PUNCAK |LINTASTIMOR.ID — Udara dingin Pegunungan Tengah seolah menjadi saksi perjalanan panjang seorang anak negeri yang memulai langkahnya dari bawah, lalu perlahan menapaki tangga pengabdian hingga berada di puncak kepemimpinan. Di tanah yang dijuluki Kota Kulkas Salju Abadi, nama kini bukan sekadar pemimpin pemerintahan, tetapi telah menjelma menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Puncak.
Perjalanan hidupnya tidak dibangun dalam kemewahan kekuasaan, melainkan dari lorong-lorong pengabdian sederhana. Ia pernah menjadi Ansip, lalu dipercaya memimpin sebagai Kepala Desa di Kampung Pinapa. Dari titik itulah ia mengenal denyut kehidupan rakyat secara nyata—merasakan kesulitan masyarakat, berjalan bersama mereka, mendengar suara-suara kecil yang sering luput dari perhatian.
Kepercayaan publik kemudian mengalir tanpa putus. Dari anggota DPRK Puncak Jaya, naik menjadi anggota DPR Provinsi Papua, hingga akhirnya rakyat memberikan mandat tertinggi sebagai Bupati Kabupaten Puncak.
Kini, di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Puncak tengah memasuki babak baru sejarah pembangunan.
Senin, 25 Mei 2026, akan menjadi momentum penting ketika peletakan batu pertama pembangunan Kantor Bupati dan Kantor DPRK Puncak dilaksanakan di Kota Gome—wilayah yang mulai dijuluki sebagai Kota Baru. Sebuah langkah yang diyakini akan mengubah wajah Kabupaten Puncak secara menyeluruh.
Ketua Komisi I DPRK Puncak, ,Perius Denilson Wonda menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kepemimpinan Elvis Tabuni yang dinilainya lahir dari kerja keras, kejujuran, dan cinta besar terhadap tanah kelahirannya.
╔════════════════════════════════╗
“Karena beliau pernah berada di posisi paling bawah, beliau sangat paham apa yang dibutuhkan masyarakat. Beliau tidak memimpin dari jauh, tetapi turun langsung di tengah rakyat, mendengar keluh kesah dan menyelesaikan masalah bersama-sama.”
╚════════════════════════════════╝
Menurutnya, karisma dan kepemimpinan Elvis Tabuni mampu membangun kekompakan pemerintahan hingga ke tingkat OPD. Ia menyebut soliditas birokrasi saat ini menjadi salah satu kekuatan besar dalam mendorong perubahan Kabupaten Puncak.
╔════════════════════════════════╗
“Kami 31 anggota DPRK Puncak sangat bangga dan siap mendukung penuh langkah beliau. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan, kekuatan, dan umur panjang agar beliau terus membawa perubahan bagi Kabupaten Puncak dan Papua Tengah.”
╚════════════════════════════════╝
Tak hanya pembangunan kantor pemerintahan, suasana optimisme juga menyelimuti agenda Grand Opening Guest House ELTAB yang menjadi bagian dari geliat pembangunan baru di wilayah tersebut.
Secara kontekstual, pembangunan pusat pemerintahan di Kota Gome bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Langkah ini mencerminkan upaya membangun simbol stabilitas, pelayanan publik, sekaligus wajah baru Kabupaten Puncak di tengah tantangan geografis dan sosial Pegunungan Tengah Papua. Kehadiran fasilitas pemerintahan yang representatif diyakini akan mempercepat roda pelayanan masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Di tengah kabut dingin pegunungan, pembangunan itu kini mulai ditorehkan—bukan hanya dengan batu dan semen, tetapi dengan mimpi, keberanian, dan keyakinan bahwa dari tanah yang sunyi di puncak Papua, masa depan besar sedang dibangun perlahan-lahan.


















