Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaPeristiwaPolkam

Sekolah Rakyat di Mimika Bersiap Tumbuh di Atas 8,2 Hektare Harapan, Kemensos Pimpin Program Nasional

52
×

Sekolah Rakyat di Mimika Bersiap Tumbuh di Atas 8,2 Hektare Harapan, Kemensos Pimpin Program Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Di tengah hamparan lahan Kampung Iwaka yang sedang dipersiapkan, sebuah harapan besar perlahan mengambil bentuk. Bukan sekadar bangunan pendidikan, melainkan ruang masa depan yang dirancang untuk membuka jalan bagi anak-anak yang selama ini berada di tepian akses pendidikan. Di lokasi seluas 8,2 hektare itu, Pemerintah Kabupaten Mimika tengah menyiapkan fondasi bagi hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi, program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Mimika kini memfokuskan perhatian pada penyelesaian seluruh tahapan persiapan sebelum pembangunan fisik dimulai. Mimika sendiri tercatat sebagai salah satu daerah penerima program tersebut dengan nomor urut 76 secara nasional.

Example 300x600

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Amelia C. Samaran, mengatakan proses penyiapan lahan menjadi pekerjaan utama yang sedang diselesaikan pemerintah daerah.

“Sekolah Rakyat ini merupakan program nasional dari Presiden Prabowo yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Untuk Mimika kami mendapat nomor urut 76. Saat ini kami masih dalam tahap persiapan pembangunan dengan menyiapkan lahan seluas 8,2 hektare di Kampung Iwaka,” ujar Amelia, Rabu (30/6/2026).

Menurutnya, proses penyiapan lokasi masih berlangsung karena terdapat beberapa rumah warga yang berada di dalam area pembangunan dan perlu direlokasi terlebih dahulu agar lahan benar-benar siap digunakan.

“Kami sedang menyelesaikan proses relokasi beberapa rumah yang berada di sekitar lokasi. Setelah itu lahannya akan benar-benar bersih sehingga pembangunan dapat segera dilaksanakan,” katanya.

Amelia menjelaskan, setelah seluruh tahapan penyiapan lahan selesai, tongkat estafet program akan dilanjutkan oleh pemerintah pusat. Dalam struktur pelaksanaannya, Kementerian Sosial bertindak sebagai leading sector atau penanggung jawab utama program Sekolah Rakyat secara nasional, sedangkan pembangunan fisik di Kabupaten Mimika akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika.

“Kementerian Sosial menjadi leading sector program ini. Setelah lahan siap, pembangunan fisiknya akan dilaksanakan oleh PUPR Mimika sesuai tahapan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Sembari menunggu sekolah permanen berdiri, denyut program pendidikan tersebut telah lebih dahulu berjalan. Di Wisma Atlet, puluhan anak dari berbagai latar belakang kini mengikuti proses belajar mengajar sebagai bagian dari Sekolah Rakyat.

Saat ini terdapat sekitar 60 peserta didik yang terdiri dari siswa jenjang SMP dan SMA. Mereka berasal dari beragam komunitas, mulai dari suku Amungme, Kamoro, Papua lainnya hingga masyarakat nusantara yang berdomisili di Mimika.

“Anak-anak yang belajar sekarang sekitar 60 orang, terdiri dari kurang lebih 30 siswa SMP dan 30 siswa SMA. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, ada dari suku Amungme, Kamoro, Papua lainnya, maupun nusantara. Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi Orang Asli Papua, tetapi untuk seluruh anak yang membutuhkan akses pendidikan,” ungkap Amelia.

Di saat yang sama, pemerintah juga mulai menyiapkan fondasi sumber daya manusia yang akan menopang sekolah tersebut. Kementerian Sosial telah membuka proses seleksi bagi guru lokal serta tenaga psikologi yang nantinya akan mendampingi para peserta didik dalam proses pembelajaran maupun pembinaan karakter.

“Kami sudah menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait perekrutan guru lokal. Seluruh peserta mengikuti seleksi di Jayapura. Tidak hanya guru, tetapi juga tenaga psikologi ikut direkrut karena keberadaannya sangat dibutuhkan dalam mendampingi anak-anak di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Secara kontekstual, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun mereka yang berisiko putus sekolah. Kehadirannya tidak hanya menjawab kebutuhan ruang belajar, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia, terutama di daerah-daerah yang menghadapi tantangan pemerataan pendidikan.

Amelia berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Mimika dapat segera terealisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak anak yang membutuhkan kesempatan kedua untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Harapan kami, program ini benar-benar menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Mimika,” tutupnya.

Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas dan bangunan yang berdiri megah. Ia adalah jembatan yang menghubungkan mimpi dengan kenyataan. Di atas lahan 8,2 hektare yang kini sedang dipersiapkan di Kampung Iwaka, Mimika sedang menanam benih harapan agar lebih banyak anak dapat melangkah menuju masa depan yang selama ini mereka impikan.

Example 300250