Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalNasionalPeristiwaPolkam

Pisau Disita, Dogiyai Menjaga Ruang Damai Bersama

3
×

Pisau Disita, Dogiyai Menjaga Ruang Damai Bersama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DOGIYAI | LINTASTIMOR.ID – Pagi di Moanemani berjalan seperti biasa. Kendaraan melintas perlahan di ruas jalan, warga beraktivitas, sementara aparat kepolisian berdiri berjaga di sejumlah titik pemeriksaan. Di balik suasana yang tampak tenang itu, Polres Dogiyai bersama personel BKO Brimob Polda Papua dan BKO Polda Papua Tengah berupaya memastikan satu hal yang kerap luput dari perhatian: ruang aman bagi masyarakat tidak hanya dibangun melalui penindakan, tetapi juga lewat langkah-langkah pencegahan yang konsisten.

Sabtu, 25 Juli 2026, melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), aparat menggelar razia senjata tajam di wilayah Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Operasi yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu berakhir dengan diamankannya tujuh bilah pisau yang dibawa warga tanpa alasan yang dinilai dapat dipertanggungjawabkan.

Example 300x600

Razia dipimpin Kepala Bagian Operasi Polres Dogiyai, AKP Harsyad Sabbe Rety, dengan melibatkan 28 personel Polres Dogiyai, satu regu BKO Brimob Polda Papua, serta satu regu BKO Brimob Polda Papua Tengah.

Pemeriksaan dilakukan secara selektif di tiga lokasi, yakni depan Pos Kotis, pertigaan Puskesmas, dan Jalan Trans Kampung Ekemanida. Kendaraan roda dua, roda empat, hingga barang bawaan masyarakat diperiksa sebagai bagian dari upaya mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

Dalam keterangannya, Harsyad menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan peredaran senjata tajam yang berpotensi digunakan dalam tindak kriminal maupun mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Dari hasil razia, kami mengamankan tujuh buah pisau yang dibawa tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh barang bukti telah diamankan ke Polres Dogiyai untuk proses lebih lanjut,” ujar AKP Harsyad Sabbe Rety.

Selama pelaksanaan operasi, situasi berlangsung aman dan kondusif. Tidak ditemukan perlawanan maupun gangguan dari masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan apel konsolidasi sebagai bagian dari evaluasi operasi sekaligus memastikan seluruh personel kembali dalam keadaan lengkap.

Di wilayah yang terus bertumbuh dengan dinamika sosial dan tantangan keamanan yang beragam, pendekatan preventif menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kepercayaan publik. Razia senjata tajam bukan semata-mata tentang menyita barang bukti, melainkan membangun pesan bahwa stabilitas keamanan memerlukan kehadiran negara yang konsisten, profesional, dan mengedepankan pencegahan sebelum ancaman berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Polres Dogiyai memastikan razia senjata tajam akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak membawa senjata tajam tanpa kepentingan yang dibenarkan oleh ketentuan hukum, sehingga ruang hidup bersama tetap terpelihara dalam suasana yang aman dan tertib.

Pada akhirnya, keamanan bukan hanya diukur dari tidak adanya gangguan, melainkan dari kesungguhan semua pihak merawat ketenangan. Ketika kewaspadaan berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat, harapan akan Dogiyai yang damai menemukan pijakannya, setenang langkah pagi yang ingin terus melanjutkan kehidupan tanpa bayang-bayang kekerasan.

Example 300250