Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwa

Putra Kamoro Menagih Ruang Memimpin Golkar Mimika

2
×

Putra Kamoro Menagih Ruang Memimpin Golkar Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Di tanah yang sejak lama menjadi rumah bagi masyarakat Kamoro, politik bukan sekadar tentang siapa yang berdiri paling depan. Ia juga tentang siapa yang diberi ruang untuk tumbuh, dipercaya untuk memimpin, dan dianggap mampu membawa suara masyarakat adat masuk ke dalam ruang-ruang pengambilan keputusan.

Kini, menjelang proses pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Mimika, Papua Tengah, suara itu kembali terdengar.

Example 300x600

Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Mimika mulai menghangat. Sejumlah kader dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah disebut telah menyatakan minat untuk mengikuti proses pemilihan pimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Di tengah dinamika itu, seorang putra asli Mimika menyatakan kesiapannya.

Ketua DPRK Mimika periode 2024–2029, Primus Natikapareyau, menyatakan diri siap maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mimika.

Politikus asal Suku Kamoro itu tidak sekadar menyampaikan ambisi politik. Ia membawa sebuah harapan: agar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia memberikan ruang yang lebih terbuka bagi kader asli Papua, khususnya putra Kamoro, untuk memimpin partai di tanah kelahirannya sendiri.

“Saya memiliki kemampuan untuk bersaing, baik di tingkat daerah maupun nasional. Saya ingin membawa Partai Golkar semakin maju di Kabupaten Mimika.”

Bagi Primus, kepemimpinan politik di daerah tidak dapat dilepaskan dari kemampuan membaca denyut kehidupan masyarakat yang dipimpinnya.

Sebagai putra asli Mimika, ia mengatakan memahami kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat setempat. Karena itu, menurut dia, kepemimpinan partai di daerah semestinya juga memberikan kesempatan kepada kader yang tumbuh dari masyarakat adat dan memahami akar persoalan di wilayahnya.

Pernyataan itu menemukan resonansinya di tengah masyarakat Kamoro.

Kepala Suku Kamoro, Marianus Maknaipeko, menyatakan dukungan terhadap pencalonan Primus. Ia menilai masyarakat Kamoro memiliki sumber daya manusia yang mampu memimpin organisasi politik, termasuk Partai Golkar di Kabupaten Mimika.

“Kami mendukung penuh salah satu putra terbaik Tanah Mimika untuk memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Mimika. Anak-anak Kamoro siap menjadi pemimpin dan membesarkan Partai Golkar di daerah ini.”

Marianus juga mengajak seluruh pihak yang mengikuti proses pemilihan Ketua DPD Golkar Mimika untuk menghormati aspirasi masyarakat adat Kamoro sebagai salah satu pemilik hak ulayat di wilayah Kabupaten Mimika.

Namun, ia menegaskan, aspirasi tersebut tetap harus disalurkan melalui mekanisme organisasi Partai Golkar.

Antara Aspirasi Adat dan Mekanisme Partai

Dalam konteks politik Papua, dorongan agar kader asli daerah memperoleh ruang kepemimpinan memiliki dimensi yang lebih luas. Ia tidak hanya berbicara mengenai pergantian seorang ketua partai, tetapi juga menyentuh soal representasi, kepercayaan, dan keterlibatan masyarakat adat dalam menentukan arah politik di tanahnya sendiri.

Di satu sisi, aspirasi masyarakat adat merupakan bagian penting dari dinamika sosial-politik Mimika. Di sisi lain, Partai Golkar memiliki mekanisme internal dan ketentuan organisasi yang menjadi dasar dalam menentukan siapa yang akan memimpin. Karena itu, pertarungan gagasan dan kompetisi antarkader idealnya berjalan dalam ruang yang demokratis, terbuka, dan tetap menghormati aturan organisasi.

Pada akhirnya, ruang kepemimpinan yang diminta putra Kamoro bukan sekadar soal siapa yang duduk di kursi ketua. Lebih jauh, ia menjadi cermin tentang sejauh mana sebuah partai politik mampu merawat keberagaman, mengakui akar lokal, dan memberikan kesempatan kepada kader yang lahir serta tumbuh dari tanah yang hendak mereka layani.

Hingga berita ini ditulis, proses penetapan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mimika masih berlangsung sesuai mekanisme internal partai. Belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan memimpin DPD Golkar Mimika untuk periode berikutnya.

Semua kandidat tetap memiliki hak yang sama untuk mengikuti proses sesuai ketentuan organisasi.

Sebab, di tanah Mimika yang kaya oleh sejarah dan keberagaman, kepemimpinan pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang paling kuat mengetuk pintu kekuasaan, melainkan tentang siapa yang diberi kesempatan untuk membuka pintu itu—dan kemudian membuktikan bahwa ia datang bukan sekadar untuk memimpin, tetapi untuk mengabdi.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.id Editor: Agustinus Bobe