TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Pagi itu, halaman Pusat Pemerintahan SP3 tidak sekadar menjadi tempat apel. Di bawah langit Mimika yang perlahan membuka hari, 210 petugas berdiri dalam satu barisan panjang—membawa tugas yang tak hanya menghitung angka, tetapi membaca denyut kehidupan ekonomi masyarakat dari rumah ke rumah, dari usaha kecil hingga ruang-ruang usaha yang menggerakkan daerah.
Senin (29/6/2026), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika bersama Pemerintah Kabupaten Mimika resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui apel siaga yang menandai dimulainya pendataan aktivitas ekonomi di seluruh wilayah kabupaten.
Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas usaha di Indonesia. Dari data yang dikumpulkan, arah pembangunan ekonomi, penguatan UMKM, hingga strategi investasi daerah akan disusun dengan pijakan yang lebih presisi.
Pendataan akan menjangkau berbagai jenis usaha—dari skala kecil hingga besar—termasuk memotret kondisi tenaga kerja, aktivitas ekonomi yang dijalankan, serta tingkat pemanfaatan teknologi dalam operasional usaha.
Dalam pesannya kepada masyarakat, Dian menegaskan bahwa sensus ini tidak berkaitan dengan perpajakan. Ia menaruh harapan agar masyarakat membuka ruang kepercayaan kepada petugas demi menghasilkan data yang benar-benar mencerminkan kondisi lapangan.
“Sensus Ekonomi ini tidak ada kaitannya dengan perpajakan. Karena itu kami mengajak masyarakat memberikan informasi yang benar agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan bermanfaat bagi pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau, mengingatkan para petugas bahwa keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh metode dan instrumen, tetapi juga oleh cara hadir di tengah masyarakat—dengan integritas, tanggung jawab, dan sikap yang menghormati setiap orang yang ditemui.
Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Mimika untuk menerima kehadiran petugas dan memberikan informasi yang dibutuhkan sebagai bagian dari kontribusi bersama membangun fondasi kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Data yang akurat, menurutnya, bukan sekadar kumpulan laporan, melainkan kompas yang menentukan arah pembangunan dan keputusan ekonomi daerah pada tahun-tahun mendatang.
Di tengah dinamika pertumbuhan wilayah, perkembangan sektor usaha, dan meningkatnya kebutuhan pembangunan yang berbasis bukti, Sensus Ekonomi 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda statistik. Ia adalah upaya membaca wajah ekonomi Mimika secara utuh—agar kebijakan yang lahir tidak hanya cepat dibuat, tetapi juga tepat menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan melibatkan 210 petugas lapangan, pelaksanaan sensus ini diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas. Sebab pada akhirnya, pembangunan yang kuat selalu dimulai dari satu hal yang sederhana namun menentukan: keberanian mencatat kenyataan apa adanya, agar masa depan tidak dibangun di atas perkiraan, melainkan di atas kebenaran yang terukur.


















