ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID–Langit Kota Atambua siang itu,di Pelataran Plaza Perizinan Kabupaten Belu, Sabtu (9/5/2026), terasa berbeda.
Di tengah denyut semangat Car Free Day dan hiruk-pikuk Night Market, warna-warna cat kayu berpadu dengan sorot antusias masyarakat yang berkumpul menyaksikan Lomba Finishing Avian Brands—sebuah kolaborasi yang bukan sekadar perlombaan, tetapi juga denyut baru bagi mimpi besar menjadikan Atambua sebagai Kota Festival.
Usai dibuka secara resmi oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Belu, Vinsensius Mau, S.T., M.T., suasana semakin hangat ketika Marketing Manager Avian Brands, Regina Sukoco, berdiri di hadapan peserta dan undangan. Perempuan yang datang langsung dari Surabaya itu menyapa masyarakat Belu dengan penuh rasa hormat dan kekaguman.
Perjalanan panjang menuju kota perbatasan itu seolah terbayar lunas oleh sambutan hangat masyarakat Atambua yang siang itu memenuhi arena kegiatan dengan wajah-wajah penuh semangat dan rasa ingin tahu.
╔════════ ❀•°❀°•❀ ════════╗
“ Saya datang jauh dari Surabaya langsung menuju ke Kota Atambua, dan rasanya sangat menyenangkan bisa bertemu rekan-rekan semua, serta Bapak Ibu yang mewakili Bupati Belu. Terima kasih banyak atas sambutan dan kesempatan yang diberikan kepada kami,” ujar Regina Sukoco hangat di hadapan peserta dan undangan.
╚════════ ❀•°❀°•❀ ════════╝
Di bawah terik matahari yang memantul di permukaan kayu-kayu lomba, para peserta tampak fokus memainkan kuas dan warna. Aroma cat bercampur debu siang menghadirkan suasana khas sebuah karya yang sedang lahir. Regina kemudian menjelaskan, lomba tersebut berfokus pada teknik pengecatan dan penyempurnaan hasil akhir menggunakan produk unggulan Avian Brands, yakni Boyo—cat khusus kayu yang dikenal memiliki kualitas dan hasil finishing istimewa.
Setiap peserta diberi waktu 15 menit untuk menyelesaikan karya terbaik mereka. Setelah itu, seluruh hasil finishing dikumpulkan dan dipajang di bagian depan arena untuk dinilai dewan juri. Para pemenang nantinya diumumkan pada Night Market by Protokol & Dekranasda Belu malam harinya, sekaligus membawa pulang hadiah menarik yang telah disiapkan Avian Brands.
Kegiatan ini bukan hanya tentang lomba mengecat kayu. Lebih jauh, kehadiran Avian Brands menjadi simbol bahwa dunia usaha mulai melihat Atambua bukan lagi sekadar wilayah perbatasan, melainkan ruang kreatif yang sedang tumbuh dan bergerak menuju identitas baru sebagai kota event dan kota festival.
Secara kontekstual, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta seperti ini menunjukkan arah pembangunan sosial yang semakin modern dan inklusif. Festival, lomba kreatif, UMKM, hingga ruang publik yang hidup perlahan membentuk wajah baru Atambua sebagai kota yang tidak hanya bergerak dalam pembangunan fisik, tetapi juga membangun atmosfer budaya, ekonomi kreatif, dan partisipasi masyarakat.
╔════════ ❀•°❀°•❀ ════════╗
“ Kehadiran Avian Brands dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata dukungan dunia usaha terhadap program pemerintah daerah untuk menghidupkan suasana kota, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat Belu untuk menyalurkan kreativitas dan keterampilan,” demikian semangat yang terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
╚════════ ❀•°❀°•❀ ════════╝
Di tengah warna-warni cat yang mengering perlahan di atas permukaan kayu, Atambua seakan sedang melukis wajah barunya sendiri—sebuah kota perbatasan yang tak lagi sunyi, tetapi mulai bersinar lewat kreativitas, kolaborasi, dan denyut festival yang tumbuh dari hati masyarakatnya.


















