Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwaPolkam

Belu Artinya Sahabat”: Ketika Atambua Dipilih Dunia, Bupati Willy Lay Menyebutnya Campur Tangan Tuhan

34
×

Belu Artinya Sahabat”: Ketika Atambua Dipilih Dunia, Bupati Willy Lay Menyebutnya Campur Tangan Tuhan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID— Malam itu, Aula Betelalenok tidak sekadar menjadi tempat jamuan makan malam. Di ruangan yang dipenuhi tamu dari berbagai negara, persahabatan seolah menemukan rumahnya. Di tengah kehangatan Friendship Dinner yang menandai pembukaan Festival Persahabatan Internasional 2026, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH, mengangkat sebuah filosofi sederhana yang telah lama hidup di tanah perbatasan: Belu berarti sahabat.

Makna itu bukan sekadar penjelasan tentang nama sebuah daerah. Ia menjelma menjadi identitas, doa, sekaligus pesan yang ingin disampaikan Belu kepada dunia—bahwa dari beranda paling timur Indonesia, persahabatan selalu mendapat tempat terhormat.

Example 300x600

Dalam sambutannya pada Rabu malam (1/7/2026), Bupati Willy menyampaikan rasa syukur atas dipilihnya Kabupaten Belu, khususnya Kota Atambua, sebagai tuan rumah Festival Persahabatan Internasional 2026. Baginya, keputusan itu bukanlah peristiwa yang lahir dari kebetulan semata.

“Terima kasih banyak telah memilih Kabupaten Belu, memilih Kota Atambua menjadi kota festival internasional. Saya rasa pilihan ini sangat tepat. Kami yakin, menjatuhkan pilihan untuk Atambua tidak serta-merta terjadi. Pasti ada campur tangan dari Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga kita boleh melakukan festival ini,” tutur Willybrodus Lay dengan penuh keyakinan.

Ucapan itu disampaikan di hadapan Dr. Anthony Greco beserta delegasi internasional, tamu dari Kanada, Timor Leste, tokoh lintas agama, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang memenuhi aula. Tepuk tangan panjang mengiringi pernyataan tersebut, seakan menjadi penegasan bahwa malam itu bukan hanya tentang sebuah festival, melainkan tentang lahirnya jembatan persahabatan yang melampaui batas negara.

Bupati Willy kemudian mengingatkan bahwa semangat persahabatan bukanlah narasi yang baru dibangun di Belu. Hanya beberapa hari sebelumnya, tepat pada 27 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Belu sukses menggelar Festival Fulan Fehan yang juga mengusung tema persahabatan demi perdamaian. Kini, semangat yang sama kembali diperluas melalui panggung internasional.

Di hadapan para tamu, ia juga mengungkapkan kerendahan hati. Meski belum pernah mengenal Dr. Anthony Greco secara pribadi, pilihan menjadikan Atambua sebagai lokasi festival telah menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Belu.

“Saya bangga hari ini kita boleh melakukan festival bersama-sama. Kami tidak saling kenal sebelumnya, namun Anda memilih Kota Atambua. Ini membuat kami semua di sini merasa tersanjung,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Willy menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tamu undangan, serta masyarakat yang terlibat menyukseskan penyelenggaraan festival. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 dapat berjalan aman, lancar, sekaligus membawa manfaat nyata bagi kehidupan sosial dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Belu.

“Selamat datang. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bermanfaat dan berfaedah untuk kita sekalian dan masyarakat Kabupaten Belu pada umumnya,” pungkasnya.

Penyelenggaraan Festival Persahabatan Internasional memperlihatkan bagaimana Belu perlahan membangun posisi baru di kawasan perbatasan. Jika selama ini wilayah perbatasan kerap dipandang sebagai halaman belakang negara, Belu justru berupaya membalik perspektif tersebut menjadi beranda depan Indonesia—ruang tempat diplomasi budaya, kerja sama internasional, dan nilai-nilai kemanusiaan bertemu dalam suasana yang hangat dan setara.

Pada akhirnya, filosofi “Belu adalah Sahabat” bukan berhenti sebagai semboyan yang indah untuk diucapkan. Ia hidup dalam cara masyarakat menyambut tamu, dalam keberanian membuka ruang bagi dunia, dan dalam keyakinan bahwa dari sebuah kota kecil di perbatasan, persahabatan mampu menjadi bahasa universal yang menjangkau siapa saja tanpa mengenal batas geografis.

Example 300250