INTAN JAYA | LINTASTIMOR.ID — Di balik pergantian sebuah jabatan pemerintahan, ada tanggung jawab besar yang tidak boleh terhenti. Roda administrasi harus terus bergerak, koordinasi birokrasi tetap terjaga, dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh kehilangan arah.
Semangat kesinambungan itulah yang mengiringi serah terima jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Selasa (3/11/2026).
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, secara resmi melantik Maryanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Intan Jaya, menggantikan Asir Mirip yang sebelumnya menduduki jabatan Sekretaris Daerah.
Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung di Gedung Kantor Bupati Intan Jaya. Momentum tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi pemerintahan daerah sekaligus penanda beralihnya tanggung jawab koordinasi administrasi pemerintahan kepada pejabat yang baru ditunjuk.
Kegiatan itu dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dandim 1718/Intan Jaya, Kapolres yang diwakili, serta tokoh agama.
Bupati Aner Maisini hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait. Sejumlah pejabat serta aparatur sipil negara turut menyaksikan prosesi pergantian tanggung jawab tersebut.
Sekda, poros koordinasi pemerintahan daerah
Pergantian Sekretaris Daerah bukan sekadar perubahan nama dalam struktur organisasi pemerintahan.
Jabatan Sekda memiliki posisi strategis sebagai penggerak administrasi birokrasi sekaligus penghubung koordinasi antara kepala daerah dan seluruh perangkat daerah.
Di tangan Sekda, berbagai urusan administratif pemerintahan harus dikoordinasikan agar kebijakan kepala daerah dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang terarah dan terlaksana sesuai ketentuan.
Mulai dari sinkronisasi program antar-OPD, pengelolaan administrasi pemerintahan, koordinasi penyusunan kebijakan, hingga pengendalian pelaksanaan tugas perangkat daerah, semuanya membutuhkan kepemimpinan birokrasi yang konsisten.
Karena itu, penunjukan Maryanto sebagai Plt Sekda membawa tanggung jawab untuk memastikan kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Intan Jaya tetap berjalan.
Maryanto memikul estafet tanggung jawab birokrasi
Dengan amanah baru tersebut, Maryanto diharapkan mampu menjaga koordinasi antarperangkat daerah sekaligus memastikan agenda pemerintahan dan pelayanan publik berjalan secara efektif.
Tantangan seorang Plt Sekda bukan hanya menjaga agar aktivitas administrasi tetap berlangsung. Lebih dari itu, diperlukan kemampuan membangun komunikasi lintas perangkat daerah, menjaga disiplin birokrasi, serta memastikan setiap program pemerintah memiliki arah pelaksanaan yang jelas.
Di wilayah seperti Intan Jaya, kesinambungan koordinasi pemerintahan menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan masyarakat dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Pemerintahan membutuhkan aparatur yang bekerja dalam satu irama. Perbedaan bidang tugas antar-OPD tidak boleh menjadi penghalang bagi terciptanya pelayanan publik yang terkoordinasi.
Dalam konteks tersebut, kehadiran pejabat Sekda yang mampu menjaga komunikasi dan sinergi birokrasi menjadi kebutuhan penting.
Dari serah terima jabatan menuju kesinambungan pembangunan
Kehadiran unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta tokoh agama dalam kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya dukungan lintas sektor bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Pemerintah daerah tidak bekerja sendiri. Pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat membutuhkan koordinasi dengan berbagai unsur sesuai tugas, fungsi, serta kewenangan masing-masing.
Momentum pergantian jabatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, unsur keamanan, dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mendukung agenda pembangunan Kabupaten Intan Jaya.
Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan pergantian pejabat, tetapi juga kesinambungan kerja pemerintahan yang dapat dirasakan melalui pelayanan yang lebih baik.
Keberhasilan kepemimpinan birokrasi akan terlihat dari kemampuan menggerakkan aparatur, memperkuat koordinasi, serta memastikan kebijakan pemerintah benar-benar diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
Estafet jabatan telah berpindah. Kini, tanggung jawab menjaga ritme pemerintahan berada di pundak Maryanto sebagai Plt Sekda.
Sebab, birokrasi yang kuat bukan hanya tentang siapa yang menduduki jabatan, melainkan tentang bagaimana setiap amanah dijalankan untuk memastikan pemerintahan tetap bekerja dan masyarakat terus mendapatkan pelayanan.


















