Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaHukum & KriminalNasionalPeristiwaPolkam

TNI Kerahkan Helikopter Buru Pelaku Pembunuhan di Yahukimo

13
×

TNI Kerahkan Helikopter Buru Pelaku Pembunuhan di Yahukimo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Kabut tebal masih menyelimuti bentang pegunungan Papua ketika deru baling-baling helikopter memecah kesunyian. Dari udara, aparat menyisir lembah dan hutan lebat yang selama ini dikenal sulit dijangkau. Di balik operasi itu, TNI menyatakan tengah memburu kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam pembunuhan tiga warga asli Papua di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Operasi tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto. Dalam pelaksanaannya, TNI mengerahkan dua helikopter tempur milik TNI Angkatan Udara untuk mendukung penyisiran sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan kelompok yang oleh TNI disebut sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Example 300x600

Lucky didampingi Kepala Staf Kogabwilhan III Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto, Asisten Intelijen Brigjen TNI Tanjung, serta Asisten Operasi Brigjen TNI Patar Sitorus selama memimpin operasi di kawasan pegunungan tersebut.

“Pengejaran terhadap kelompok bersenjata akan terus dilakukan hingga para pelaku dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Letjen TNI Lucky Avianto.

Menurut Lucky, kelompok bersenjata itu tidak hanya melakukan serangan terhadap warga pendatang, tetapi juga terhadap warga asli Papua. Ia menilai meningkatnya aksi kekerasan dalam beberapa waktu terakhir merupakan dampak dari semakin tertekannya kelompok tersebut akibat operasi yang dilakukan aparat keamanan.

Lucky juga mengungkapkan bahwa pada Jumat, 24 Juli 2026, personel TNI mendapat serangan tembakan ketika melakukan pengejaran di sekitar Kali Fis, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Menurutnya, kelompok tersebut sebelumnya melarikan diri setelah diduga mengganggu proses evakuasi tiga jenazah korban pembunuhan di Yahukimo.

“Pasukan TNI kemudian mengambil tindakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan serta Rules of Engagement (ROE) yang berlaku,” jelas Lucky.

Dalam operasi tersebut, menurut Lucky, satu anggota kelompok bersenjata tewas, sedangkan anggota lainnya melarikan diri ke kawasan hutan. TNI menyatakan operasi akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.

“Kami mengimbau seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan aksi kekerasan, menyerahkan senjata, dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Lucky.

Operasi keamanan di Papua selama ini berlangsung di tengah tantangan geografis yang berat serta kompleksitas persoalan keamanan di lapangan. Di satu sisi, negara berkewajiban melindungi keselamatan masyarakat dan menegakkan hukum terhadap setiap tindak kekerasan. Di sisi lain, setiap operasi juga menjadi perhatian publik agar dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan sesuai dengan ketentuan hukum serta prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan maupun tanggapan dari pihak TPNPB-OPM terkait pernyataan TNI maupun hasil operasi yang disampaikan Pangkogabwilhan III. Dengan demikian, informasi dalam pemberitaan ini masih didasarkan pada keterangan resmi yang disampaikan TNI, sementara konfirmasi dari pihak TPNPB-OPM masih dinantikan.

Di tengah sunyinya pegunungan Papua, yang paling dinantikan bukan sekadar berakhirnya sebuah operasi, melainkan hadirnya rasa aman yang mampu melindungi setiap warga tanpa membedakan latar belakang, karena kedamaian akan selalu menjadi kemenangan terbesar bagi kemanusiaan.

Example 300250