Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkamTeknologi

130 Pelajar Hidupkan Warna Budaya Mimika

14
×

130 Pelajar Hidupkan Warna Budaya Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Pagi di Mimika bergerak dengan warna yang berbeda, Selasa (11/8/2026). Di kawasan Gedung Eme Neme Yauware, langkah-langkah kecil para pelajar berbaur dengan pakaian budaya dan aneka kreasi yang mereka kenakan. Jalanan sejenak menjadi panggung, sementara kemeriahan menyambut 81 tahun Indonesia terasa dari wajah anak-anak yang berjalan membawa semangatnya masing-masing.

Sebanyak 130 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan ikut ambil bagian dalam Karnaval Budaya Tingkat Pelajar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika.

Example 300x600

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Gedung Eme Neme Yauware itu dibuka langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Dari jumlah tersebut, 34 peserta berasal dari jenjang PAUD/TK, 41 peserta SD, 25 peserta SMP, serta 30 peserta SMA/SMK.

Mereka tampil dengan beragam pakaian dan kreasi budaya. Sepanjang rute karnaval, penampilan para pelajar mengundang perhatian masyarakat sekaligus menghadirkan suasana yang meriah di sejumlah ruas jalan yang dilalui.

Di tengah kemeriahan itu, Johannes Rettob memberikan apresiasi kepada para pelajar yang telah ikut mengambil bagian. Baginya, jumlah 130 peserta bukan sekadar angka, melainkan gambaran antusiasme anak-anak Mimika menyambut hari kemerdekaan.

“Luar biasa, hari ini ada 130 peserta dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Kita berikan tepuk tangan untuk anak-anak kita,” kata Johannes.

Karnaval, menurut Johannes, menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan kreativitas. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebersamaan, kecintaan terhadap budaya dan rasa cinta kepada Tanah Air.

Karena itu, ia berharap kemeriahan yang telah tumbuh tahun ini dapat berkembang pada pelaksanaan berikutnya, dengan keterlibatan peserta yang semakin banyak.

“Anak-anak kita tampil dengan gaya dan pakaian yang luar biasa. Tahun depan kita harapkan pesertanya bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Ketika Jalan Kota Menjadi Panggung Anak

Karnaval budaya bukan hanya tentang pakaian yang dikenakan atau panjangnya barisan peserta. Di ruang publik, anak-anak diperkenalkan pada keberagaman melalui cara yang sederhana: berjalan bersama, tampil bersama dan merayakan kemerdekaan bersama.

Di Mimika, momentum itu mempertemukan pelajar dari berbagai jenjang dalam satu perayaan. Sekolah menjadi tempat mereka belajar, sementara jalanan menjadi ruang untuk menunjukkan kreativitas sekaligus merawat semangat kebersamaan.

Namun di balik suasana meriah tersebut, keselamatan peserta tetap menjadi perhatian.

Johannes mengingatkan para guru dan pendamping agar memastikan anak-anak tetap berada dalam pengawasan selama mengikuti karnaval. Pesan itu disampaikan karena rute kegiatan melewati sejumlah ruas jalan yang masih digunakan kendaraan.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti jalur yang telah ditentukan panitia dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Jaga anak-anak, jaga lalu lintas, keamanan dan keselamatan. Kita berangkat dan kembali lagi ke sini dalam keadaan baik dan aman,” pesannya.

Menyusuri Jalan, Merawat Ingatan

Rute karnaval dimulai dari depan Gedung Eme Neme Yauware. Dari sana, rombongan bergerak melewati Jalan Budi Utomo, Jalan Cenderawasih, Jalan Yos Sudarso, Jalan Belibis, kemudian kembali ke Gedung Eme Neme Yauware.

Sepanjang perjalanan itu, para pelajar membawa semangat perayaan kemerdekaan ke ruang publik. Pakaian dan kreasi budaya yang mereka tampilkan menjadi bagian dari wajah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Mimika.

Secara kontekstual, keterlibatan pelajar dalam karnaval budaya memiliki makna lebih luas daripada sekadar agenda perayaan tahunan. Ketika anak-anak diberi ruang untuk mengenal, mengenakan dan menampilkan kekayaan budaya di hadapan masyarakat, mereka sekaligus belajar bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga melalui keberanian menjaga identitas, menghargai keberagaman dan tumbuh bersama sebagai bagian dari Indonesia.

Karnaval budaya tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Hari itu, 130 pelajar berjalan membawa warna mereka sendiri. Dan ketika langkah-langkah kecil itu kembali ke Gedung Eme Neme Yauware, yang tertinggal bukan hanya jejak di jalan, melainkan sebuah pesan sederhana bahwa kemerdekaan akan selalu memiliki masa depan selama anak-anak terus belajar mencintai keberagaman yang diwariskan negeri ini.

Example 300250