Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten Mimika

Dari Simpang Jalan ke Rumah Ibadah yang Terluka, PPI Mimika Hadir Membawa Harapan

20
×

Dari Simpang Jalan ke Rumah Ibadah yang Terluka, PPI Mimika Hadir Membawa Harapan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Asap kebakaran mungkin telah lama menghilang dari langit Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur. Namun jejak luka yang ditinggalkan musibah itu masih membekas di antara dinding-dinding gereja yang hangus dan harapan umat yang perlahan berusaha bangkit. Di tengah proses pemulihan itulah, sebuah gerakan solidaritas datang dari tangan-tangan muda yang memilih tidak tinggal diam melihat kesulitan sesama.

Organisasi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Mimika, Senin (22/6/2026), menyalurkan bantuan donasi kepada Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Poumako yang mengalami musibah kebakaran. Bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang dibangun dari semangat gotong royong dan rasa kemanusiaan.

Example 300x600

Penyaluran bantuan dipimpin langsung Ketua PPI Kabupaten Mimika, Brigpol Nixon Mehue, S.H. Donasi yang diserahkan merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan anggota PPI di sejumlah persimpangan lampu merah di Kota Timika selama beberapa pekan pada Juni 2026.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, rombongan PPI bertemu dengan Ketua Dewan Stasi Gereja Katolik Santo Fransiskus Poumako, Zilvanus Popok. Pertemuan itu bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan juga menjadi simbol bahwa di tengah musibah, masih ada banyak hati yang tergerak untuk berbagi.

“Donasi yang disalurkan hari ini merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh para anggota Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Mimika. Kami berharap bantuan ini dapat membantu proses pemulihan dan pembangunan kembali fasilitas gereja yang terdampak kebakaran,” ujar Nixon Mehue.

Bagi PPI Mimika, bantuan tersebut merupakan buah dari kepedulian yang tumbuh di ruang-ruang publik Kota Timika. Di bawah terik matahari dan hiruk-pikuk kendaraan yang melintas di sejumlah persimpangan, para anggota organisasi ini mengulurkan tangan kepada masyarakat, mengajak mereka menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.

Sementara itu, Ketua Dewan Stasi Gereja Katolik Santo Fransiskus Poumako, Zilvanus Popok, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan PPI Mimika. Menurutnya, setiap bantuan yang diterima menjadi energi baru bagi umat untuk tetap optimistis menatap proses pembangunan kembali rumah ibadah mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PPI Mimika yang telah menunjukkan kepedulian terhadap musibah yang kami alami. Bantuan ini akan kami gunakan untuk mendukung pembangunan gereja. Saat ini kami juga masih menunggu realisasi bantuan pembangunan gereja sementara yang dijanjikan pemerintah daerah,” kata Zilvanus.

Nixon menegaskan bahwa keterlibatan PPI dalam kegiatan kemanusiaan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi organisasi. Menurutnya, semangat pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui seremoni atau simbol kebangsaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kehadiran kami merupakan wujud solidaritas kemanusiaan. Kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi kesulitan,” tegas Nixon.

Penggalangan dana sebelumnya dilakukan di sejumlah titik strategis di Kota Timika, di antaranya Perempatan Lampu Merah Tiga Raja, Lampu Merah Diana, Lampu Merah Budi Utomo, dan Lampu Merah Damkar. Seluruh hasil pengumpulan dana tersebut kemudian disalurkan kepada Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Poumako sebagai dukungan terhadap proses pemulihan pascabencana kebakaran.

Secara kontekstual, aksi yang dilakukan PPI Mimika menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu. Keterlibatan komunitas, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil menjadi elemen penting dalam mempercepat bangkitnya kehidupan sosial yang terdampak. Solidaritas semacam ini juga memperlihatkan bahwa nilai kemanusiaan tetap hidup dan tumbuh di tengah keberagaman masyarakat Mimika.

Di atas puing-puing yang pernah dilalap api, harapan perlahan dibangun kembali oleh tangan-tangan yang peduli. Sebab ketika sebuah rumah ibadah terluka, yang dibutuhkan bukan hanya material untuk membangunnya kembali, tetapi juga kehadiran sesama yang mengingatkan bahwa dalam setiap musibah, kemanusiaan selalu menemukan jalannya untuk menyala.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.id Editor: Agustinus Bobe