Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
HiburanNasionalPeristiwa

Piche Kota Bikin Geger Jakarta, Tampil di Perayaan 25 Tahun Imamat P. Goris Pontus

17
×

Piche Kota Bikin Geger Jakarta, Tampil di Perayaan 25 Tahun Imamat P. Goris Pontus

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA |LINTASTIMOR.ID— Gemerlap panggung hiburan malam itu seolah menemukan denyutnya sendiri ketika suara Piche Kota mengalun di tengah perayaan penuh sukacita. Bukan hanya tampil menyanyi, kehadiran penyanyi yang tengah mencuri perhatian publik itu menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam perayaan 25 tahun Imamat P. Goris Pontus di Paroki Kramat, Jakarta Pusat.

Piche Kota tampil di atas panggung dengan mikrofon di tangan. Di hadapannya, suasana perayaan berlangsung meriah. Tata panggung, sorotan lampu, dekorasi balon berwarna putih dan keemasan, serta layar besar di belakang panggung membingkai penampilan tersebut dalam suasana yang hangat dan penuh kegembiraan.

Example 300x600

Momen penampilan Piche Kota itu kemudian diabadikan dan dibagikan melalui media sosial. Salah satu unggahan yang terlihat dalam dokumentasi tersebut menuliskan keterangan bahwa Piche perform dalam perayaan 25 tahun Imamat P. Goris Pontus di Paroki Kramat, Jakarta Pusat, Minggu 16 Agustus 2026.

Kehadiran Piche Kota memberi warna tersendiri pada perayaan tersebut. Musik dan nyanyian menjadi jembatan yang mempertemukan suasana religius dengan kegembiraan umat yang hadir.

“Piche Kota bukan sekadar hadir sebagai pengisi panggung. Penampilannya menjadi bagian dari sukacita sebuah perjalanan panjang pengabdian yang dirayakan bersama,” demikian tergambar dari suasana perayaan yang terekam dalam dokumentasi tersebut.

Perayaan 25 tahun imamat sendiri merupakan momentum penting dalam perjalanan pelayanan seorang imam. Seperempat abad bukanlah waktu yang singkat. Di dalamnya terdapat perjalanan panjang pelayanan, pergulatan, pengabdian, serta kedekatan dengan umat yang menjadi bagian dari kehidupan pastoral.

Di tengah momentum itulah Piche Kota hadir membawa energi berbeda. Suaranya mengisi ruang perayaan, sementara para undangan dan umat menikmati suasana yang berlangsung meriah.

Nama Piche Kota sendiri belakangan semakin mendapat perhatian di ranah musik dan hiburan. Penampilannya dalam berbagai momentum membuat sosoknya tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga figur muda yang mampu membawa suasana melalui musik.

Penampilan di Paroki Kramat menjadi salah satu panggung yang menarik karena mempertemukan dunia musik dengan sebuah perayaan perjalanan imamat. Panggung hiburan malam itu pun berubah menjadi ruang perjumpaan: antara seni, kebersamaan, penghormatan, dan rasa syukur.

Bagi Piche Kota, kesempatan tampil dalam momentum tersebut bukan semata soal sorotan panggung. Ada nilai emosional yang lebih dalam ketika musik hadir untuk menemani sebuah perayaan perjalanan pengabdian selama 25 tahun.

Sementara bagi mereka yang hadir, suara Piche Kota menjadi bagian dari kenangan malam perayaan yang sulit dilupakan.

Dari panggung sederhana di tengah perayaan Paroki Kramat, Piche Kota kembali menunjukkan bahwa musik tidak selalu hadir untuk sekadar menghibur—kadang ia datang untuk menghidupkan kenangan, merayakan pengabdian, dan menyatukan banyak hati dalam satu suasana.

Example 300250
Penulis: Agustinus BobeEditor: Agustinus Bobe