Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalNasionalPolkam

Golkar TTU Berganti Nahkoda Sementara, Kristo Efi Dinonaktifkan, Maria Yashinta Ditunjuk Pimpin Konsolidasi Partai

205
×

Golkar TTU Berganti Nahkoda Sementara, Kristo Efi Dinonaktifkan, Maria Yashinta Ditunjuk Pimpin Konsolidasi Partai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KUPANG |LINTASTIMOR.ID – Di tengah dinamika politik yang terus bergerak, roda organisasi Partai Golkar di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memasuki babak baru. Pergantian kepemimpinan sementara resmi diumumkan. Ketua DPD II Partai Golkar TTU, Kristo Efi, dinonaktifkan dari jabatannya, sementara tongkat estafet kepemimpinan dipercayakan kepada Maria Yashinta Dewi Maku Djawa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua hingga terpilihnya ketua definitif melalui Musyawarah Daerah (Musda).

Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah konsolidasi yang dilakukan DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT). Tak hanya TTU, penyegaran kepengurusan juga dilakukan secara bersamaan di tiga daerah lainnya, yakni Flores Timur, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Kupang.

Example 300x600

Bagi Golkar, pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian nama di kursi ketua. Ia menjadi bagian dari upaya menjaga denyut organisasi agar tetap berjalan, tetap solid, dan tetap siap menghadapi agenda-agenda politik yang akan datang.

“Plt yang baru diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik, menjaga stabilitas organisasi, memperkuat konsolidasi hingga tingkat desa dan kelurahan, serta merawat solidaritas partai menjelang Musda 2026,” demikian penegasan Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Alain Niti Susanto.

Alain menjelaskan, penunjukan para Pelaksana Tugas merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang bertujuan memastikan seluruh struktur kepengurusan tetap bekerja efektif hingga pelaksanaan Musyawarah Daerah sesuai ketentuan partai.

Maria Yashinta Dewi Maku Djawa kini mengemban tanggung jawab untuk mengawal proses transisi kepemimpinan di tubuh DPD II Partai Golkar TTU. Selain memastikan roda organisasi tetap berjalan, ia juga memiliki mandat memperkuat konsolidasi internal sebagai fondasi menuju pemilihan ketua definitif.

Secara kontekstual, penyegaran kepengurusan di empat kabupaten sekaligus menunjukkan bahwa DPD I Partai Golkar NTT tengah melakukan penataan organisasi secara menyeluruh. Langkah ini menjadi sinyal bahwa konsolidasi internal diprioritaskan agar mesin partai tetap solid, adaptif, dan siap menghadapi dinamika politik menjelang agenda-agenda strategis pada 2026.

Pergantian kepemimpinan memang kerap menghadirkan berbagai tafsir. Namun dalam kehidupan sebuah organisasi politik, setiap fase transisi sejatinya adalah ujian atas kedewasaan kader, loyalitas terhadap mekanisme partai, dan kemampuan menjaga persatuan di atas kepentingan pribadi. Pada akhirnya, waktu akan membuktikan apakah pergantian ini menjadi sekadar pergantian figur, atau justru menjadi titik awal lahirnya energi baru bagi perjalanan Partai Golkar di Timor Tengah Utara.

Example 300250