Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalOtomotifPeristiwaPolkam

Sehari yang Menyelamatkan Jalan Rusak KM 10 Lotas

93
×

Sehari yang Menyelamatkan Jalan Rusak KM 10 Lotas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jalan yang sempat terputus, kini kembali bernapas—dan bersama itu, harapan warga Lotas pun pulih.

LOTAS | LINTASTIMOR.ID — Hujan belum benar-benar pergi ketika tanah di KM 10 Lotas, Kecamatan Rinhat, runtuh dan menelan akses utama warga. Minggu (26/4/2026) siang itu, jalur penghubung ekonomi di Kabupaten Malaka lumpuh total. Sunyi mendadak jatuh di jalan yang biasanya riuh oleh roda dan langkah.

Example 300x600

Namun, sunyi itu tak berlangsung lama.

Di bawah komando Bupati Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), respons cepat menjadi jawaban atas kecemasan warga. Instruksi dikeluarkan tanpa jeda—sebuah perintah yang tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh denyut kehidupan masyarakat: jalan harus kembali terbuka.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat. Alat berat didatangkan, personel diturunkan, dan waktu menjadi satu-satunya musuh yang harus dikalahkan. Siang berubah malam, tetapi kerja tidak berhenti.

Di tengah deru mesin dan cahaya lampu darurat, tanah yang sempat menutup jalan perlahan disingkirkan. Jalur yang sempat terputus mulai menemukan bentuknya kembali—seperti luka yang dijahit dengan ketekunan.

╔════════════════════════════════════╗
🌸 “Begitu ada perintah dari Bapak Bupati,
staf kami langsung bergerak.
Fokus utama adalah mengembalikan fungsi jalan
agar aktivitas warga tidak terisolasi.”
🌸
Lorens L. Haba
╚════════════════════════════════════╝

Kepala Dinas PUPR Malaka, Lorens L. Haba, tidak berlebihan. Data lapangan mencatat, dalam hitungan kurang dari satu hari, jalur vital tersebut kembali dapat dilalui kendaraan. Sebuah capaian yang bukan hanya soal kecepatan, tetapi tentang dampak: akses logistik kembali hidup, distribusi hasil pertanian tidak tertunda, dan mobilitas warga pulih.

Lebih dari sekadar perbaikan darurat, peristiwa ini juga membuka catatan penting tentang kesiapan infrastruktur. Tanggul yang dibangun tahun sebelumnya terbukti menjadi benteng awal yang menahan dampak lebih besar. Puluhan rumah dan lahan pertanian terselamatkan dari luapan air—sebuah statistik sunyi yang sering luput dari perhatian, namun nyata dirasakan masyarakat.

Meski demikian, pekerjaan belum selesai.

Lorens Haba mengakui masih ada titik yang perlu disempurnakan. Pemerintah daerah kini mengarahkan fokus pada penyelesaian sisa pembangunan tanggul, memastikan perlindungan yang lebih menyeluruh di tengah ancaman cuaca ekstrem yang kian tak menentu.

╔════════════════════════════════════╗
🌸 “Prioritas kami selanjutnya adalah
menuntaskan sisa pengerjaan tanggul.
Kami ingin memastikan perlindungan maksimal
bagi masyarakat Malaka.”
🌸
╚════════════════════════════════════╝

Apa yang terjadi di Lotas bukan sekadar kisah tentang longsor dan perbaikan jalan. Ini adalah potret tentang bagaimana kehadiran negara diuji—dan dijawab—dalam waktu yang singkat.

Di antara tanah yang runtuh dan alat berat yang bekerja tanpa lelah, ada satu hal yang tetap berdiri kokoh: kepercayaan.

Bahwa ketika jalan terputus, pemerintah tidak tinggal diam. Bahwa di balik setiap bencana, selalu ada tangan yang bergerak cepat untuk memulihkan. Dan bahwa dalam waktu kurang dari 24 jam, sebuah wilayah bisa kembali hidup—bukan hanya karena infrastruktur diperbaiki, tetapi karena harapan tidak dibiarkan runtuh bersama tanah.

Example 300250