KUPANG |LINTASTIMOR.ID — Di Aula Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, suasana terasa lebih dari sekadar seremoni. Selasa, 14 April 2026, derap langkah para perempuan penggerak desa itu membawa satu energi baru—energi kebangkitan. Di ruang itu, Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kembali diteguhkan, bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai denyut perubahan dari tingkat keluarga.
Wakil Bupati Kupang yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Aurum Titu Eki, secara resmi melantik Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Kupang. Momen itu disaksikan langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, yang hadir sebagai Pembina—menandai keseriusan pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali kekuatan akar rumput ini.
Di hadapan para pengurus dan undangan, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa PKK bukanlah sekadar simbol kegiatan formal, melainkan mitra strategis pembangunan yang harus bekerja nyata di tengah masyarakat.
╔══════════════════════════════════════════════╗
“PKK bukan sekadar seremonial, tapi harus benar-benar hadir dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kupang hadir memberikan dukungan penuh, termasuk dalam hal penganggaran.”
╚══════════════════════════════════════════════╝
Penegasan itu bukan tanpa arah. Pemerintah Kabupaten Kupang memastikan bahwa dukungan anggaran akan difokuskan pada program-program prioritas yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat—mulai dari penurunan stunting, ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Lebih jauh, Bupati juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan camat untuk bersinergi, menjadikan PKK sebagai bagian integral dari program kerja, agar 10 Program Pokok PKK dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, Aurum Titu Eki menyoroti pentingnya pelantikan ini sebagai langkah strategis mengisi kekosongan jabatan di sejumlah kecamatan—yang selama ini menjadi hambatan dalam monitoring dan pembinaan program.
╔══════════════════════════════════════════════╗
“Dengan pelantikan ini, kami memastikan kelembagaan PKK di tingkat kecamatan kembali berjalan maksimal. PKK adalah garda terdepan dalam meningkatkan SDM, kesehatan, dan ekonomi keluarga.”
╚══════════════════════════════════════════════╝
Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi misi daerah, khususnya Asa ke-8 tentang penanggulangan kemiskinan ekstrem, sekaligus menjadi bagian penting dalam percepatan penanganan stunting di Kabupaten Kupang.
Di akhir arahannya, Aurum menitipkan pesan yang lebih dari sekadar formalitas jabatan—sebuah panggilan moral untuk hadir di tengah masyarakat.
╔══════════════════════════════════════════════╗
“Jabatan ini adalah amanah dan tanggung jawab moral. Hadirilah masyarakat, dengarkan aspirasi mereka, dan jadilah penggerak perubahan.”
╚══════════════════════════════════════════════╝
Acara berlangsung khidmat, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius Sanam, jajaran Asisten Sekda, Ketua Dharma Wanita Persatuan, pimpinan OPD, para camat, serta seluruh pengurus PKK Kabupaten—sebuah gambaran sinergi yang diharapkan terus hidup dalam kerja nyata.
Secara kontekstual, penguatan kelembagaan PKK di tingkat kecamatan menjadi langkah krusial dalam memastikan program pembangunan berbasis keluarga berjalan efektif. Di tengah tantangan kemiskinan ekstrem dan stunting, PKK memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan realitas rumah tangga, sehingga keberhasilan program sangat bergantung pada soliditas organisasi ini.
Pada akhirnya, pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan. Ia adalah penegasan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari lingkup kecil—dari keluarga. Dan ketika keluarga diperkuat, maka masa depan daerah pun perlahan menemukan pijakannya.


















