Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkam

Dari Turiskain, Belu Menitipkan Harapan: Air, Bendungan, dan Masa Depan Perbatasan

55
×

Dari Turiskain, Belu Menitipkan Harapan: Air, Bendungan, dan Masa Depan Perbatasan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID –Di Pos Satgas Pamtas RI–RDTL Turiskain, Kecamatan Raihat, angin perbatasan berembus pelan membawa aroma tanah kering yang lama menanti air. Senin siang (25/5/2026), di antara barisan prajurit penjaga tapal batas dan hamparan bukit yang membelah Indonesia dengan Timor Leste, Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T menyampaikan suara rakyat yang selama ini hidup dalam sunyi kebutuhan dasar.

Momentum kunjungan kerja Asisten Operasional Panglima TNI,  Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun, S.IP tidak disia-siakan. Di hadapan jajaran Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad, Wabup Belu membawa harapan masyarakat perbatasan: tentang air bersih, bendungan, dan kehidupan yang lebih layak di wilayah yang setiap hari menjaga wajah republik.

Example 300x600

Dengan nada penuh harap, Vicente meminta dukungan TNI untuk membantu masyarakat Lasiolat memperoleh akses air bersih melalui teknologi hidram dari Kali Motamoru. Teknologi itu diharapkan mampu mengalirkan air menuju permukiman warga yang berada di dataran tinggi — wilayah yang selama ini akrab dengan kesulitan air bersih.

╔══════════════════════════════════╗
❝ Kami berharap adanya dukungan untuk membantu masyarakat di wilayah Lasiolat memperoleh akses air bersih dan air minum melalui teknologi hidram dari Kali Motamoru agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di daerah yang lebih tinggi. ❞
— Vicente Hornai Gonsalves, ST
╚══════════════════════════════════╝

Tak berhenti pada persoalan air minum, Wakil Bupati Belu juga menyerahkan proposal pembangunan Bendungan Welikis di wilayah Tasifeto Barat — sebuah kebutuhan lama masyarakat untuk menopang sektor pertanian dan menjaga keberlanjutan sumber daya air di kawasan tersebut.

╔══════════════════════════════════╗
❝ Kami juga telah menyerahkan proposal pembangunan Bendungan Welikis. Besar harapan kami agar usulan ini dapat memperoleh perhatian dan dukungan. ❞
— Vicente Hornai Gonsalves, S.T
╚══════════════════════════════════╝

Di tengah pertemuan itu, suasana terasa lebih dari sekadar agenda pemerintahan. Ada denyut kebersamaan antara aparat negara dan masyarakat perbatasan yang hidup jauh dari pusat kekuasaan, namun tetap menjadi bagian penting dari kedaulatan Indonesia.

Sementara itu, Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun menegaskan bahwa kehadiran Satgas Pamtas tidak hanya bertugas menjaga batas negara, tetapi juga harus menjadi jawaban atas persoalan masyarakat di wilayah perbatasan.

╔══════════════════════════════════╗
❝ Kehadiran kami di sini untuk masyarakat. Apa yang dilakukan harus berdampak bagi masyarakat. Selain menjaga kedaulatan negara, Satgas juga harus menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat di wilayah perbatasan. ❞
— Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun, S.IP
╚══════════════════════════════════╝

Ia juga mengingatkan seluruh personel Satgas agar menjaga disiplin, kesehatan, dan nama baik institusi selama menjalankan tugas negara di wilayah perbatasan.

Dalam laporan kepada Asops Panglima TNI, Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad, , memaparkan berbagai capaian Satgas selama bertugas. Selain pengamanan wilayah dan patroli bersama aparat Timor-Leste, Satgas juga aktif dalam rehabilitasi rumah warga, bantuan ketahanan pangan, hingga pelayanan sosial kepada masyarakat.

Bahkan, patroli batas kini diperkuat melalui live streaming drone yang terkoneksi langsung dengan Pusdalops TNI dan dilaksanakan secara rutin setiap minggu — sebuah gambaran bahwa pengawasan perbatasan kini bergerak seiring kemajuan teknologi.

Secara kontekstual, pertemuan di Turiskain memperlihatkan bahwa pembangunan wilayah perbatasan hari ini tidak lagi semata bicara tentang pagar negara dan patroli keamanan. Perbatasan mulai dipandang sebagai ruang hidup masyarakat yang membutuhkan air, pertanian, pelayanan sosial, dan kehadiran negara yang nyata. Sinergi antara Pemerintah Daerah dan TNI menjadi penting untuk memastikan bahwa kedaulatan tidak hanya berdiri di atas garis batas, tetapi juga tumbuh dari kesejahteraan rakyat yang menjaganya setiap hari.

Di Turiskain, siang itu, harapan tentang air bersih dan bendungan mungkin masih berupa proposal dan permintaan. Namun dari tanah perbatasan yang sunyi itu, Belu sedang mengirim pesan kuat kepada negara: bahwa menjaga republik tidak cukup dengan senjata, tetapi juga dengan menghadirkan kehidupan yang layak bagi rakyat di garis terdepan Indonesia.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe