Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
KesehatanNasionalPeristiwaPolkam

Susu Gratis Untuk Anak PAUD, Belu Menanam Fondasi Generasi Emas

16
×

Susu Gratis Untuk Anak PAUD, Belu Menanam Fondasi Generasi Emas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID – Pagi di dua wilayah Kabupaten Belu, Senin (27/7/2026), membawa sebuah pesan sederhana tentang masa depan: bahwa tumbuh kembang seorang anak adalah tanggung jawab yang tidak boleh ditunda.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, Bunda PAUD Kabupaten Belu, Ny. Lidwina Viviawaty Ng Lay, bersama Ketua Pokja Bunda PAUD, Ny. Maria Fridolin Besin Leon, secara resmi meluncurkan program pemberian susu gratis bagi anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Example 300x600

Program tersebut diluncurkan di dua lokasi, yakni Kantor Desa Henes, Kecamatan Lamaknen Selatan, dan Kantor Camat Lasiolat.

Di balik segelas susu yang diberikan kepada anak-anak, tersimpan sebuah ikhtiar yang jauh lebih besar. Pemerintah Kabupaten Belu bersama Bunda PAUD ingin memastikan bahwa pemenuhan gizi anak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun fondasi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Bunda PAUD Belu, Vivi Lay, menjelaskan bahwa pemberian susu tersebut difokuskan untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kognitif anak usia dini, terutama dalam menunjang kesehatan gigi, tulang, otak, dan otot.

Ia sekaligus meluruskan pemahaman masyarakat bahwa program pemberian susu bagi anak PAUD memiliki fokus yang berbeda dengan penanganan stunting yang secara khusus menyasar periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga usia dua tahun.

“Susu bagi anak PAUD merupakan bagian penting dari fondasi tumbuh kembang mereka. Saat ini, Dinas Pendidikan memberikan susu satu kali dalam seminggu. Namun, jika desa dapat mengambil bagian dengan menambah frekuensinya menjadi dua kali seminggu, tentu akan ada perbedaan yang berarti bagi kualitas tumbuh kembang anak-anak kita,” ujar Vivi Lay.

Bagi Bunda PAUD, program tersebut tidak cukup hanya diluncurkan. Ia harus dijaga konsistensinya agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh anak-anak.

Karena itu, para tutor dan pengelola PAUD diminta memastikan pemberian susu berjalan tepat waktu dan tidak terhenti dalam jeda yang panjang.

“Pemberian susu ini seperti sebuah terapi; harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Jangan sampai dalam satu bulan anak-anak hanya menerima susu dua kali. Kita harus mengawal bersama agar program ini berjalan teratur dan manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh anak-anak,” tegasnya.

Vivi Lay juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belu yang telah memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut.

Untuk tahap pelaksanaan di Gugus Mebupor (PKG Bei PO 2) Lamaknen Selatan, sebanyak enam PAUD menerima program pemberian susu gratis. Sementara di PKG Laka Lorok, program tersebut menjangkau 14 PAUD.

Di Kecamatan Lasiolat, Ketua Pokja PAUD Kabupaten Belu, Maria Fridolin Besin Leon, mengatakan pemberian susu gratis akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin.

Pelaksanaan program juga akan dipantau langsung oleh Bunda PAUD Kecamatan maupun Bunda PAUD Desa untuk memastikan kegiatan berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

“Anak-anak adalah generasi emas yang kelak akan melanjutkan pembangunan daerah ini. Karena itu, pemenuhan gizi mereka harus menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan bersama yang semakin besar dan manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-anak kita di masa depan,” ujar Maria.

Menurutnya, investasi terbaik bagi anak tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan gizi. Pendidikan yang berkualitas dan pendampingan orang tua dalam membentuk karakter serta mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menyiapkan generasi masa depan.

Pemenuhan gizi anak usia dini pada dasarnya bukan hanya persoalan kesehatan hari ini, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas manusia di masa depan. Karena itu, keberhasilan program semacam ini sangat bergantung pada kesinambungan pelaksanaan, dukungan keluarga, keterlibatan pemerintah desa, serta pengawasan bersama. Segelas susu mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika diberikan secara konsisten dan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan serta pengasuhan yang baik, ia dapat menjadi salah satu keping penting dalam membangun generasi yang lebih sehat dan siap belajar.

Program pemberian susu gratis tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Belu dalam memperkuat dan meningkatkan kualitas kesehatan anak sebagai modal utama pembangunan sumber daya manusia.

Di tengah perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, anak-anak Belu hari ini adalah generasi yang kelak akan berdiri di garis depan pembangunan daerah dan bangsa.

Mereka masih kecil, mungkin belum memahami arti sebuah program atau kebijakan. Namun, perhatian yang diberikan kepada mereka hari ini akan menjadi bagian dari cerita panjang tentang bagaimana sebuah daerah mempersiapkan masa depannya.

Sebab, pembangunan sejatinya tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, ia tumbuh dari hal-hal sederhana: segelas susu, sebuah ruang belajar, tangan orang tua yang mendampingi, dan kepedulian yang tidak pernah lelah memastikan seorang anak tumbuh dengan sehat.

Dari sana, masa depan Belu perlahan dibangun—bukan hanya dengan angka dan program, tetapi dengan memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan suatu hari nanti menjadi generasi yang mengangkat wajah daerahnya lebih tinggi.

Example 300250