanian sebuah institusi untuk memeriksa dirinya sendiri.


















