Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Jalan Lotas Nyaris Putus, PUPR Malaka Bergerak Cepat

41
×

Jalan Lotas Nyaris Putus, PUPR Malaka Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

RINHAT |LINTASTIMOR.ID — Di Kilometer 10 Lotas, Desa Lotas, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggra Timur, jalan yang selama berbulan-bulan digerus longsor akhirnya kembali mendapat perhatian.

Di antara tanah yang runtuh dan badan jalan yang tergerus, harapan masyarakat untuk tetap terhubung dengan pusat aktivitas di Betun kembali menemukan jalannya.

Example 300x600

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Malaka bergerak cepat. Material timbunan didatangkan ke lokasi untuk memperkuat kembali badan jalan yang nyaris putus, sehingga kendaraan kini dapat melintas dengan lebih aman dibanding sebelumnya.

Selama beberapa bulan terakhir, ruas jalan tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan. Longsor membuat jalur penghubung dari Rinhat menuju Betun maupun sebaliknya terganggu. Masyarakat terpaksa melewati jalur yang cukup berisiko, sementara denyut mobilitas dan aktivitas ekonomi harus berhadapan dengan ancaman terputusnya akses.

Di tengah kondisi itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Malaka, Lorens L. Haba, bersama jajaran turun langsung memimpin penanganan di lapangan. Pekerjaan penimbunan dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengembalikan fungsi badan jalan yang terkikis longsor sekaligus menjaga agar arus lalu lintas masyarakat tetap berjalan.

“Sebuah jalan bukan sekadar hamparan aspal dan tanah. Ia adalah urat nadi yang menghubungkan rumah dengan pasar, keluarga dengan keluarga, dan desa dengan masa depan. Ketika jalan terputus, yang ikut terhenti bukan hanya kendaraan, tetapi juga denyut kehidupan masyarakat.”

Langkah cepat Dinas PUPR Malaka tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) dalam menjaga konektivitas antarwilayah. Infrastruktur jalan menjadi salah satu fondasi penting agar mobilitas warga, distribusi kebutuhan, serta aktivitas perekonomian tidak ikut tersandera oleh kerusakan akses.

Secara kontekstual, penanganan longsor di Kilometer 10 Lotas menunjukkan bahwa respons cepat terhadap kerusakan infrastruktur memiliki arti strategis bagi masyarakat di wilayah yang konektivitasnya sangat bergantung pada kondisi jalan. Namun, penimbunan yang dilakukan saat ini tetap perlu dipandang sebagai langkah penanganan sementara. Ancaman longsor dan kerusakan badan jalan membutuhkan solusi permanen agar akses Rinhat–Betun tidak kembali berada dalam situasi rawan ketika cuaca dan kondisi alam memburuk.

Karena itu, masyarakat berharap penanganan darurat tersebut dapat segera dilanjutkan dengan pekerjaan perbaikan permanen. Sebab, bagi warga yang setiap hari menggantungkan kehidupan pada jalan itu, setiap meter badan jalan yang kembali kokoh bukan hanya tentang kelancaran perjalanan, melainkan tentang sebuah kepastian bahwa kehidupan mereka tidak akan kembali terhenti di tengah jalan.

Di ujung jalan yang pernah nyaris putus itu, satu hal menjadi jelas: ketika sebuah jalan diselamatkan, yang sesungguhnya sedang dijaga adalah harapan agar kehidupan tetap berjalan.

Example 300250